Mau hidup di negara ini anda tidak boleh miskin, meskipun memang di dalam UUD45 pasal 34 tertulis; “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.“
Pun meskipun hampir 90% mengaku beragama Islam, dan di Al-Qur’an ditemukan sekitar 39 ayat yang memerintahkan untuk mendirikan sholat dan memelihara fakir miskin dan yatim piatu.

.
.
.
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israel (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.
QS 2:83
.
.
.
Kalau menurut BPS , ada 14 kriteria untuk menentukan keluarga/rumah tangga miskin, yaitu:
- Luas bangunan tempat tinggal kurang dari 8 meter persegi per orang.
- Jenis lantai tempat tinggal terbuat dari tanah/bambu/kayu murahan.
- Jenis dinding tempat tinggal dari bambu/rumbia/kayu berkualitas rendah/tembok tanpa diplester.
- Tidak memiliki fasilitas buang air besar/bersama-sama dengan rumah tangga lain.<
- Sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik.
- Sumber air minum berasal dari sumur/mata air tidak terlindung/sungai/air hujan.
- Bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar/arang/minyak tanah.
- Hanya mengkonsumsi daging/susu/ayam satu kali dalam seminggu
- Hanya membeli satu stel pakaian baru dalam setahun
- Hanya sanggup makan hanya satu/dua kali dalam sehari.
- Tidak sanggup membayar biaya pengobatan di puskesmas/poliklinik.
- Sumber penghasilan kepala keluarga adalah petani dengan luas lahan 500 m2, buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan, dan atau pekerjaan lainnya dengan pendapatan di bawah Rp. 600.000,- (Enam Ratus Ribu Rupiah) per bulan.
- Pendidikan tertinggi kepala keluarga : tidak bersekolah/tidak tamat SD/hanya SD.
- Tidak memiliki tabungan/barang yang mudah dijual dengan nilai minimal Rp. 500.000,- (Lima Ratus Ribu Rupiah), seperti sepeda motor kredit/non-kredit, emas, ternak, kapal motor, atau barang modal lain
Tidaaaaak, anda jangan sampai termasuk dalam 14 kriteria tersebut…!
Lho, bukannya kalau termasuk dalam kategori tersebut, akan dipelihara negara dan disantuni umat?
Bwahahahahaha! Ketiga-tiganya itu hanya teori… Jadi anda jangan coba-coba miskin, karena ga akan ada yang mengurus anda. Di sini, semua perlu duit. Ga ada yang gratis kecuali menghirup oksigen. Sekolah perlu duit, berobat perlu duit, mau bikin KTP perlu duit… Cuman orang berduit aja yang bisa hidup disini! Bila anda tidak punya duit jangan harap anda bisa survive…!!!
Pokoknya, anda HARUS KAYA. Caranya…? Terserah anda, asal HALAL (tanyakan saja pada rumput yang bergoyang hati nurani… Bagi yang masih punya, tentunya…)
.
.
.
Kenapa Tuhan menciptakan fakir miskin dan anak2 terlantar? Karena Tuhan ingin ada orang2 seperti anda yang akan berbagi dengan mereka…
Juni 12, 2007 at 4:51 pm
Kriterianya lucu2, ternyata definisi dari orang miskin adalah orang yg punya 14 kriteria lucu itu. Hhh…Indonesia…
Juni 12, 2007 at 4:51 pm
Semoga ada banyak orang seperti para koki Omaigat yang akan berbagi dengan mereka…
Juni 12, 2007 at 5:08 pm
sumpe itu kriterianya?? dan masih ada orang yang memenuhi kriteria itu?? OMG,, ngenes betul,,
(btw, kalo menurut Shakira, definisi miskin itu kalo penghasilan per-hari dibawah US$2, jadi kira kira 20 rebu tiap hari,,)
tapi Ma kesel,,!! masalah Askin,, Ma ga suka kalo yang dapet Askin itu orang yang dateng ke rumah sakit pake mobil,, ga mikir apa negara bayar berapa banyak untuk itu!!! -maap OOT-
dan kalo bener bener yang namanya zakat itu dikeluarkan oleh orang yang agamanya islam dan disalurkan dengan baik, mungkin masalah ini bisa ditekan,, lumayan kan bantu bantu orang,,
Heeeh?
kok Ma ga ngerti ya maksudnya,,
Geddoe lupa majang nama lagi ya?? atau Ma salah tebak (lagi)??
Juni 12, 2007 at 5:09 pm
mo nanya neh…
korelasi syarat2 di atas itu ‘dan’ or ‘atau’
apa jika satu syarat terpenuhi, maka udah dapat dikatakan miskin, atau dikatakan miskin jika semua syarat terpenuhi?
kalo semua syarat harus terpenuhi untuk menjadi miskin, wah…brarti orang miskin cuma dikit donk di Indonesia…?
Juni 12, 2007 at 5:10 pm
waks,, salah ternyata,, bukan Geddoe,,
aduuh,, titik titik itu makin banyak yang pake,, Ma makin bingung,,
Juni 12, 2007 at 5:17 pm
Ini Bu Evy yang nulis….
Baidewei, tabung oksigen juga beli pakai duit bu..
Juni 12, 2007 at 5:21 pm
makanya,, ditambah lagi,,
jangan miskin,,
jangan sakit,,
jangan bego,,
jangan apa lagi ya?? Hmmm,,,
Juni 12, 2007 at 6:10 pm
@ Ma
*tersenyum cengir cengir*
salah nebak yeee… *siul siul*
tapi masih banyak sekali orang miskin yang tidak dipelihara oleh negara. belum lagi anak-anak terlantar yang seringkali jadi korban perjual-belian anak-anak. kalau soal itu gimana ya?
Juni 12, 2007 at 6:55 pm
hehehe…. keren ih. Di sini, semua perlu duit. Ga ada yang gratis kecuali menghirup oksigen. oksigennya aja sudah tercemar.
Juni 12, 2007 at 7:15 pm
wakakakakaka, ternyata saya masuk 3 dari 14 kriteria,
1. masak masih pake kayu bakar, terutama buat masak air minum, itupun masaknya gak di dapur, tapi di halaman belakang rumah (mirip orang primitip).
2. makan ayam ato daging paling cuma sekali sebulan, dan gak pernah minum susu.
3. beli baju cuma sekali setahun, bahkan pernah setahun gak beli baju baru.
saya jadi kepikiran, apakah niat hidup sederhana yang saya lakukan ini malah menyebabkan saya jadi masuk golongan orang miskin? asik juga tuh.
Juni 12, 2007 at 8:09 pm
Bikin surat keterangan miskin aja perlu duit.
Lah, ini koq seperti tebak-tebakan duluan mana ayam daripada telur.
Tanya ken…napa
Juni 12, 2007 at 8:35 pm
Ehm, ini tulisan Bu Evy. Namun melalui editan saya… Titik-titik itu jangan dijadikan patokan, ah
Btw kriteria-kriteria itu serius, lho. Aneh dan konyol, IMO
Untuk ‘resmi’ menjadi miskin katanya perlu memenuhi 9 dari 14 kriteria. Ada-ada saja.
Juni 12, 2007 at 8:58 pm
Mas ndaru mungkin sedang latihan menjalani hidup asketik-pertapa ?
Lha ini masalah lagi, kalau orang yang memang ingin mendapat pencerahan dengan laku seperti itu mungkin malah tidak merasa miskin…
Juni 12, 2007 at 10:11 pm
Sepertinya tidak ada yang mau miskin.
Juni 12, 2007 at 11:58 pm
Kayaknya kriteria iu hanya proyek, uangnya klo pun ada proyek bantuan kepada keluarga miskin itu, apa nyampe apa engga yaa… ? very complcated situation…hiks…
Juni 13, 2007 at 12:00 am
BETAPA MISKINNYA KITA
Suatu ketika seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah kampung dengan tujuan utama memperlihatkan kepada anaknya betapa orang-orang bisa sangat miskin. Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin. Pada perjalanan pulang, sang Ayah bertanya kepada anaknya.
“Bagaimana perjalanan kali ini?”
“Wah, sangat luar biasa Ayah.”
“Kau lihat kan betapa manusia bisa sangat miskin,” kata ayahnya.
“Oh iya,” kata anaknya. “Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?” tanya ayahnya.
Si anak menjawab:
“Saya saksikan bahwa kita punya kolam renang yang luasnya hanya sampai ke tengah taman kita, tapi mereka memiliki telaga yang tidak ada batasnya. Kita mengimpor lentera-lentera untuk taman kita dan mereka memiliki bintang-bintang pada malam hari yang jauh lebih menarik. Kita memiliki patio yang hanya sampai ke halaman depan, dan mereka memiliki cakrawala yang utuh.
Kita hanya memiliki sebidang tanah untuk tempat tinggal, dan mereka memiliki ladang yang melampaui pandangan kita. Kita punya pelayan-pelayan untuk melayani kita, tapi mereka melayani sesamanya. Kita membeli untuk makanan kita, mereka menumbuhkannya sendiri. Kita mengandalkan tembok-tembok tinggi untuk melindungi kekayaan kita dan mereka memiliki sahabat-sahabat untuk saling melindungi.”
Mendengar hal ini sang Ayah tak dapat berbicara.
Kemudian sang anak menambahkan, “Terima kasih Ayah, telah menunjukkan kepada saya betapa miskinnya kita.”
(dari email seorang teman)
Juni 13, 2007 at 4:17 am
Kalo “bercita-cita” miskin gimana?
Contohnya, ada yang punya Sepeda motor, buka warung, pakai HP, ngaku “miskin” *sambil marah-marah* supaya dapat santunan.
Yang begini tidak sedikit lho
Juni 13, 2007 at 4:25 am
emang lucu dan gimana coba ngedata-nya wong yg ngadat ngaih kartu askin bisa dibayar, jd duit lagi….
mudah2an kit semua perduli sesama, dan menolong ga usah pake kriteria… seperti Sifat Allah yang berbagi tanpa melihat manusia itu bagaimana…
ya ma…itu khan dia beli kartu askinya, sorry udah diralat itu kebalik kata inginnya,titik2 difo yg ngasih kekekekek…
Betul banget ma, andaikan ada badan zakat yg bisa di percaya dan di kelola dengan baik, orang juga tahu zakat itu tidak sekedar zakat fitrah tapi lebih penting lagi zakat harta… bisa bahu mebahu dengan pemerintah dan kita smeua jujur, andaikan…tapi kita khan masih di dunia…. mana bisa jujur…
jangan miskin, jangan sakit, jangan bodo, jangan males, tapi semua ujung2nya karena miskin ma,karena miskin jd kurang gizi, jadi bodo dan jd males…
aku ga ikut bikin syarat mari kita tanyakan pada mereka beramai2 dan apa pelaksanaannya?
ikutan siul2 sama chika
soal itu khan suda tahu semua hanya teori… prakteknya? dunno
Juni 13, 2007 at 4:31 am
iya semua perlu duit… duit…duit… UUD
nah itu dia akhirnya yg dapet surat keterangann tunjangan adalah orang yg punya duit khaan?
wah keren ya spt camping, aku bangga padamu nak, tapi belum sampai 9 dan kamu juga bisa kuliah, sukses ya ndaru mudah2an bisa bermanfaaat untuk orang kampungmu
mas ndaru adalah pejuang, aku salute
ada tuh baca komen cak Moki deh
orang miskin yg kaya, orang kaya yg miskin
iyo cak banyak itu…bisa beli macem, tapi klo giliran berobat ngaku miskin, miskin mental banget…
Juni 13, 2007 at 4:50 am
kalo kenal baik, suka saya guyoni:
“moga tercapai cita-citanya”
Biasanya trus gak jadi … malu kali
Juni 13, 2007 at 8:40 am
miskin khan takdir bu dokter
Juni 13, 2007 at 8:55 am
@Bu Evy
“tapi semua ujung2nya karena miskin ma,karena miskin jd kurang gizi, jadi bodo dan jd males…”
wah.., jgn sangkut pautkan miskin shg mengakibatkan males dong bu, nanti tambah jatuh mental bangsa kita. Saya dulu juga miskin, tapi ga males, krn ga males skrg gwa berkecukupan kok. Yg penting “fight to the top”
Tapi kalo mo berobat ke dokter gw ga berani ngaku2 miskin tuh, takut di mal praktek. Kalo org kaya kan dokternya ga berani macem2 takut di tuntut balik. (maaf bagi yg profesi dokter… beginilah realita secara umum di sini)
Juni 13, 2007 at 9:17 am
[...] “needy family” di tanah air tercinta? Dengan kriteria MISKIN seperti yang ditulis di OMAIGAT. Kalau pemerintah daerah maupun pusat benar-benar tidak mampu (entah ya… klo dananya [...]
Juni 13, 2007 at 9:21 am
@ Ma
Saya juga ketipu nih, saya kira yang bikin Mas Geddoe. Tapi begitu baca sampe abis, sepertinya gayanya beda.
@ Bu Evy
Setahu saya juga sama dengan Ma, soal kriteria miskin itu (yg $2 itu). Eh, butuh 9 dari 14? Yang bener nih? Berarti saya belum termasuk miskin ya Bu?
Saya masih binun kalimat terakhir Bu..
Juni 13, 2007 at 9:26 am
Yang ini sepertinya saya setuju deh…
Ayo berbagi…!
Juni 13, 2007 at 9:28 am
Iya CY…, maksudnya bukan gitu…itu justru menyemangati agar jangan males, kadang orang kurang gizi lesu lemah letih lelah bawaannya males ngapa2in…jadi seperti lingkaran setan saja, tapi memang belum tentu yang miskin males… malah banyak yang rajin tetap miskin, karena tidak ada peningkatan pendidikan…
Juni 13, 2007 at 9:40 am
kriteria miskin tidak general…disatu daerah dengan daerah yang lain beda. Atas dasar apa BPS menentukan kriteria2 tsb
Juni 13, 2007 at 10:23 am
Menurut saya kriteria miskin itu cuman satu sih. Penghasilan bulanan kita tidak cukup utk memenuhi kebutuhan dasar(baca=primer) kita setiap bulan (ingat, kebutuhan dasar yg primer, dan itu ga relatif ya…). Ini kan ilmu Ekonomi dasar. Misalnya penghasilan 1 jt perbulan tidak akan cukup utk keluarga dgn 3 anak yg semuanya sekolah.
Lha kalo mesti ikut sampe 9 kriteria diatas itu piye tho??
itu bukan miskin lagi, tapi Super Sangat Miskin Sekali.
Juni 13, 2007 at 11:10 am
kalo kita miskin akal itu malah lebih parah dari miskin harta…
Juni 13, 2007 at 12:15 pm
Seharusnya di pembukaannya bukan kriteria deh tapi perintah
Orang Miskin Pokoke ™ Harus :
Juni 13, 2007 at 12:38 pm
pemerintah sadar ga? kalo mereka punya kriteria orang miskin?
padahal rakyatnya tuh melarat bukan miskin lagi
Juni 13, 2007 at 1:39 pm
klo miskin ilmu atao yg lebih hebat lagi, miskin moral gmn?
Juni 13, 2007 at 2:18 pm
Kriterianya itu beneran yah?
Kenyataannya memang di ido gak ada koq yang membiarkan dirinya miskin heheh..
liat aja para koruptor ituJuni 13, 2007 at 2:42 pm
Miskin bukanlah sederhana. Hidup miskin ( semua aspek ) jangan pernah dijdikan cita2. Ia harus diperangi karena kemiskinan erat kaitannya dengan kekufuran ( gak bersyukur ).
Yang dianjurkan bagi manusia adalah hidup sederhana bukan hidup miskin. Hidup sesuai kebutuhan , ada skala prioritas (jangka panjang maupun jangka pendek) jadinya gak ada istilah hidup boros en royal.
Trus bagaimana buat yang gak punya pilihan ( penghasilan jauh dibawah ngepas, rumah gak sehat, gizi kurang, lemah, dst)?nah buat kita2 yang dikasih kemampuan berlebih ( fulus, ilmu dst ) mending bahu membahu untuk memberikan “alat bantu” buat mereka. Yang kaya raya gak usah repot2 bikin rumah gedongan atawa jalan2 ke LN yg tanpa tujuan, bersihkan saja hartanya dengan zakat, investasi ke UKM ato bikin sekolah gratis yang layak ( bukan yang berkualitas rendah), buat strategi pemasaran dst. Buat yang punya ilmu berlebih berikan pelatihan gratis buat mereka yang gak mampu. Tentu saja untuk merealisasikan ini gak mudah sih,harus ada sinergi antara pemerintah dan masy.
Miskin moral? carenye sma but beda contentnya, intinya sih gua cuma ngingetin gua sendiri, gua harus jg diri gua, bokap nyokap gua, ade kakak gua, sohib2 gua,dst. So buat yang ini bener2 mulai dari kita dulu.Yang udah keburu rusak? yo wis, di mana-mana kerusakan moral itu ada bung ( dr ringan sampai yg paling menjijikan hiiiii)ga pemerintah , swasta juga buanyak euy, kita bikin aja pertahanan buat mereka yg belum terkontaminasi. ceeee
Idealis banget yah? but yang perlu kita ingat, yang namanya dunia emang kayak gini. Sekarang gua lagi gak diIndonesia, disebuah negara yang konon terkenal kaya raya, tapi justru disini gue ngerasa wah indonesia kuayaaa buanget, potensi alamnya, pariwisatanya ( pokoke the top lah) cuma ga terpromosikan dengan baik aja.
Kalo pengen negara ini lebih baik ( dijamin ga ada negara yang sempurna)mulai dari diri kita aja, orang terdekat kita, sohib2 kita, nyok kita belajar jadi trend setter kebaikan, jangan mau cuman jadi follower(bawaannya jadi males gitu).Bikin or bawa ke kegiatan yang super2 produktif. Proses memang lama , bisa bertahun-tahun, tapi dari pada cuman bengong, lakukan mulai sekarang. Bisa lebih cepat kan?
Juni 13, 2007 at 3:52 pm
[...] kalian manusia, khususnya yang dilanda kemiskinan. Apakah sebagian dari anda masih mengingat Tuhan dan meminta pertolongan ? Ataukah anda lebih suka [...]
Juni 13, 2007 at 3:55 pm
[...] 13th, 2007 by kangguru Nyontek tulisan bu evi , dan komentarnya cakmoki di omaigat, tentang fakir miskin dan anak-anak terlantar yang dipelihara oleh negara itu, memang miskin itu [...]
Juni 13, 2007 at 4:43 pm
Jangan Miskin karena nggak punya kepribadian, maksudnya rumah pribadi, sopir pribadi, dan pribadi2 lainnya *ngerasa ngawur….dan langsung kabuuur*
Juni 13, 2007 at 5:24 pm
Lho,kita diperintahkan untuk kaya, kenapa harus miskin, meski ga ada larangan miskin…
Juni 13, 2007 at 5:49 pm
miskin itu kudu!
karena manusia itu hampa..
ditiup..pyuhh! musnah…
Juni 13, 2007 at 6:30 pm
Nggak ada yang ingin miskin. Kemiskinan dekat dengan kekhufuran dan terorisme …
Menurut kriteria BKKBN, salah satu indikator kemiskinan adalah bila seseorang tidak menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya?
Juni 13, 2007 at 9:12 pm
sungguh-sungguh terjadi…..
percaya nggak, kalo seminar tentang Pengentasan Kemiskinan dilakukan di Hotel-hotel Berbintang 5, dengan anggaran sekian ratus juta rupiah???
Mana yang betul?? Pengentasan Kemiskinan atau Pemberantasan Kemiskinan??
Yang ngetrend sih pemberantasan kemiskinan, jadi kalo anda miskin wajib hukumnya diberantas, sarkasme-nya DIBUNUH(TM)!!!
ada kriteria ke 15, warga miskin harus punya hubungan saodara dengan sekurang-kurangnya pak RT, pak RW ataupun pak Lurah. apabila kriteria ke 15 ini terpenuhi, maka kriteria ke-1 s/d ke 14 hukumnya ndak wajib…
yang lucu adalah no 11, padahal puskesmas kan gratis atau paling2 bayar 2500 rupiah thok thil!
no 14 lucu lagi, jadi nelayan yang punya perahu, atau tukang ojeg yang punya motor, dan pak tani yang punya kambing dan kerbau tidak masuk kriteria ini.
nyang positif:
apabila anda pemegang kartu askeskin, maka seluruh biaya pengobatan anda akan ditanggung 100% oleh askeskin tersebut, contoh siang tadi saya melihat acara kejamnya dunia di transtv, seorang ibu yang menderita kanker payudara yang telah menyebar sampai ke tulang belakangnya, seluruh biaya operasi dan terapinya (ada kemoterapi, radioterapi) seluruhnya ditanggung askeskin! tapi emang ibu ini dari keluarga yang benar2 miskin, suaminya hanya berpenghasilan 25ribu rupiah perhari sebagai penambang pasir di muara kali opak.
Juni 13, 2007 at 9:37 pm
ya betul jangan sampai miskin! sebab miskin sama dengan kekalahan, kejumudan dan kerendahan….
Tapi bukankah kemiskinan harta masih bisa ditanggulangi oleh tetangga, tapi miskin hati2 bisa menyengsarakan orang sejagat….. yaa cuma itu deh bu evy ….
(menjawab spam)
Juni 13, 2007 at 9:55 pm
“Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”
iseng-iseng buka kamus bahasa indonesia:
DIPELIHARA = DILESTARIKAN AGAR BERKEMBANG ATAU DIJAGA AGAR JANGAN SAMPAI PUNAH
UUD 1945 mengamanatkan agar fakir miskin dan anak-anak terlantar harus terus dipelihara, dijaga agar selalu ada, dan kalo dimungkinkan jumlahnya diperbanyak!
jadi di sini, negara dalam hal ini pemerintah dipandang telah menjalankan salah satu amanat UUD 1945 dengan murni dan konsekuen.
betul tidak???? halooooo…..
Juni 14, 2007 at 1:16 am
pokoke jangan miskin, harta, jangan miskin hati, jangan miskin moral, jangan miskin hati… kita harus kaya, ga usah gpp miskin harta yg penting kaya hati… miskin disini ukurannya kurang to… bagaimana bisa kaya kalau merasa kurang, pokoknya ga usah miskin… jadi meski kurang harus merasa kaya gitu…halah pusing juga ya…
Terimaksih sudah melengkapi dan sharing
Saya setuju
aku ga tahu ga kerja di departemen sosial , tu hasil googling
Juni 14, 2007 at 6:58 am
Paling tidak, biarkan kita terjauhkan dari MISKIN HATI, sambil tetep bersikeras menjadi kaya…
Juni 14, 2007 at 8:24 am
@Mas Agus
Lho Mas, kalo penghasilan 25 rb per hari menurut kriteria di atas ga termasuk miskin (memang kriteria goblog tuh, ga sepantasnya memasukkan angka).
Juni 14, 2007 at 1:08 pm
Yang nggak mau miskin dan yang mau kaya raya “Jadi Pengusaha Yuk!”
Salam
FM
Juni 14, 2007 at 2:59 pm
ya jangan miskin hati, pikiran dan harta…
thanks…
sepakat… gimana caranya…
Juni 14, 2007 at 3:05 pm
Klo’ negaranya sendiri miskin, gimana??? siapa yang pelihara?? Siapa bilang klo’ Indonesia sebenernya negara kaya tapi rakyatnya miskin??? Kan di sini yang kaya cuma PEJABAT negara.
Juni 14, 2007 at 6:45 pm
Apakah yang pada komen di sini pernah makan raskin (Beras untuk Rakyat Miskin?). Aku sudah loh. Mengapa orang miskin tetap miskin?
Juni 14, 2007 at 8:19 pm
mmm….Miskin itu erat hubungannya sm Kesehatan mental..
kalo banyak yg miskin, banyak jg yang mentalnya ga sehat..
*sigh*
Juni 15, 2007 at 9:28 am
Numpang nimbrung nih Bu…
“mmm….Miskin itu erat hubungannya sm Kesehatan mental..
kalo banyak yg miskin, banyak jg yang mentalnya ga sehat..
*sigh*”
Masak sih?
*deg-degan.. takut disangka gila*
Juni 15, 2007 at 11:56 am
@Pramur
ya begitulah. Ketika seseorang hidup miskin atau, katakanlah, tidak berkecukupan, biasanya cenderung mengalami tekanan2. Mungkin ada ringan saja sehingga tidak sampai tahap depresi, tapi tekanan pasti ada walaupun sedikit.
mental yang berada di bawah tekanan jelas ga sehat. karena menjadi sulit berpikir jernih dan cenderung cari
mieinstan.kalaupun ada yang tidak sampai begitu ya itu kasus khusus.
Juni 15, 2007 at 3:20 pm
Bikin reality show, Gubug Pak Menteri, para menteri disuruh hidup miskin selama seminggu aja.
Biar kerjanya niat.
Terinspirasi dari demonya korban Lapindo yang memaksa Timnas makan nasi bungkus mereka yang basi.
Juni 16, 2007 at 8:33 am
Kalo yg diatas adalah kategori org miskin,
Nah ini adalah kategori org kaya :
1. Punya stok “senyum” untuk jangka panjang
2. Selalu berpikir positip
3. Tahan Lapar
4. Selalu puas dengan motor butut nya
5. Banyak temen
6. Sabar gituww
7. Gak punya utang
8. Punya isteri yg bisa menghibur dikala susah
9. Punya rumah dengan bentuk minimalis(gubuk) tapi milik sendiri
10.Koleksi parfum….pokoknya selalu harum dah *(bonus)*
Juni 16, 2007 at 6:20 pm
Ini seperti ungkapan kekesalan IBu2
Juni 16, 2007 at 10:05 pm
Saya yakin yang ngomong-ngomong/nulis-nulis tentang kemiskinan di tulisan ini (setidaknya para penulis dan para komentator di atas) belum pernah merasakan yang namanya hidup miskin. Cuma baru bisa menuliskan kriteria-kriteria kemiskinan saja. Bahkan kriteria miskin yang ditulis di artikel ini saya perkirakan hanya baru 25% bentuk gambaran kemiskinan di negeri kita.
Juni 16, 2007 at 10:40 pm
@Mbah Keman
kan yang bikin emang ibu2, Mbah..
@Mathematics
Ah, kok bisa yakin begitu? petugas sensus ya?
Biarpun belum pernah miskin kan gpp kalo mau nulis soal kemiskinan. Soalnya kalo miskin, jangan2 terlalu sibuk cari cara meningkatkan taraf hidup sehingga ga sempet ngajak yg kaya2 buat mikir.
Juni 16, 2007 at 11:03 pm
@ mbah keman bersabda
Yang nulis memang ibu-ibu
@ mathematicse
Itu kriterianya dari pemerintah, sih, mas…
Juni 16, 2007 at 11:14 pm
walah, iya ya?? perasaan Ma udah lumayan kriterianya,, emang apa lagi yang kurang,, (eh ini dari pemerintah kan kriterianya?)
wah,, harus pernah miskin??
kalo Ma harus pernah ngerasain semua jenis penyakit dulu buat ngasih diagnosis penyakit, susah juga ya,,
Juni 16, 2007 at 11:30 pm
Lucu… Miskin kok dikriteria.
Semua harus bayar? Uang edan!
Juni 17, 2007 at 6:10 am
BPS dalam hal ini, yang kalian sebut sebagai pemerintah, itu kerjanya cuma pakai statistika (perkiraan belaka).Jadinya statistiknya kemungkina besar bisa salah, perkiraannya juga jadinya ga bener, and mereka kebanyakan ngarang-ngarang doang (ini bukan kata saya, ini kata orang yang kerja di BPS sendiri loh).
Yang pasti, saya juga bukan petugas sensus. Nah, yang nyangka saya petugas sensus saya kira sepertinya (kira-kira saya saja) belum pernah disensus, jadinya ga bisa ngebedain ya..? Hehe…
Untuk yang pingin (ngerasain) miskin. Ya ga perlu dianalogikan harus ngerasain segala jenis penyakit sih. Bisa jadi analoginya salah. Tapi kalau mau coba, silakan, saya ga bisa ngelarang. Saya hanya bisa sarankan, jangan pernah coba-coba pengen ngerasain sakit apalagi pengen miskin, kasihan, takut ga tahan!!!! Hehe….
Nah, komentar-komentar semacam tadi, itulah ciri-ciri komentar orang kaya yang belum pernah ngerasain miskin, yang kurang bisa menempatkan diri pada posisi dan keadaan orang miskin. Katanya membicarakan kemiskinan, tapi bicaranya sambil ketawa-ketawa and ngeledek, jadi cuma kepura-puraan saja… hehe,,, (yang kurang berkenan dengan komentar ini berarti ya… itu tadi).
Juni 17, 2007 at 6:43 am
kalo di amerika
14 kriteria di atas buat apaan ya????
Juni 17, 2007 at 8:18 am
@ mathematicse
*scroll up*
*scroll down*
yang ngeledek sama ketawa ketawa yang mana sih??
@ erik
kriteria di atas buat orang amerika??? ga tau deh Ma,,
Juni 17, 2007 at 2:40 pm
@Ma!!!: Lihat lah pada avatar-avatar para komentator. Bukankah mereka pada ketawa….Hehe… (saya tak sembarang menulis lho…)
Juni 17, 2007 at 2:42 pm
@Ma!!!: ketawa bisa berupa: senyum-senyum, senyuman, dll.
Juni 17, 2007 at 3:00 pm
Ohh,, senyum juga dikategoriin ketawa ya,,
*baru ngerti*
kalo yang ngeledek?
Upps,, ga boleh OOT,,
jadi gimana tadi tentang kemiskinan??
@ mas pramur
kayanya ini mirip poin no 12 deh,, kan kalo di-kurs-in,, $2 per-hari jadi sekitar 600 ribu per-bulan,,
Juni 17, 2007 at 3:37 pm
@Ma!!!: Ngeledek itu kan bisa dengan cara tertawa atau pun dengan cara tersenyum. Hehehe…
Juni 18, 2007 at 12:16 am
yang nulis nenek2 mbah…seumuran lah sama simbah
mungkin tidak miskin tapi bergaul dengan orang miskin pak…tiap hari duduk bareng, melihat dan mendengar… apakah menurut bapak seorang penulis harus mendalami perannnya dengan jatuh miskin dulu baru boleh menulis? Dan sama sekali tidak ada menertawakan mereka, tapi berusaha mengajak berbagi dan tersenyum bersama, please deh be positif
Juni 18, 2007 at 9:32 am
ahahaha…. IMHO bila menuntut orang menggapai langit, lihatlah kemampuan diri sendiri. ahaha… jujur, saya memang lemah dalam hal ini. punya rejeki, belum bisa bagi2x ke fakir miskin. yah… saya sih maklumi saja bila ada yang kaya kok diam saja, n yg miskin kok tetap banyaknya bertambah. soalnya yah gimana, kembali pada diri sendiri. mau beraksi ngga? kalau memang benar-benar ikhlas ingin berbagi, silahkan lakukan sendiri. toh kembalinya buat sendiri, yang lain ngga kena efek juga. tapi toh, manusia. no action talks only. yah udah…. kambing mengembek, tukang jagal tetap memotong.
Kenapa Tuhan menciptakan fakir miskin dan anak2 terlantar? Karena Tuhan ingin ada orang2 seperti anda yang akan berbagi dengan mereka
saya lebih cenderung,
“Kenapa Tuhan menciptakan fakir miskin dan anak2 terlantar? Karena Tuhan ingin ada orang2 seperti kita semua yang akan berbagi dengan mereka”
toh yang beramal bukannya “kalian saja”, “saya” dan “anda” tidak namun “kita semua” yang wajibun harusun dan kuduyun, betul?
Juni 18, 2007 at 11:47 am
:shinobigatakutmati
thanks ralatnya…
setuju banget… kita semua…
Juni 18, 2007 at 5:54 pm
@Evy: Betul Bu, untuk menulis kemiskinan, tak perlu sang penulis iu jatuh miskin dulu. Tapi, bila yang ditulis oleh sang penulis, secara eksplisit ada ungkapan tertawa segala macem itu bisa menyakitkan bagi orang miskin yang membacanya.
Jadi, niat baik kita menulis kemiskinan bisa tidak baik di mata orang lain gara-gara apa yang kita tulis kurang memperhatikan perasaan orang. Perhatikan ucapan/tulisan/lidah kita,karena lidah katanya lebih tajam dari pada pedang.
Juni 19, 2007 at 1:24 pm
Kalau “cuma” miskin materi sih masih mendingan, lha kalau kemiskinan materi tadi menggiring pada suatu degradasi moral dan mental maka itulah miskin yang sebenar-benarnya
Oh ya mengenai 14 kriteria miskin yang ditetapkan oleh BPS itu sifatnya “atau” ataukah “dan”? Maksud saya apakah suatu keluarga/orang dikatakan miskin jika sudah memenuhi semua kriteria atau minimal berapa kriteria? (sebenarnya pertanyaan ini seharusnya ditanyakan kepada BPS hehehehe)
Menurut saya ada beberapa poin yang tidak mewakili kriteria miskin:
Poin 4:
Bisa bertabrakan dengan suatu kultur kebersamaan di suatu daerah
Poin 5:
Hal ini sangat tergantung pada kebijakan dan kemampuan pemerintah dalam memperluas jaringan listrik. Di daerah saya ada suatu desa yang sangat terkenal sebagai desanya orang2 kaya (karena hasil pertanian dan perkebunannya mantap), tetapi di desa tsb tdk ada jaringan listrik.
Poin 6:
Sangat aneh karena sumur (secara general) disamakan dengan mata air tdk terlindung, sungai dll.
Apakah sumber air minum yang dikatakan sehat dan dikonsumsi oleh orang yg tdk miskin adalah air minum mineral buatan pabrik?
Poin 12:
Agak sedikit kurang tepat jika hanya mematok pada nila Rp. 600.000 saja. Seharusnya dikaitkan dengan tingkat pengeluaran. Bukankah 600 rb utk hidup di Jakarta sangat berbeda dengan 600 rb utk hidup di kota kecil?
Poin 13:
Ini semakin lucu…
Kita sekolah tidak untuk menjadi kaya lho…
(walau tetap ada korelasi antara tingkat pendidikan dan tingkat ekonomi)
Kalau kita mau menelisik (menyelidiki), terutama di daerah2 maka kita bisa menemukan banyak orang yang “hanya” lulusan SD yang menjadi kaya…
Terakhir….
Ah pemerintah ini ada2 saja dalam menetapkan kriteria miskin…
Eh, saya termasuk menertawakan kemiskinan gak ya?
*garuk2 kepala
PS:
Saya pernah merasakan makan 1 bungkus mi instan utk 4 orang dan juga makan nasi kemarin yang dihangatkan…plus lauk hanya garam+bawang putih
Juni 19, 2007 at 9:19 pm
emm…..menurut saya Tuhan yang Maha Baik tidak menciptakan manusia itu takdirnya miskin ato kaya.
Manusia miskin karena dimiskinkan oleh situasi, terutama di Indonesia ini.
Gw lagi baca buku “membangun masyarakat, memberdayaka rakyat” (haha, jadi malu, terpaksa ni untuk bahan tesis). karangan sapa, lupa. Jadi biarpun kita uda ‘membantu’ mereka yang miskin dengan kasi modal untuk bikin warung or kambing, tapi tetep aja kalah sama mereka yang bermodal gede. Dan parahnya, negeri ini dikuasai oleh mereka yang bermodal.
Gw gak pinter menyusun kata-kata, makanya usul dan rekomen aja, temen2 baca sendiri buku seri orang miskin karya Eko Prasetyo terbitan Resist Book. palagi yang judulnya Pengumuman, Tidak Ada Sekolah Murah, seri komiknya.
Well, membaca buku-buku tersebut, bagi sebagian orang ungkin akan berpendapat, gak ilok, kemiskinan kok dibuat komik yang lucu banget (sambil cekikikan minimal nyengir).
Tapi bagi saya, cara orang menyuarakan kegelisahan itu macam-macam. Dan tujuannya adalah untuk (minimal) menyentil kesadaran kita (saya kaleeee) tentang kenyataan di sekitar saya dengan cara yang ‘elegan’, ‘ringan’ so mudah diterima tanpa terkesan menggurui, menghakimi, dan tendensius.
hehehe….gitu aja. saya ga promosi loooooo ^^
Juni 27, 2007 at 9:40 am
Ngga cuma ngirup oksigen yang gratis…. Kentut juga masih gratis kok, setidaknya di kawasan rumahku….
Juli 17, 2007 at 9:05 am
Miskin ada 2 macam :
1. Miskin Hati
2. Miskin Harta
Yang paling berbahaya adalah miskin HATI….!
kini banyak yang miskin hati, sehingga tidak peduli dengan sesamanya..dan hanya mao mendapatkan hal yang hatinya menjadi senang saja tak peduli hati orang lain….
Karena sebenarnya hak kita dibatasai oleh hak orang lain, jadi jangan terlalu menuntut hak yang tinggi jika hak orang lain diabaikan oleh kita…….!
Agustus 26, 2007 at 12:46 pm
hoe he he he he kowe yo pancen bener orep jo nganti mrarat mundak indonesia jadi tambah gawat dan masyrakakat tambah bejad ha ha ha ha i m agree with you that life must be rich don;t poverty ha ha ha udah ya
Agustus 26, 2007 at 2:03 pm
MIskin….. BOleh, Kaadang Nikmat.
Tidur boleh dimana saja. MCk dimana saja, JArang terkena jantungan dan Stroke.
Makannaan jarang yang BerKolesterol.
Walah…. jadi miskin Aj Kok repot, Banyak Amat Syarat Miskin.
G Jadi Miskin Ah
Agustus 30, 2008 at 12:40 pm
MiSkIn mAnA Da Yg Mau……
SeMoGa Di iNdOnEsIA aNGka kEmIsKInAN tERus MenUrUN, aMiN !!!!
Februari 18, 2009 at 6:30 am
Kalau korelasi ke-14 syarat itu “atau”, brarti saya miskin donk??? Nggak mau ah! Alhamdulillah saya nggak miskin,,,
Tapi emang banyak lo yg rebutan jadi miskin, contohnya ya mereka2 yg (1) rajin dateng ke rumah-rumah sambil tangannya diangkat, minta duit. Padahal rumahnya sendiri labih bagus dari rumah orang yg dimintai duit (2) Kalo berobat maunya gratis, padahal HP selalu model terbaru (3) Ke sekolah bawa mobil, tapi SPP & uang pembangunan minta keringanan.
Dan jumlah orang2 seperti itu buuuuuuuuuuaaaaaaanyak banget. Hiii… jangan sampai kita jadi bagian dari mereka.