Wadehel sudah tewas? Betul, ‘kematian’ Wadehel adalah kehilangan besar bagi para kaum tertindas seperti kita. Tanpa Wadehel untuk mengomandoi kita, tentunya yang dikhawatirkan adalah wafatnya perjuangan — dan dimulainya era penjajahan intelektual yang dilakukan oleh sebagian oknum. Ujung-ujungnya, bisa jadi kita mulai berpikir bahwa menenteng ransel berisi C4 dan meledakkannya di waralaba McDonald’s di sekitar kita adalah suatu hal yang diridhai oleh Tuhan. Ini berbahaya, toh? Betul?
Gelagat-gelagat berbahaya pun mulai bermunculan. Beberapa kelompok yang tadinya menyatakan bahwa tidak akan mengurusi Wadehel lagi, datang melayat dengan kata-kata yang tidak menyenangkan. Salah seorang malah bersorak-sorai. Ini juga berbahaya, bukan? Bagaimana masa depan perjuangan kita? Nah, mungkin langkah pertama kita adalah mulai mencari pengganti Wadehel? Apa mungkin JoeSatch yang merupakan orang kedua setelah Wadehel yang darahnya sudah dihalalkan musuh? Oh, tunggu. Jangan maju sendiri-sendiri. Berbahaya!
Lalu…?
Maka dengan ini kami nyatakan bahwa perjuangan akan diteruskan dengan cara total football. Semuanya maju. Semuanya menulis. Desentralisasi. Semua nama yang kita lihat pada daftar koki, bisa menulis. Bisa menyumbangkan pikiran. Jadi tidak akan terlalu ad hominem lagi. Bersatu kita wadehel Teguh, bercerai kita runtuh
Berlandaskan pemikiran itu, o m a i g a t pun lahir. Proyek bersama; sesama penganut Wadehelisme yang berjuang demi zaman pencerahan. Oleh sebab itu, jangan tangisi lagi ‘kematian’ Wadehel, ia tidak akan suka ditangisi. Mari teruskan perjuangannya saja.
Merdeka!
* * *
Antobilang (2007/05/29 20:04:58): ada belum sih? wadefak.wordpress.com?
Geddoe (2007/05/29 20:05:27): bikin, yuk
Geddoe (2007/05/29 20:05:33): buat total football
Geddoe (2007/05/29 20:05:42): siapa yang mau nulis satir, oper ke sana
Geddoe (2007/05/29 20:05:44): gimana?
Geddoe (2007/05/29 20:06:03): mau mas joe, mas, atau saya, atau bu evy sekalipun
Antobilang (2007/05/29 20:06:13): boleh sih
Antobilang (2007/05/29 20:06:19): ah udah ada yang pake mister
Antobilang (2007/05/29 20:06:22):
…
Antobilang (2007/05/29 20:17:41): mungkin nama yang lain?
Antobilang (2007/05/29 20:17:52): whatthehell.wordpress.com?
Antobilang (2007/05/29 20:18:01): ah terlalu sulit dilafazkan
Geddoe (2007/05/29 20:18:05): omaigat.wordpress.com?
Antobilang (2007/05/29 20:18:32): wow
Antobilang (2007/05/29 20:18:38): wadehel banget tuh
Antobilang (2007/05/29 20:18:41):
Antobilang (2007/05/29 20:18:48): cepat akuisisi
Geddoe (2007/05/29 20:19:07): sip
Mei 29, 2007 at 2:37 pm
sinting!
Mei 29, 2007 at 2:39 pm
hahahahaha,, serius ini,,??
btw, Geddoe jarang pertamax kan?? kok??
Mei 29, 2007 at 2:41 pm
betul sekali, perjuangan belum selesai. teguh boleh mendelete wadehel, tapi tidak bisa mendelete semangat membara ini.
ayo ditunggu semua partisipasinya. semoga blog ini tidak mati sebelum lahir. buat link di blogroll masing2. satu postingan mungkin akan sangat membantu promo blog ini.
Mei 29, 2007 at 2:41 pm
Demi Indonesia kok dibilang sinting?
*dijitak sekampung*
Mei 29, 2007 at 2:52 pm
@ geddoe
yang sinting itu kamu™ maksudnya. pertamax mulu sih
Mei 29, 2007 at 2:53 pm
[...] berita datang dari langit malam ini Wadehel boleh tewas, semangatnya tidak. http://omaigat.wordpress.com/ Silakan berpartisipasi. Filed under: In My Search [...]
Mei 29, 2007 at 10:02 pm
Omaigat…omaigaat…ada apa ini…. hwahahaha si Guh ngakak abis neeh baca ini…kita email Guh yuuk
Mei 29, 2007 at 10:42 pm
Hallow…beneran neh, mo dipromosiin?! Total football?! oke…!!! he..he..he…kebetulan gilbol juga neh
eh to, bener di link di blogroll neh?!
Mei 29, 2007 at 10:43 pm
Eh maksudnya Maju rame2 khan?! [mode o'on on]
Mei 29, 2007 at 10:45 pm
Hyuk hyuk hyuk hyuk…..
pecahkan sampanyenya…..
Mei 29, 2007 at 10:46 pm
I’m Back
Janus, evoco vestram animam. Exaudi meam causam. Carpe noctem pro consilio vestro. Veni, appare et nobis monstra quod est infinita potestas. Persona in corpus et sanguinem commutanda est. Vestra sancta praesentia concrescet viscera. Janus! Sume noctem!
Mei 29, 2007 at 10:49 pm
Wadaoo Wadaooo, koq ya masih ada PERTAMAX disini.
Wadehel tewas kan karena menenggak PERTAMAX.
Baca kembali wasiat kematian WADEHEL nomer 5.
“(mungkin) Ingin ngeblog lagi sebagai orang biasa, dimana yang baca hanya orang-orang yang tertarik ingin membaca, atau terseret berbagai “kebetulan” untuk membaca. Bukan cuma karena numpang “pertamak” atau sedekah komen.”
Mei 29, 2007 at 10:57 pm
Siapa yang pertamax?
He? Saya? Lha, lha…
*dirajam*
Mei 29, 2007 at 11:17 pm
http://wadeheaven.wordpress.com/
WADEHEAVEN JUGA MEMUTUSKAN UNTUK MATI SAJA
SILAHKAN AKUISISI ALAMAT INI SUPAYA TIDAK DISALAHGUNAKAN
Janus, evoco vestram animam. Exaudi meam causam. Carpe noctem pro consilio vestro. Veni, appare et nobis monstra quod est infinita potestas. Persona in corpus et sanguinem commutanda est. Vestra sancta praesentia concrescet viscera. Janus! Sume noctem!
Mei 30, 2007 at 12:21 am
Oh my God…
Mei 30, 2007 at 12:39 am
omaigat …
Mei 30, 2007 at 1:25 am
Ya oloohhh kasian banget ini bocah-bocah!.
Ditinggal wadehel, jadi pada gila gini.
Hahaha
Mei 30, 2007 at 2:20 am
OMG, teruskan perjuanganmu kawan
Mei 30, 2007 at 4:15 am
Ditunggu kiprah selanjutnya…
Mei 30, 2007 at 7:05 am
Ngambil nama ga ijin-ijin, untung tujuannya baik… Okeh, ditunggu postingan pertama, atau postingan yang sudah ada di blog dimasukin lagi ke sini?
Mei 30, 2007 at 8:42 am
omaigat harus di TM-in tuh. BTT, saya mendukung upaya teman2 untuk terus menulis dan meneruskan semangat dehel. doakan saya rajin berkunjung. tapi maaf, seperti saat membaca posting dehel, mungkin saya memilih sekedar membaca dan tidak meninggalkan jejak. mencari posisi aman? tdk ingin keluar dari comfort zone? entahlah. mungkin saja itu benar.
rgds,
arya
Mei 30, 2007 at 9:01 am
Selamat berjuang
Mei 30, 2007 at 9:01 am
heh he he… I’m Back
Mei 30, 2007 at 9:47 am
ada apa ini … ada apa ini …
hmmm … total football ya …. *ada namaku tapi aku kok tahunya baru pagi ini ya ???* tapi … maju terus pantang mundur …
Mei 30, 2007 at 9:47 am
Eh, si Shan In Lee gak ikutan di list yah? ga di ajak tho? kan ok juga sih tulisannya.
Mei 30, 2007 at 10:03 am
Hey nyebut nyebut
but
but
but
gitu
Mei 30, 2007 at 10:11 am
@ Bajaj
udah ada tuh kayanya,,
Mei 30, 2007 at 10:15 am
Wah ketinggalan.
Mei 30, 2007 at 11:12 am
Oh Mine!!
what an unpredictable idea…
Oke deh,
*pulang nambah link*
Mei 30, 2007 at 11:47 am
merekaa dirampas haknya
tergusur dan lapaaaar
bunda relakan dara juang kami!!
*sambil berdiri tegak mengacunkan tangan yang terkepal*
*masukkan reader*
Mei 30, 2007 at 12:42 pm
Siplah! Aku ikut dukung, pinjam kalimatnya Chairil Anwar:
“tangan tangan itu telah dikepalkan”
*siap jadi pembaca setia*
Mei 30, 2007 at 1:05 pm
haha.. bagus-bagus
btw kenapa namanya nggak ‘wadefak’ aja
(lebih vulgar sih)
Mei 30, 2007 at 1:07 pm
Wadefak sudah diakuisisi orang
Mei 30, 2007 at 1:17 pm
[...] Selamat Datang Omaigat Selamat datang. Itu yang ingin saya ucapkan pada para ”Koki” di belakang Blog Omaigat. Seperti yang tercantum di halaman pembuka, Omaigat sengaja dihadirkan sebagai jawaban atas ”mati”nya sang begawan Wadahel. [...]
Mei 30, 2007 at 1:51 pm
Mau dunk ikutannnn…. hihihihi
Mei 30, 2007 at 2:29 pm
hihii…. ternyata… berjuang bareng² tho… woke… didukung dah…
Mei 30, 2007 at 2:48 pm
oh my. ada lagi???? hehehe…
Mei 30, 2007 at 2:59 pm
Semangat!!!
eh, Bang Anto,Bang Geddoe,dan Bang bang yang Lain…
omaigat tak masukne blogrollku yes?
suwunz…
Mei 30, 2007 at 3:42 pm
bingung juga nih, yg pakai jilbab kok banyak juga yg mendukung satir ala wadehel yah ? bingung mode on
dari manakah kalian berasal ? wahai hawa …
Mei 30, 2007 at 3:46 pm
“Keberanian mungkin lumpuh, tapi bukan berarti keberanian tidak beregenerasi.”
Mei 30, 2007 at 3:52 pm
apa gitu hubungannya pake jilbab sama mendukung satir ala wadehel??? Emang yang pake jilbab artinya ga boleh setuju sama yang kaya gitu,, kenapa nih,,?? dianggep sesat?? dianggep sudah di-anjing-kan??
kalo emang iya,, then so be it,,
Mei 30, 2007 at 4:22 pm
Strunggle is never ending, Selamat berjuang.
Mei 30, 2007 at 4:28 pm
……..
Wah, sudah ada reinkarnasinya ternyata
Mei 30, 2007 at 4:41 pm
[...] habis wadehel terbitlah omaigat [...]
Mei 30, 2007 at 4:49 pm
*ketawa ndiri, abis lucu sih…*
Mei 30, 2007 at 9:44 pm
saya ikut mendoakan mas…semoga perjuangan kalian sukses…
Mei 30, 2007 at 10:08 pm
Diantara komentator di sini, mana Mas Teguhnya?
buat penggagas situs ini, semoga tidak melupakan WP sendiri. Hati2 dengan ’syndrome’ ketenaran….. saya suka dan ingin meniru semangat menulisnya yang yang perlu dicontoh …
Mei 30, 2007 at 10:14 pm
kroyokan karna takut ditinggal sang legenda?
Mei 30, 2007 at 11:41 pm
Pgn tau siapa seh musuh kalian yg sebenarnya…???
Sampai bilang Demi Indonesia segala…???
Emang siapa yg mau bunuh kalian..?? Siapa yg menghalalkan darah salah satu dari kalian…?? Siapa yg menjajah kalian..?? bisa tunjuk siapa orangnya/kelompoknya ga..??
Saya takut kalian kebablasan, besar kepala, jumawa, riya dll
Saya takut kalian kelewatan mungkin lebih keterlaluan dari yang kalian kritik…
Semua harus ada ilmunya, harus ada Dasarnya yang benar..!!
Mei 31, 2007 at 1:43 am
betul! jgn bicara kalo tidak ada ilmunya. diam adalah hikmah!
Mei 31, 2007 at 8:52 am
musuh terbesar sebenarnya diri sendiri …
ego sendiri, yang pada gilirannya nanti menafikkan orang lain …
kebodohan dan kemiskinan dalam menghormati ide orang lain juga jadi salah satu pemicu kesombongan diri … ini musuh juga …
Mei 31, 2007 at 9:28 am
Saya dukung perjuangan kalian ….. merdeka.
Mei 31, 2007 at 10:21 am
Wuihhh, apa kalian gak cuapek?
Ya sudahlah…Saya tunggu Ko-itnya. Sama kok sama pendahulunya.
Mei 31, 2007 at 10:27 am
rupanya, ada juga penerus om wadehel.
Mei 31, 2007 at 10:40 am
antosalafy:::
untuk suatu kewajiban, ana ga boleh merasa capek
lho, kita semua punya kewajiban dakwah, kok. dan ga akan capek untuk berdakwah sesuai keyakinan yang ana anut. antum sendiri kok nggak capek? kok ga ko’it? pastilah, soalnya dakwah itu kewajiban kan? sama, di keyakinan ana, dakwah itu juga kewajiban
Mei 31, 2007 at 10:40 am
wah,, kita kedatangan sang petinggi ilmu,,
sayang, penggunaan kalimatnya ga mencerminkan akhlak yang baik,,
Mei 31, 2007 at 10:53 am
leyeh-leyeh ndhisik aahhh, ngopi-ngopi aahhh, sambil nunggu pertempuran yang lebih seru… mumpung bal-balane lagi sepi…
Mei 31, 2007 at 1:53 pm
apa???????
sedekah koment???????
ya udah , klo ga mau disapa atau ada silaturahmi dari blog lain..
**** ngacir
Mei 31, 2007 at 3:10 pm
oghh my makkkkk
Mei 31, 2007 at 3:12 pm
Omaigat, apa yang terjadi???
ada omaigat.. ada wadehel..
moga moga ga kalah bagus!!!!
Mei 31, 2007 at 5:27 pm
#papabonbon
heran neh, emang apa hubungannya pake jilbab ama ndukung satire ala wadehel?
emangnya yang pake jilbab lantas ga boleh nyatir ala wadehel?
tolong dijelaskan, korelasinya dimana…
saya kan masih polos…
Juni 3, 2007 at 7:58 am
betul2 wdh baru….
buktikan !
Juni 3, 2007 at 12:50 pm
[...] teman-teman yang memunculkan blog baru sebagai bentuk simpati dan upaya melanjutkan ide beliau secara keroyokan, saya ucapkan salut. [...]
Juni 3, 2007 at 3:38 pm
Juni 3, 2007 at 3:39 pm
*kaget*
walaah… lupa nutup tag diatas!!
(
Juni 3, 2007 at 5:25 pm
@ alex
Saking emosi ya Mas?
Juni 3, 2007 at 9:47 pm
@sora9n
emosi?? ah… siapa bilang??
ndak emosi kok waktu nulis itu. malah kayak ketawa sambil nampar2 muka beliau itu. aku ini kan orang “bidah”, jadinya kalo yang sadis-sadis itu ya udah biasa..
*kalem MODE ON*
Juni 5, 2007 at 1:35 pm
teruslah berdakwah sesuai dengan ajaran yang kalian anut..!
tapi tetap hargai perbedaan pendapat. toh, demi kepentingan bangsa, negara, dan agama juga toh? jangan saling gontok-gontak-an lah, OKAY!! piss
Juni 11, 2007 at 6:35 pm
Teruslah menulis!
Seorang teman pernah menulis begini:
==
“Pada mulanya adalah kata. Tapi dia bisa menjadi senjata. Begitu kata Nadine Gordimer”. “Bahkan seoarang Craig O Harra, salah satu pengelola penerbitan buku punk AK Press, dalam bukunya yang berjudul Philophies of Punk, menjelaskan bahwa menulis kata berarti membangun masa depan yang produktif, kreatif dan menyenangkan”.
Banyak kita saksikan ribuan penulis yang sampai kini pemikirannya masih menyala-nyala dan semakin membakar jiwa-jiwa. Al-Ghazali dengan Ihya Ulumuddin, Imam Al-Mawardi dengan Al-Ahkam Al-Sulthaniyyah, An-Nabhani dengan Nizham Islam, Karl Marx dengan Das Kapital, Tan Malaka dengan Madilog, Multatuli dengan Max Havelaar, Kartini dengan surat-suratnya, Soe Hok Gie dengan Catatan Seorang Demonstran-nya, Widji Tukul dengan puisi-puisi lugas dan protes-protesnya, dll. Bahkan sebagian menghasilkan kata-kata ketika dia berada di balik terali besi; Soekarno dengan Di Bawah Bendera Revolusi, Imam Samudera dengan Aku Melawan Teroris, Sayyid Quthb dengan Tafsir Fi Dzilalil Qur’an, dll.
===
Namun, sebagai Muslim, saya sendiri meyakini betul bahwa apa yang kita tulis pasti akan dimintai pertanggungan jawab oleh Allah Swt. Sabda Nabi saw.: “Siapa saja yang mencontohkan perbuatan yang baik kemudian beramal dengannya, maka ia mendapat balasannya (pahala) dan balasan serupa dari orang yang beramal dengannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan siapa saja yang mencontohkan perbuatan yang buruk kemudian ia berbuat dengannya, maka ia mendapat balasannya dan balasan orang yang mengikutinya tanpa mengurangi balasan mereka sedikitpun,”(HR. Ibnu Majah)
Jangan berhenti nulis! Tulislah kebenaran dengan penuh semangat dan cerdas.
Salam,
O. Solihin
Juni 16, 2007 at 7:52 pm
[...] 29 Mei, saya, berbekal celetukan mas Anto, mengakuisisi O-Mai-Gat!. Tujuannya sebenarnya adalah supaya siapapun bisa seperti Wadehel — dalam artian kritis dan [...]
Agustus 31, 2007 at 2:04 am
maksute piye ikih….?
mbangbunk gak mudeng blaz mak’e..
Februari 24, 2008 at 3:02 am
penerusnya wadehel togh…
thanks god…xixixi…
Februari 29, 2008 at 8:07 am
[...] Selamat datang. Itu yang ingin saya ucapkan pada para ”Koki” di belakang Blog Omaigat. Seperti yang tercantum di halaman pembuka, Omaigat sengaja dihadirkan sebagai jawaban atas ”mati”nya sang begawan Wadahel. [...]