Berdasarkan fatwa oleh Syaikh Abu Khitan Al-Aqiqah.
Kalau anda biasanya terlalu malas membaca yang panjang-panjang, atau membacanya asal-asalan dan urakan, lantas sok paham, mungkin ada baiknya saya menulis pendek saja. Siapa tahu anda benar-benar sibuk, bukannya tidak peduli dan rese
.
.
.
“Ada orang-orang yang bilang; ‘Kita itu mesti percaya semua doktrin yang aneh, mencurigakan, dan ngawur karena kita itu diperintahkan untuk percaya. Jadi lakukan saja perintah-perintah yang nggak adil dan nggak toleran itu, karena kita diperintahkan seperti itu!’ Nah, orang yang seperti ini memang sangat pintar sekali
Yakinlah, yang bisa membuat kita percaya yang nggak masuk akal, bakal sanggup membuat kita melakukan yang perbuatan yang aneh-aneh dan nggak manusiawi.
Kalau akal anda, yak, barang berharga yang dikasih Tuhan itu, sudi untuk percaya yang ngawur-ngawur, maka dia juga nggak bakal mencegah anda melakukan hal-hal keji yang sebenarnya hati anda (yang juga dikasih Tuhan itu) nggak merestui. Kalau sebagian dari jiwa anda sudah memberi ruang pada doktrin-doktrin yang begini, lama-lama seluruh jiwa anda bakal dikuasai.
Naaah, dari sinilah, muncul semua kejahatan-kejahatan atas nama agama yang ada di dunia ini.”
- Voltaire (dengan terjemahan bebas sekenanya)
.
.
.
Nah, dari sini, yakinlah, kalau anda sudah mulai bisa menjustifikasi bahwa Tuhan berniat menimpakan azab terberat di neraka pada seseorang yang ‘dosa’nya cuma sekadar memotret atau menggambar, lama-lama anda juga bakal berprinsip bahwa orang yang kolom agama di KTP-nya beda dengan anda itu, halal anda gorok lehernya, halal anda ludahi di jalan, dan haram anda tegur dan sapa
Insya Allah anda bakal jadi brutal, deh
Semoga dapat diambil hikmahnya. Btw seperti yang saya catat di atas, quote Aa’ Voltaire itu terjemahan bebas saja, lho. Saya artikan kalimat per kalimat
Sekian dan terima kasih.
Juni 10, 2007 at 6:48 am
Hmm,, kok ga dibikin penulisnya nih,, ntar dimarain lho,,
Ma tebak,, Geddoe ya??
Ma setuju kalo kita harus tetep mikir -kalo ga berusaha mikir dan ngerti sesuatu yang kita jalanin tiap harinya,, agak aneh aja-,, tapi masi banyak kan hal yang mungkin logis tapi blom nyampe aja di-otak kita yang sekarang,, -klise, tapi masih tetep ga boleh lupa-
yah,, semuanya harus berimbang kan,,
Juni 10, 2007 at 2:30 pm
GA LAH, NABI AAJ GA NGAJARIN BEGITU KLO ADA YG MENGGOROK KTP YG BEDA AGAMA APALAGI SAUDARANYA ITU MAH BAR-BAR BUKAN UMAT NABI…JANGAN MALU2IN NABI KITA DENGAN MELAKUKAN HAL2 YG TIDAK TERPUJI DONG…
ISLAM DI CAP JELEK DAN NABI DI GAMBARKAN MEMBAWA PEDANG DAN DIKERUBUTIN WANITA2 ITU JANGAN2 GARA2 KELAUAKAN UMAT ISLAM SENDIRI, JAGA NAMA ISLAM DAN NABI MUHAMMAD DONG..ORANG LUAR GA NGELIAT KAMU ITU SUNY, KAMU ITU WAHABY, KAMU ITU SYIAH OR KAMU ITU SALAFY, MEREKA TAHUNYA ANG KALIAN DAN KALIAN ITU TUKANG GONTOK2AN, MANUSIA BAR-BAR… MNYEDIHKAN BUKAN?
Juni 10, 2007 at 4:49 pm
Pendek saja komenannya…
Tuhan menciptakan akal untuk mengetes kebenaran bukan? Di samping petunjukNya yang turun lewat utusanNya.
Juni 10, 2007 at 6:04 pm
Waduh kalo akal nggak di pake, gila dung.
Juni 10, 2007 at 10:00 pm
ohohohohoho, mestinya yang suka memuji2 mursyid2nya itu baca posting ini juga komen bu evy
Juni 11, 2007 at 1:16 pm
Geddoe, klo mengkhayal itu jangan suka kebablasan dan melampaui batas. Tidak baik akibatnya.
Itu saja.
Salam.
Juni 11, 2007 at 5:09 pm
sekedar hiperbola kok, mas. jangan khawatir. temen2 di sini tetep punya pembimbing kok
Juni 11, 2007 at 9:15 pm
Kan ada guru mursyid, yang siap membimbing 24 jam nonstop.
Juni 12, 2007 at 1:11 pm
quote: “lama-lama anda juga bakal berprinsip bahwa orang yang kolom agama di KTP-nya beda dengan anda itu, halal anda gorok lehernya, halal anda ludahi di jalan, dan haram anda tegur dan sapa Insya Allah anda bakal jadi brutal, deh ”
separah itukah negeri anda? saya ga tahu kalo pikiran bebas anda lebih liar dan ngeri daripada sang ‘tertuduh’ yang tulisan ini ditujukan. emang ada orang yang kaya gitu?
Juni 13, 2007 at 11:35 am
Kalo dilihat sepintas memang ekstrim banget nih. Tapi saya yakin ini cuma metafora kok. Do you get the message?
Juni 13, 2007 at 3:31 pm
Bro, anda sekalian ini orang-orang pintar, cerdas dan kritis. Anda dikaruniai kepandaian untuk menganalisa keadaaan. Tapi kenapa yang di tulis yang itu-itu saja. Saya sudah baca situs wadehel, juga artikel-artikel di blog ini. sama saja. protes sana-sana, gunjing sana-sana. Memang benar-salah itu tergantung dari sudut mana melihatnya. Namun daripada anda menggunakan waktu untuk menulis artikel yang ujung-ujungnya membuat orang di sebelah sana marah, kenapa tidak membuat tulisan yang membuat semua orang mendapatkan manfaatnya. Saya rasanya tahu siapa anda dkk, dan saya yakin anda punya peluang untuk memberi manfaat pada orang sana dan sini. thx.
Juni 13, 2007 at 3:50 pm
@gatot burisworo,
… dan O-Mai-Gat! tidak meniru berusaha meniru kok mas … *setidaknya itu yg saya harapkan*
tidak semua artikel di sini hanya berisi protes sana-sana, gunjing sana-sana …
Juni 13, 2007 at 5:35 pm
That’s the difference beetween dumb extremist(nearly sect) and the one should be right…
Dan masalah itu selalu pada “masalah sampingan”, dan bukan masalah utama….
Dan cek dulu, ga selalu benar, dan kadang yang rasanya “ga wajar” itu bisa jadi “masuk akal” dalam kondisi tertentu…
Contoh: Kita dilarang makan ibab karena sakit!
theory: Kan dengan pengolahan modern, mau kata si pita cacing atau apapun itu bisa disterilkan!
Fact: – retrovirus=pada DNA!
Juni 13, 2007 at 8:11 pm
burisworo kok keknya nama ini familiar.
Juni 18, 2007 at 9:45 am
hehehe. memang benar, memahami agama jangan setengah-setengah. sama dengan mendengar pendapat seseorang, jangan terlalu yakin kebenarannya. temukan dulu sumbernya. kalo sumbernya saja tidak jelas, yah…. kenapa musti didengarin? mari bersikap ilmiah ^ ^
ahaha bagi saya, di balik semua larangan ada hikmahnya. larangan tidak memakai helm, misalnya ada hikmahnya ketika kita benar-benar mengalami. yah, bagaimana lagi? manusia kan suka melanggar. boro2x larangan yang dibuat manusia, yang jelas2x perintah Tuhan saja suka dilanggar hehehe. sepertinya mesti “disentil” dulu baru terasa “oh ya, benar yah ada larangan spt ini benar adanya”.
“manusia dikala sehat, lupa akan kenikmatan yang diberikannya. dikala sakit, merindukan akan kenikmatan dimasa sehat.”
yah manusia ini memang terlalu punya akal, jadi membanggakan akal. maka benar sekali jika manusia selalu memandang akal adalah nomor 1. seperti kisah sapi betina, selalu menuntut sapi yang bagaimana? mempersulit sendiri akan tugas yang sebenarnya kecil dan sepele.
terus bagaimana? ngga tau yah… ane bukan ahli masalah ini heheh
silahkan coba. kesan pertama begitu menggoda. selanjutnya… terserah anda
Juni 21, 2007 at 3:43 pm
[quote]GA LAH, NABI AAJ GA NGAJARIN BEGITU KLO ADA YG MENGGOROK KTP YG BEDA AGAMA APALAGI SAUDARANYA ITU MAH BAR-BAR BUKAN UMAT NABI…JANGAN MALU2IN NABI KITA DENGAN MELAKUKAN HAL2 YG TIDAK TERPUJI DONG…
ISLAM DI CAP JELEK DAN NABI DI GAMBARKAN MEMBAWA PEDANG DAN DIKERUBUTIN WANITA2 ITU JANGAN2 GARA2 KELAUAKAN UMAT ISLAM SENDIRI, JAGA NAMA ISLAM DAN NABI MUHAMMAD DONG..ORANG LUAR GA NGELIAT KAMU ITU SUNY, KAMU ITU WAHABY, KAMU ITU SYIAH OR KAMU ITU SALAFY, MEREKA TAHUNYA ANG KALIAN DAN KALIAN ITU TUKANG GONTOK2AN, MANUSIA BAR-BAR… MNYEDIHKAN BUKAN?
[/quote]
wah ibu evy jangan emosi, saya jadi takut bu..
saya sependapat dengan ibu evy..
Juli 1, 2007 at 5:48 pm
Hmm, kayaknya ada banyak istilah etika di sini. Adil, manusiawi, toleran, itu tiga kata yang terekam oleh saya.
Yang jadi masalah, siapa yang berhak menentukan standar atas kata-kata itu?
Apakah mencuri itu selalu salah?
Apakah membunuh itu selalu salah?
Apakah beristri banyak itu selalu salah?
Apakah hubungan seks di luar nikah itu selalu salah?
Apakah mabuk itu selalu salah?
Apakah berjudi itu selalu salah?
Apakah berbohong itu selalu salah?
Kalo memang iya, mengapa? Mengapa hal kayak gitu selalu salah?
Lihat khan, tidak mudah bagi kita untuk mengadili setiap permasalahan etika. Karena itu saya nggak percaya dengan adanya etika universal yang bisa disimpulkan sendiri oleh akal.
Sebenarnya, apa batasnya akal itu?
1. Jika David Copperfield menembus tembok Cina, masuk akalkah itu?
2. Jika ada batu bisa melayang, masuk akalkah itu?
3. Jika ada orang bisa menyihir batu menjadi emas di depan anda, apakah itu masuk akal?
Lalu, menurut anda, bagaimana hubungan antara indera, kebenaran, dan akal? Di manakah posisi akal itu sebenarnya?
Darimana asalnya nilai-nilai yang anda bela itu? Jika anda seorang pacifist misalnya, mengapa anda selalu berkata perang itu salah? Tidak adakah perang yang benar?
Intinya, kenapa kita memilih suatu standar etika menjadi milik kita? Apakah kita benar-benar mengetahui kebenarannya, ato kita hanya dipengaruhi saja oleh perkataan orang banyak? Apakah kita sedang dibentuk standar etikanya oleh para media massa, ataukah kita sudah yakin pada standar etika milik kita?
Apakah nurani itu? Bagaimana seseorang bisa mengandalkan penilaian pada nurani? Bagaimana jika nurani itu hanya sekedar rasa takut? Rasa takut manusia untuk berbeda dengan kebenaran yang selama ini ia percayai. Sebagaimana seseorang ingin keluar dari agamanya, seperti itukah nurani itu? Bagaimana orang mengukur kebenaran hati? Kalo kebenaran logika, gampang. Satu tambah satu sama dengan dua. Mengapa orang kemudian jatuh kepada nurani, jika mereka bermasalah dengan satu, dua, tiga, seratus, seribu orang tokoh agama yang tidak mereka sukai? Sekali lagi, bagaimana kita yakin bahwa setiap diri kita mempunyai standar nurani yang sama?
Saya lihat, anda-anda penulis artikel omaigat masih agak bias, ketika berbicara permasalahan-permasalahan etika seperti masuk akal, adil, kasih sayang, bernurani, yah pokoknya yang seperti-seperti itu. Lalu mengapa kalian kemudian menyerang orang dengan standar etika yang berbeda dengan kalian? Kalian saja masih bingung untuk menentukan apa yang baik.
Ada tanggapan? Saya juga ingin dibetulkan kalo saya salah.
Juli 1, 2007 at 8:47 pm
sebenernya sederhana aja sih, jay…
musuh itu nggak usah dicari, kadang2 dateng sendiri, kok, hehehehehe
buat orang lain di sekitar kita merasa nyaman dengan keberadaan kita. jangan cari musuh
Desember 25, 2007 at 9:50 pm
[...] Singkat saja. [...]
Desember 26, 2007 at 7:17 pm
Giliran Fatwa berikutnya adalah: “haram” melihat perempuan… haditnys ada. Kita tunggu saja penafsiran dan fatwanya … heheeh
salam kenal eh udah kenal ding kan ini gantinya wadehel toh?
*kejam = ketinggalan jaman*
Desember 26, 2007 at 7:34 pm
*ngakak liat pak kurt ketinggalan*
Januari 19, 2008 at 11:52 pm
[...] Singkat saja. [...]