Wow, sebuah kabar dari kang guru cukup mengejutkan, GANJA AKAN DILEGALKAN! Ironisnya, inisiatif justru datang dari Badan Narkotika Nasional, yang seharusnya ada di garda terdepan perang melawan pemabukan bangsa mabuk ini.
Selain menggabungkan UU Narkotika dan UU Psikotropika, kabarnya, BNN juga berupaya memasukkan kajian melegalkan ganja ke dalam RUU Antinarkoba. Menurut hasil kajian sementara yang dilakukan BNN dengan Indonesian National Institute of Drug Abuse(Inida), manfaat ganja lebih banyak ketimbang sisi buruknya. “Sasaran awal kami didirikan pusat penelitian ganja yang dilindungi undang-undang,” kata Direktur Pengembangan dan Riset Inida, Tomi Haryatno.
Selama ini, banyak kalangan menutup mata dengan banyaknya manfaat ganja untuk berbagai bidang. Daun yang bisa disayur, batang ganja yang bisa dijadikan serat tali. Terang Tomi adalah sebagian manfaat dibanding dampak negatif dari asap ganja.
Dikutip dari situs resmi BNN di sini.
Luar biasa kan?
Tapi jangan keburu marah dulu, mari kita telusuri lebih lanjut. Benarkan manfaat ganja lebih banyak dibanding mudhoratnya?
Ganja, atau marijuana, atau hashish, atau Cannabis, adalah sejenis tumbuhan yang mengandung zat Tetra Hydro Cannabinol (THC). Zat inilah yang memiliki efek menimbulkan euforia atau kegembiraan berlebihan tanpa sebab bagi yang mengkonsumsinya.
Menurut pendapat yang masih diperdebatkan, ganja TIDAK menimbulkan efek samping ketagihan seperti jenis narkotika lain. Bahkan KONON bisa meningkatkan kreatifitas.
Dalam kutipan berita, salah satu alasan BNN melegalkan ganja adalah karena Belanda – negara penjajah panutan Indonesia itu – juga sudah melegalkannya. Tepi ternyata, siapa bilang?? BELANDA TERNYATA TIDAK MELEGALKAN GANJA! Telusuran hukumonline justru menyatakan sebaliknya. Belanda – negara penjajah panutan Indonesia itu – TIDAK melegalkan ganja.
Bahkan revisi tahun 1976 terhadap UU Opium Belanda menempatkan ganja ke dalam status illegal dan ada ancaman hukuman bagi produsen, penjual, serta penggunanya.
….
kebijakan Belanda yang demikian antara lain dimaksudkan untuk mencegah penghamburan biaya kriminalisasi penggunaan ganja.
Dikutip di sini.
Sementara itu, data negara yang melegalkan marijuana dari wikipedia juga masih nihil, seperti yang bisa dilihat di sini.
Tapi memang, ada saja beberapa upaya untuk melegalkan ganja, seperti yang dilakukan Cannabis political parties. CPP merupakan salah satu organisasi resmi di beberapa negara, termasuk Israel, Australia, Kanada, Spanyol, Inggris, Amerika Serikat, Irlandia dan Selandia Baru.
Lalu pertanyaan utamanya sekarang adalah, benarkan manfaat ganja lebih besar dari mudhoratnya?
Manfaat ganja, salah satunya bisa dilihat di sini.
Atau di dunia kedokteran juga JAMAN DULU, ganja digunakan sebagai penenang atau penghilang rasa sakit. Tapi itu duluuu.. Sekarang sudah modern, sudah ada obat-obatan lain yang bisa berfungsi dengan lebih baik kan? Iya kan pak?
Oh ita, ada lagi manfaat ganja yang paling utama, MANFAAT EKONOMI, bagi petani dan pengedar ganja yang memanfaatkan korban-korban euforia tadi. Nah itu dia manfaatnya!
Satu kutipan lagi dari sini:
Ada mitos yang sampai saat ini masih dipercayai secara membabibuta oleh masyarakat Indonesia, bahwa hingga tahun 1980-an, di daerah Aceh ganja mudah ditemukan di tepi-tepi jalan dan daun ganja menjadi komponen sayur dan masih umum disajikan. Mitos ini sama sekali tidak benar. Survey ke masyarakat-masyarakat Aceh di pedalaman menunjukkan, sangat sedikit dari mereka yang pernah melihat pohon ganja, apalagi pernah merasakan yang namanya sayur ganja.
Lalu apa komentar anda??
Ditanyakan oleh Fadil Parker Al Spidermanisi.
Juni 21, 2007 at 7:20 pm
saya sudah baca berita itu dari kemaren2.
tapi kalau dihalalkan?? waks…bisa-bisa di sudut-sudut kota penuh dengan manusia yang sedang melinting dan bakar-bakar ganja. syerem…
Agustus 11, 2009 at 2:54 am
semerusak apapun namanya narkotika, selama tidak merugikan orang lain ngapain harus ambil pusing. bagi yang mau make biarin aja, bagi yang ngga mau ya ngga usah. ngga ada paksaan kan. daripada kayak polisi2 goblok yang nangkep2in orang padahal mereka juga suka.
Agustus 26, 2009 at 5:16 am
Tolong mas ucapannya jaga..Polisi jg bnyk yg baiknya
Juni 21, 2007 at 7:28 pm
Jadi ingin bertanya setelah membaca ini:
sekedar pertanyaan konteks, mungkin malah menjurus OOT =)…
“Apakah legal = halal?…”
Juni 21, 2007 at 7:37 pm
halal kan bahasa arab?
Artinya apa?
Juni 21, 2007 at 7:56 pm
Terperangkap istilah lagi?
Kayaknya jangan dulu, deh. Stigma di masyarakat masih negatif. Penyuluhan dulu, kalau segitu niatnya
Juni 21, 2007 at 7:58 pm
Ga, hala cuma di judul kok, memancing di air butek saja..
Intinya seh, ganja dan kontroversinya itu, biar kita mikir..
Juni 21, 2007 at 8:12 pm
waktu itu open house republik mimpi ngebahas soal legalisasi ganja. trus ngundang orang dari bnn. penggedenya sih, lupa namanya siapa. dia bilang ya seperti di atas. karena ada efek positifnya, jadi ada wacana mau dilegelkan.
tapi menurut saya, pelegalan ganja itu namanya pembenaran untuk
telermeningkatkan ganja dari sayur jadi betul2 narkotik sekelas heroin. Lagi2, liat saja bahwa ternyata lebih banyak mudharat nya itu pelegalan ganja.*maap bahasanya berantakan,,otak masih ga waras abis uas*
Juni 21, 2007 at 8:28 pm
tapi menurut Ma Goio itu bener juga,, banyak yang legal tapi belom tentu halal kan?? vise versa,,
Ganja buat obat penghilang rasa sakit,, untung udah banyak yang bisa dipake buat gantiinnya ya,,
Juni 21, 2007 at 8:34 pm
[...] Resensinya: [...]
Juni 21, 2007 at 10:07 pm
Wah terus terang saya punya banyak pengalaman nih di dunia perganjaan. *tapi itu dulu ya.
*
Salah satunya fungsi utama ganja itu bisa bikin badan gemuk, telah terbukti karena dulu di daerah saya ganja digunakan untuk memasak nasi, seperti fungsi daun pandan sekarang ini. Dan hasilnya wah nasinya jadi enuaaaak tenan.
Dan satu lagi, teman saya yang hanya menghisap ganja, nafsu makannya benar-benar meningkat, dah hasilnya badannya juga gemuk sehat.
Masalahnya bahwa orang yang menghisap ganja, punya kecendrungan untuk menggunakan jenis narkotika yang lain. Yang jelas-jelas merusak lahir dan batin.
soal setuju atau tidak, saya belon bisa memutuskan.
Juni 22, 2007 at 1:51 am
Saya sangat heran kalo ganja dilegalkan. Mereka (yg berwacana legalisasi ganja) tidak tahu betapa capeknya kita yg dilapangan mengadakan penyuluhan, eh tiba-2 ada yg mau melegalkan.
Pandangan dari berbagai aspek:
1. Aspek medis. Dunia medis jelas-jelas melarang keras ganja karena menimbulkan adiksi (ketergantungan). Tidak ada manfaat sedikitpun bagi umat manusia kecuali bagi para pengedarnya. Pemakaian ganja untuk anastesi hanya digunakan suku-suku tertentu di Amerika Selatan jauh sebelum masehi, itu hanya sejarah medis, bukan legalisasi.
2. Aspek hukum. Hukum mana yang mau diubah? Undang-undang kita sudah melarang secara berlapis-lapis, bahkan merekomendasikan hukuman seberat-beratnya. *kayaknya yg mau melegalkan perlu dituntut tuh*. Selain itu, jika wacana ini terdengar WHO sama dengan bunuh diri, mungkin segala bentuk bantuan program kesehatan negeri kita bisa saja dicabut.
3. Aspek moral dan sosial. Sebagai gambaran, Kolombia saja perang (menggunakan senjata) memberantas kartel-kartel. Negeri kita sudah dianggap sorga pemasaran ganja dan sejenisnya, mestinya diberantas bukan malah dilegalkan. Apakah mau bangsa kita menjadi bangsa plonga-plongo ? Saat ini saja ganja sudah merambah sampai desa dengan segala aspek negatifnya. Tak ada sedikitpun aspek positif apalagi manfaat. Blasss gak ada.
CPP bisa jadi organisasi resmi, namun bukan berarti negara-negara yg mengakui CPP serta merta menyetujui ganja, bohong itu. Ini harus dibedakan antara pengakuan negara terhadap organisasi dengan undang-undang negara.
Maaf, saya akan ikut melawan dengan keras upaya legalisasi ganja karena sy aktif dalam upaya pemberantasan ganja yg jelas-jelas sudah banyak membawa korban masa depan seseorang dan keluarganya. Beberapa tetangga tak melanjutkan pendidikan karena ganja, bahkan beberapa diantaranya mati karena berada di lingkungan tersebut.
Ini bukan masalah beda pendapat lagi, lebih jauh sudah menyangkut keselamatan bangsa.
So, tiada kata lagi selain: LAWAN !!!
Juni 22, 2007 at 5:23 am
Bisa dilihat di sini:
http://en.wikipedia.org/wiki/Legality_of_cannabis_by_country
Status legalitas canabis menurut nagara.
Di Indonesia, masalah kepemilikan narkoba (sebenarnya) sangat ketat. Di negara lain orang baru bisa dipidana jika menjual narkoba (pengedar) atau membuat (biasanya di Kolombia), sehingga di Tipi-tipi sering kita lihat polisi harus menjebak pengedar untuk menjual narkoba untuk ditangkap. Di Indonesia, memiliki narkoba saja bisa dipidana.
Btw bagian hukum yang mana sih yang nggak tepat? Kayaknya buang2 waktu deh bikin UU baru. Mending yang lama ditegakkan yang bener. Atau anggota DPR kekurangan uang rapat?
Juni 22, 2007 at 5:53 am
dadah itu gantung aja … merusak masa depan bangsa… mari kita hancurkan sama generasi muda… wadoow saya kabur lagi aah
Juni 22, 2007 at 6:35 am
@ danalingga
Boleh dong, ditulis cerita lengkap soal pengalamannya dengan ganja?
Biar yang ga pengalaman tau, dan belajar.
Ditunggu pingbacknya
@ cakmoki
Posting cak, posting…
Kalo perlu kirim ke surat pembaca kompas, biar orang-orang pinter yang baca kompas itu ngeh…
Pokoke, Cakmoki for Health Minister!!
Juni 22, 2007 at 7:08 am
Geblek!!!
Cakmoki, I come with you!
Juni 22, 2007 at 7:50 am
Ayo, ayo, negara makin gencar membunuh rakyatnya. Biar cepet kaya raya dari ganja..
Jangan terpengaruh, jangan sampai kita termasuk dalam 15.000 orang yang tiap tahun mati karena narkoba^^
Juni 22, 2007 at 9:35 am
wahh boz…ntar di jalan2 banyak yg mabok..kayak di amsterdam sonohh..
trus pada maen yg enggak2 sambil telanjang….berabe nehhh..Biasalah orang Indonesia sukanya yg kontroversial…lagian pengen cepet kaya dengan ajalan instan selain korupsi tentunya…..
Juni 22, 2007 at 10:13 am
@ Manusiasuper & n0vri,
Siap bos…
eh ntar sabar, tarik napas panjang dulu …
Juni 22, 2007 at 10:16 am
maaf, link kelupaan
)
Juni 22, 2007 at 11:03 am
Kalau sekalian dilokalisasi? Eh, lokalisasi itu artinya apa?
Tujuannya apa nih? Kalau UUD sih kayaknya ga bagus.
Juni 22, 2007 at 2:01 pm
Pertama kali lihat judulnya, terus baca isinya, kok ga nyambung ya?
Maksut saya, penggunaan kata halal dan legal mungkin beda. CMIIW
Dulu temen juga pernah make, dia bilang dia jadi semangat ngapa-ngapain, tapi cuma beberapa hari. Selama beberapa hari itu, dia jadi rajin banget, ga tidur, terus banyak beli dan baca buku. Apakah itu juga termasuk epek baiknya?
)
CMIIW
Juni 22, 2007 at 3:50 pm
ganja dilegalkan? waaaaah….dunia dah mo jd sampah…
Juni 22, 2007 at 3:59 pm
Jaman dahulu kala, ganja terkenal karena digunakan sebagai lalap, lho. Yang pakai sambal terasi.
Juni 22, 2007 at 6:43 pm
ogah, protes, nolak keras..
kalo ganja legal, bisa2 dimana2 bau ganja bakar. ga enak baunya, bikin eneg. kecuali kalo ada yg berhasil bikin aroma baru, ntah itu strawberry, melon, ato vanila
Juni 22, 2007 at 7:11 pm
@sari
jadi inget pas jaman2 esde dulu ada bolpen wangi stroberi. Sempat dicurigai mengandung narkoba, inget kan?
Juni 22, 2007 at 8:57 pm
ini yang bakal bikin reggae semakin terasa soul-nya…
get up, stand up…
buffalo soldier…
Juni 22, 2007 at 10:10 pm
sewaktu pacaran nafsu gedhe soalnya masih haram tapi setelah dinikahi jadi halal, jadinya ya biasa-biasa aja.
*mungkin ini jadi dalil* hihihihi, parah nggak ya?
Juni 22, 2007 at 11:05 pm
ya… apa ini??? bukannya aturan kedokteran juga ada..
Tetap diberlakukan aja UU itu, tapi kalo UU Kedokteran kan beda. bung
Juni 22, 2007 at 11:34 pm
wah, kelihatannya orang BNN udah bener-bener ketagihan ganja, sampe2 mereka berjuang agar mereka bisa beli ganja di supermarket, bahkan toko kelontong…..
ayo kita adakan repolusi, hanya satu jawabannya : repolusi….
yang melegalkan ganja pasti orang kontrep alias kontra repolusi….
Juni 23, 2007 at 2:02 am
Mungkin gini, upaya melegalkan ganja itu agar:
(1) Indonesai makin tenar sekalian, ga tanggung-tanggung. Ga cuma tenar korupsinya, ga cuma tenar bencana alamnya, ga cuma tenar ribut-ribut politiknya, dll.
(2) Indonesia jadi eksportir ganja terbesar di dunia, kan bisa menambah devisa negara, seperti rokok. Selain juga meningkatkan pendapatan rakyat/penduduk. Meningkatkan kesejahteraan, biar ga miskin lagi.
(4) Menarik investor asing untuk menanam modal di negeri kita (ikutan nanam ganja).
(5)Untuk memperlambat laju pertumbuhan jumlah penduduk. Semakin banyak warga yang ketergantungan sama ganja, makin banyak yang mati perlahan tapi pasti. Bisa jadi ini lebih efektif daripada program KB yang sudah lama kesohor itu.
Loh kok banyak juga yah manfaatnya? Sebenernya masih banyak juga yang mau saya tulis, tapi inikan bukan blog saya (nanti malah dikira ikutan nge-blog lagi).
Juni 23, 2007 at 2:16 am
@ mathematicse
Ma jadi langsung inget masalah alesan orang yang pro-rokok,, persis kaya gini kan,,
Apa kita produksi buat ekspor aja, tapi orang Indonesia ga usah pake,, kaya perusahaannya rokok Amerika juga gitu tuh,, (gile, kejem betul,,)
Masalah memperlambat laju penduduk, rugi kalo pake ganja,, terlalu lama efeknya, lama menderitanya,, kasian,,
Juni 23, 2007 at 8:34 am
say no to ganja dan kawan-kawannya
Juni 23, 2007 at 12:47 pm
Ah ganja…. Ah rokok….
Juni 23, 2007 at 9:05 pm
Menumpang berpendapat ya…
Hmm.. kalau berdasarkan yang saya baca di sini, kelihatannya ganja legal dimiliki oleh yang berumur 18++ di toko-toko khusus dalam jumlah yang sedikit. Selain itu ada perbedaannya juga antara soft drugs dan hard drugs.
Kalau soal legalisasi ganja di Indonesia saya pribadi berpendapat, selama kepatuhan masyarakat terhadap peraturan masing kurang, maka sebaiknya ganja jangan dilegalkan. Kalau lampu merah saja masih diterobos, bagaimana dengan ganja? Meski sama-sama berujung kematian, tapi ganja lebih adiktif.
Juni 24, 2007 at 4:43 pm
Benar kata Xaliber.
Toh masih banyak yang ngerokok di tempat umum. Itu masih tembakau, lho. Gimana kalau sudah ganja?
Juni 25, 2007 at 2:59 am
Meski berasal dan menatap di Aceh, aku sendiri masih merasa ragu dengan legalisasi ganja ini. Sudah melihat banyak nggak beresnya tanaman yang satu ini. Sekian dalih bisa jadi alasan pembenar, dari penyedap masakan lah sampai obat-obatan, tapi… ketika bisnis narkotik sudah bicara, berapa banyak yang bisa dilakukan untuk mencegah mafia-mafia NAPZA bermain??
C’mon! It’s not the best time to legalize it!
Juni 25, 2007 at 12:15 pm
legalisasi “hanya utk di ekspor”, bagi yg mengkonsumsi tetap dihukum mati, hehehe….
jadi mikir nih, gimana kalo org2 yg suka menyemburkan bau asap rokok itu gwa sembur dgn bau “asap” kentut ya? kira2 mereka keberatan gak? (mengingat mereka ga mikirin org yg mencium asap rokok mereka keberatan ato gak)
*jadi OOT nih*
Juni 25, 2007 at 5:56 pm
Kalau ‘nge-lem” alias menghirup lem Aica-Aibon sampe fly termasuk haram nggak ya..?
Juni 26, 2007 at 11:51 am
Wah, BNN kebanyakan icip-icip ganja tuh…hehehe….
Wah kalau sampai legal, bisa jadi komoditi yang menguntungkan tuh! *dilemparin sendal*
Ya tauk ah, kalau sampei dilegalkan ya itu harusmenunggu sampai rakyatnya “dewasa” dulu…. kita aja masih sering ketipu iklan manis… gimana mau gak ketipu ganja??
Juni 27, 2007 at 10:40 am
Legal gak berarti halal kan? ~
Juni 27, 2007 at 11:16 am
ok aja tuh.menurut penelitian yang dilakukan Bnn ganja kan jg ada manfaatnya.dan kenapa kita harus memerangi sesuatu yang ada manfaatnya.dan kalaupun ganja dilegalkanokeh pemerintah,tentu pastinya tidak akan dilegalkan bigitu aja…pasti pemerintah juga akan mengiringinya dengan peraturan atau UU yang mengatur penggunaannya.
dan kekawatiran orang-orang yang contra saya lihat terlalu berlebihan.karena mereka contra hanya beralasan dari satu sisi aja…..”karena bisa memabukkan”tetapi bagaimana dengan Miras yang juga bisa memabukkan tetapi sudah dilegalkan.padahal efek dari miras lebih fatal daripada ganja.ex..orang yang mabuk Miras cendrung lebih brutal dibanding mabuk cimeng yang efeknya tenang dan damai.enjoy.
masyarakat dan pemerintah hendaknya berhenti berprasangka negatif.karena tidak semua warga indonesia BODOH..yang begitu aja mau terjun ke dunia PERCIMENGAN..belajarlah menghargai atau mengatakan masyarakat indonesia adalah masyarakat yang cerdas.masyarakat yang telah bisa memilah antara (+)dan(-).jangan lagi menggap bangsamu masih bodoh.karena anggapan bodo pada masyarakat UDAH KUNO.
Juni 27, 2007 at 2:53 pm
@Mihauw
Dalam hal ini bukan masalah prasangka bhw warga Indonesia bodoh, tapi yg paling penting anak2 remaja yg masih hijau akan terjerumus ke dunia Percimengan, itu yg kita kuatirkan.
Saya rasa anda juga tahu bagaimana kisahnya Hongkong diambil-alih oleh Inggris dari tangan RRC kan???
peace..
Juni 27, 2007 at 8:47 pm
Say No to Narkoba
Say Yes to Narkodew
Juni 28, 2007 at 2:55 am
2 thn lalu saya membahas ttg ganja di Belanda.. http://osculate.blogspot.com/2005/08/narkoba-di-belanda.html
Intinya ditolerir, bukan legal, krn tiap org dewasa sah saja mau merusak dirinya sendiri selama tidak mengganggu orang lain. Toh hasilnya tidak membuat orang jadi teler di tiap sudut jalan.
Lagi pula ada gunanya secara medik pada bbrp kasus. walau pada sebagian orang pengunaan ganja bisa mengakibatkan paranoid.
Biasanya bila sesuatu itu dilarang, orang malah jadi ingin tau. bila di biarkan, justru keingintauan itu sirna.
yang harus dicermati bila diilegalkan, jangan sampai hukuman penguna/pengedar ganja sama dgn yg hard drugs, nanti orang jadi malas jualan ganja yg murah, malah hard drugs yg mahal ramai diperdagangkan seperti di Itali.
Juni 28, 2007 at 5:27 pm
lu semua emang goblok ….GANJA LEGAL ….itu HADIAH TAK TERKIRA …..
BERDOA SEMOGA GANJA LEGAL ….horeeeeeeeeee
Juni 28, 2007 at 7:12 pm
[...] saya cukup cerdas, tiba-tiba mengeluarkan celetukan “tapi ada juga lho rumah makan padang yang pakai ganja dan magic, kalau saya sih tidak macam-macam”. Nah loh? Begitu mendengar yang ngeluarin opini [...]
Juni 30, 2007 at 10:25 pm
Berhubung saya belum puas ngisap ganja. setuju deh dengan legalitas ganja.
Juli 6, 2007 at 4:57 pm
indonesia tinggal menunggu detik2 kehancuran
Juli 11, 2007 at 2:35 am
[...] dan menjaga diri dari godaan poligami sehingga lebih memilih seks bebas tanpa ikatan, jagan lupa melegalkan ganja dan semua jenis Narkoba buat manusia manusia yang frustasi atas ketidakadilan dan kebiadaban, lalu [...]
Juli 11, 2007 at 4:35 am
Kalo ganja legal.!!!!!!!!!
negara kita akan menjadi makmur.!!!
alasannya jelas..!!!
bahwa negara akan mendapatkan keuntungan yang besar dari penanaman ganja secara massal dan ditangani oleh pemerintah..!!!
jangan bicara halal atau haram kalau serambi mekkahnya Indonesia lebih makmur dan sejahtera.!!!
Selain enak..!!! ganja juga tidak menimbulkan alasan kesehatan daripada rokok..!!
saya lebih setuju rokok dibikin ilegal
karena memang rokok lebih mematikan
Juli 12, 2007 at 4:53 pm
emang ganja bikin orang mati ya??
Juli 17, 2007 at 3:29 pm
gila !
indonesia mah hebat !
udah rakyatnya bego-bego,
masii mau pake legalisasi ganja lagi!
Juli 30, 2007 at 8:35 pm
satu hal yang terkadang menjebak kita adalah karena nama “GANJA”. di luar negeri dibedakan penamaan cannabis dan hemp. coba liat ke http://www.hempnation.com, mungkin bisa ngebuka mata kita bahwa hemp bisa menjadi industri yang bermanfaat.
yang perlu kita kaji pelan-pelan adalah harus mulai membedakan nama antara cannabis dan hemp. sementara di indonesia penamaan masih general menggunakan kata “ganja”. sementara kata “ganja” sudah memiliki stigma yang buruk.
bagi saya? legalkan hemp!
Juli 30, 2007 at 8:36 pm
ups, url-nya ketambahan “,”. silakan liat hemp nation. sorry bos
Juli 31, 2007 at 12:29 pm
@ dudi
Komen yang mencerahkan, mas/mbak
Agustus 1, 2007 at 1:17 pm
ganja bau lah
Agustus 9, 2007 at 3:52 pm
setuju bgt ganja legal…!!!!!!!
Agustus 21, 2007 at 12:38 am
sekarang gw mau cerita pendapat gw kenapa ganja jadi ilegal!
ganja jadi ilegal di negara kita karena ganja di MONOPOLI oleh sekelompok orang tertentu (BANGSAT). bayangkan kalau ganja legal, maka akan banyak pemainnya yang tentunya akan mengakibatkan berlakunya hukum pasar yakni persaingan harga. indikasi adanya monopoli adalah, ada saat saat tertentu dimana kita sangat susah untuk nyari ganja karena putus di mana mana. tapi pas ada lagi harganya naik! yang artinya ganja emang ada, tapi di tahan. dan kalau ganja di swastanisasi artinya akan mengurangi keuntungan si pe monopoli. gw pernah ngobrol ama petani ganja yang kebetulan lagi ke jakarta waktu tahun 1999, dia bilang kalo dia ngejual ke siapapun yang mau beli, entah BANGSAT atau GAM atau siapapun. dari cerita ini gw berpikir, alangkah mudah bagi BANGSAT kalau mau bisnis ganja, tinggal angkut pake kontainer plat BANGSAT trus di supirin ama BANGSATdan begitu nyampe tujuan ganja di drop di barak BANGSAT, siapa coba yang berani meriksa? jalur distribusi BANGSAT paling menguasai dengan konsep komando teritorialnya, menteri perhubungan jaman soeharto selalu dari unsur BANGSAT dan apalagi jaman soeharto di mana BANGSAT lagi kuat-kuatnya. pola seperti ini bisa saja terjadi sampai sekarang, karena yang kita lihat di tv sangat jarang ada penangkapan besar2an ganja dan kalupun ada siapa yang bisa jamin barang bukti tersebut dibakar atau dimusnahkan? yang keliatan di tv cuma penangkapan satu dua linting, satu dua amplop yang keliatan cuma jadi lip service BANGSAT.
gak ada alasan buat menjadikan ganja ilegal
1. dari segi ekonomi bisa menghasilkan pendapatan besar, caranya yaitu setiap drugs dealer harus punya lisensi yang harus dibeli dari negara atau depkes dengan harga mahal dan setiap ons ganja harus dikenakan pajak. dan untuk personal user harus dibatasi ukuran ganja yang dipegang agar ada perbedaan dengan drugs dealer, kalau melebihi ukuran harus ditangkap.
2. dari segi kesehatan juga gak ada alasan untuk tidak melegalkan ganja, terbukti racun di dalam rokok lebih berbahaya dari ganja dan dokter di luar negeri sana bukanlah orang yang bodoh yang mau merekomendasikan kenapa ganja boleh legal.
3. dari segi sosial, ganja gak bikin rusuh orang yang make, justru malah bikin nyantai
tapi bisa jadi pendapat gw salah
peace
September 24, 2007 at 12:40 am
Seandainya Ganja Halal, Perkebunan Teh Cianjur Kira2 Bagus Tidak kalau diganti dengan Ganja.. Biar Nanti Kalau Kalian Lewat Puncak Bisa Pada Teler Di Bawah Pohon Ganja… *******Wikikawiawkawiwai..!
September 24, 2007 at 12:48 am
[...] Asyiik, Ganja Halal… « O-Mai-Gat! [...]
Oktober 8, 2007 at 3:27 pm
mau legal apa enggak itu urusan pemerintah & pertanggung jawaban dia sama tuhan, gue mah ikut aja sebagai makmum,… makmum > maksudnya ikut2an isep ganja…hahahahahahahah
Oktober 31, 2007 at 6:00 pm
semakin aneh saja negeri ini..
-ada rencana ganja akan dilegalkan
-nurdin halid masih jadi ketua PSSI
apa kata dunia??
November 29, 2007 at 7:20 am
di aceh pedalaman tidak ada ganja?
coba deh jalan2 ke TNGL,
taman nasional gunung leuser.
dan sekitarnya.
Januari 2, 2008 at 8:21 am
karena pemerintah susah untuk memberantas tanaman ganja maka berencana akan melegalkan jenis tanaman tersebut.Tapi menurut saya segala sesuatu yang berlebihan akan menimbulkan efek yang kurang baik,tidak terpaku sama ganja saja.makanan yang halal saja jika di konsumsi terlalu banyak akan memabukkan.jadi pengen tau sikap orang orang pintar yang merasa dirinya dipilih rakyat untuk menyikapi hal ini.
Januari 10, 2008 at 11:35 pm
[...] Selasa 26 Juni 2007 adalah Hari Narkoba se dunia yang diperingati oleh berbagai pihak (termasuk blogger) dengan bermacam-macam bentuk kegiatan. Peringatan tersebut tak lain sebagai upaya pencegahan dan [...]
Januari 13, 2008 at 4:04 pm
Hi,Dear
Just found an amazing site.
Wanna get free ringtones now? Any phone and carrier supported. Download Now For Free. Tons of Music. Millions of MP3’s.
Come on in: http://www.ringtone-i.net
Good bye!
Januari 18, 2008 at 4:35 pm
mantab!!!
legalize it!!!
ganja for all!!!!!!!!
Januari 19, 2008 at 7:33 am
sapa bilang ganja bikin bego? mungkin kalian liatnya orang yg dasarnya emang udah bego lagi pake ganja.
Saya udah pernah pake ganja waktu sma, dan gak nyandu tuh. Berhenti pake karena gak suka sama rasanya hahahaha. sekarang dikasih gratis pun juga gak mau.
Ganja bikin orang tenang dan gak emosian, sapa tau bisa meredam kekerasan. Tapi tetep saya dukung legalitas ganja, asal diatur penggunaanya kayak di Amsterdam. Gak boleh ganja di sembarang tempat gitu. Kasian yang gak makek jadi ikut2an ketawa-ketawa hahahahah.
Februari 8, 2008 at 2:10 pm
menurut saya.. itu merupakan hak asasi seseorang untuk memilih,sebenarnya ganja itu merupakan suplemen untuk menemukan inspirasi atau pemikiran tingkat tinggi (imaji)yang berkaitan dengan dengan rasa,oleh sebab itu!untuk mengali rasa diperlukan imajinasi yang kuat,daun ganja yang saya rasakan bisa merangsang daya imajinasi tinggkat tinggi dan merangsang daya kreatifitas yg sangat kuar biasa!ganja akan menjadi bahaya bila dipakai terlalu berlebihan..jangankan ganja bila kita minum air zam-zam terlalu berlebihan pun akan merusak tubuh…sebenarnya didunia ini tidak ada larangan dan tidak ada aturan bila manusia dimuka bumi ini mengetahui baik buruknya sesuatu yang tidak merugikan orang lain..dan manusia yang benar itu pasti tidak akan melakukan hal yang merugikan dirinya sendiri!!yaatooo…??
oiya bilang sama pemuka agama yang tidak sefaham dengan pemahaman saya berarti mereka belum mengerti art of life…!
Maret 14, 2008 at 11:34 am
Ganja adalah salah satu tanaman psikotropika tertua yang pernah dibudidayakan manusia, ditemukan pipa dari tulang untuk menghisap ganja yg berumur 8000 tahun di asia selatan.
Ganja adalah tanaman obat yang diresepkan oleh Kaisar Shen Nung dalam kitab Pen Tsao Ching di China, sebuah kitab obat-obatan pertama di dunia.
Ganja juga diresepkan oleh bapak kedokteran Arab, Ibnu Sinna (Avicenna) dalam Canon of Medicine-nya untuk pengobatan ayan (epilepsi), penghilang rasa sakit, antiseptik dll.
Dari segi medis Ganja lebih sehat dari alkohol atau tembakau, karena tidak menyebabkan adiksi, overdosis dan kerusakan permanen pada organ dalam atau sistem syaraf.
Selama ribuan tahun manusia di berbagai belahan dunia menggunakan serat dari batang ganja untuk tekstil, tali-temali, ditumbuk menjadi serbuk yang digunakan untuk tepung, bijinya menjadi sumber minyak (mengandung Omega 3, 6 dan 9 dalam rasio yang paling ideal menurut ilmu nutrisi), serat ganja dapat menjadi campuran bahan komposit untuk bahan bangunan, dan yang paling hebat adalah minyak bijinya dapat diolah menjadi biodiesel. Singkat kata : Sandang, Pangan, Papan, Obat-obatan dan Energi. Seharusnya lambang pramuka adalah daun ganja.
Fakta : Bangsa pertama yamg membuat kertas, cina, memakai serat dari batang ganja untuk produksi kertas pertamanya. Selama ratusan tahun bangsa romawi dan orang-orang eropa memakai serat batang ganja untuk tali temali di kapal, untuk membuat layar kapal dll. Karena serat batang ganja adalah serat organik terkuat di dunia, buat anda yang sering beli dalam jumlah banyak, segaris atau sekilo, coba anda robek serat batangnya sampai tipis, anda bisa lihat sendiri betapa licin dan kuatnya jika ditarik. Serat batang ganja termasuk hidrophobik (takut air/menolak air) sehingga tidak mudah terdekomposisi oleh jamur, lumut dll karena itu dipakai unutk tali jangkar kapal selama ratusan tahun.
Fakta : bendera amerika pertama dibuat dari serat batang ganja, Injil (Bible) cetakan pertama Guttenberg (mesin cetak pertama dunia) dicetak di kertas dari bahan serat batang ganja.
Fakta : para penjajah Eropa yang datang ke nusantara mengawetkan daging-daging bekal makanan u/ pelayaran berbulan-bulan mereka dengan daun ganja. Pada zaman itu belum ada pengawet buatan, dan daun ganja mengandung delta-9-Tetrahydrocannabinol (zat aktif psikotropika) yg punya fungsi antiseptik (mematikan bakteri-bakteri).
Fakta : Di Aceh, selama ratusan tahun perkebunan kopi, buah-buahan dll dipagari dengan tanaman ganja untuk mengusir hama serangga, keong dll. Karena zat psikotropika dalam ganja sendiri adalah hasil evolusi jutaan tahun yang punya fungsi evolusi defensif terhadap predator alamiah mereka.
Fakta : Dari 7 milyar penduduk dunia, tercatat (dalam kasus hukum dan statistik medis) 300 juta orang adalah pemakai ganja (lebih banyak dari populasi Indonesia, negara dengan populasi nomor empat di dunia ). Yang tidak tercatat (yang belum pernah berurusan dengan hukum atau belum punya catatan medis disasumsikan mencapai 1 milyar lebih).
Kalau ada yang tidak percaya cari sendiri fakta2 ini di internet. Kalau ada yang tidak sesuai tolong umpat dan cela saya karena menyebarkan kebohongan.
Salam damai untuk semua yang pro-kontra masalah legalisasi ganja.
Juni 1, 2008 at 8:42 pm
wah, kalo manfaat ganja bener-bener ada and dilegalkan. aku mau tuh.. usaha kultur jaringan tanaman ganja, siapa yang mo pesen???
Juni 3, 2008 at 1:01 pm
poker tipps…
Ironically poker game freeware giochi casino da scaricare casino para jugar gratis no deposit required casino bonus poker en ligne sans mise…
Agustus 8, 2008 at 5:39 pm
WAHH…GUA NGEDUKUNG BANGET LEGALISASI GANJA…PERTAMA ITU SAMASKALI TIDAK MEMBUAT ANDA MATI…(SEPERTI PUTAW..BISA OD)..KEDUA..MERINGANKAN KEPENATAN APALAGI DIKOTA BESAR SEPERTI INI…GUA DUKUNG…DAHH..!!!!….
Agustus 16, 2008 at 10:51 pm
[...] Selasa 26 Juni 2007 adalah Hari Narkoba se dunia yang diperingati oleh berbagai pihak (termasuk blogger) dengan bermacam-macam bentuk kegiatan. Peringatan tersebut tak lain sebagai upaya pencegahan dan [...]
Agustus 30, 2008 at 11:37 pm
Guys,
Ganja itu sebenarnya hampir sama dengan pedang.
Satu sisi bisa membahayakan, tp jg bs bermanfaat.
Ganja bersifat anti depressan, tp jika di gunakan berlebihan (nah ini yg bkn bahaya, & org2 bego aja yg kyk gini) bs bkn halusinasi berlebihan.
Makanya klo pake ganja dikit2 aje bos, di bawa santai ajee..
Seperti kata Om Bob (Marley)
Don’t worry,
Bout a thing,
Coz every little thing,
Gonna be alright..
Piss Ah.. !!
September 23, 2008 at 11:51 pm
don’t worry be happy
angkat lintingan mu
tunjukkan pada dunia hal-hal positif yang bisa dilakukan
BUKZ… La………
Oktober 14, 2008 at 7:38 am
Ga pnh ada orang mati krn ngisep ganja!Kecubung malah lebih gila maboknya,tapi ga dilarang tuh!Gw doyan ganja tapi ga nyandu!Tapi kalo ga ngrokok!Gw bisa mati!Lho rokok yg bnr2 bikin bikin kecanduan ga dilarang!Gw bingung!
November 7, 2008 at 12:01 am
http://legalisasiganja.blogspot.com/
November 19, 2008 at 8:58 pm
tolong kawan2 bedakan hemp ama cannabis.
saya lebih setuju melegalkan hemp.
undang2 sekarang tetap berlaku untuk cannabis dengan kadar THC tertentu. kurang dibawah itu ya legalkan aja. Wong arep dilinting segehde rokok klobot ya ndhak bakal mabok…
trus yang dikembangkan adalah varietas hemp dengan kadar THC rendah. diluar dari itu ya ketentuan uu psikotropika tetap berlaku..
Simpel khan…
November 23, 2008 at 1:10 pm
waduh ……… gimana negara indoneisa ieuh …huuuuhhh bisa – bisa kaya orang gila semua
kan dari efeks samping ganja banyak banget .. ada bikin hepi , malas , pengen tiduur mulu , marah – marah ahhh banyak deh termasuk pengen anu tuuuhhh …ah pokok nye klo ganja apake semacemnya di legalkan untung bagi orang untung tapi rugi bagi kita yang gak mau ikut gila … daun singkong lu di lalab enak tapi daun ganja di lahap nambah gila ..
Januari 6, 2009 at 10:32 pm
saya sebenarna pemakai barang ini juga….
sudah lama saya menggunakannya,
yang saya taw selama menggunakannya, ada perubahan yang terjadi dalam diri saya,
- perut selalu lapar
- malas melakukan aktivitas lainnya
- otak menjadi malas berfikir
- namun tidur tetap nyenyak
- dan tidak pernah merasa kecanduan akan barang ini
maka saya rasa hal ini tidak ada salahnya untuk dilegalkan apalagi memang tidak ada effect samping yang terlalu berarti….
maka dari itu tidak ada salahnya jika ini dilegalkan…
terimakasih
Januari 6, 2009 at 10:48 pm
semoga ganja jadi dilegalkan…
bagi yang tidak ingin dilegalkan, saya rasa orang itu ga pernah maw berimajinasi, itulah orang bodoh dan munafik yang selama ini hanya jadi sampah diindonesia bahkan didunia,
atau bahkan mereka belum taw asik nya berimajinasi dengannya…
thanks papa BOB (marley) kaulah pencipta musik ter hebat untuk menemani kita menikmati selinting ganja dibawah pohon kelapa….
hidup memang indah…
salam buat pengguna ganja sejati
Januari 26, 2009 at 2:00 pm
wah…….keren tuh!
dunia bakal damai kalo emang jadi di legalkan,
mengurangi kriminalitas lah.
yang seharusnya dilarang itu minuman keras sebab dari data yang ada tindak kriminalitas itu muncul satelah pengaruh minuman keras, dan lagi belum pernah terdengar yang mabuk ganja merampok, nodong, apalagi membunuh.
dari pengalaman saya, orang2 yang mengkonsumsi ganja cendrung mempunyai pemikiran yang lebih detail dan dewasa.,
Januari 26, 2009 at 2:05 pm
hai doni …..!
like yuor coment!
bisa bagi pengalaman dong?
Februari 6, 2009 at 12:04 pm
tolong jangan sentimen lah sama orang yg berteman sama ganja ……
buktinya mereka lebih kreatif dan lebih berjiwa sosial dari yg sok-sok bersih padahal makan riba dan uang korupsi
Februari 9, 2009 at 4:44 pm
yang bikin orag pake ganja ga bener adalah karena orang yang pake dipenjara….
sedih amat ya..cuma make doang kok dipenjara…
menurut penelitian, ganja lebih sehat 10X dari rokok…
bahkan gnaja pernah diadikan sebagai media revolusi damai…
ganja dilarang supaya harga naek, dan cuma selintir orang aja yg bisa ngontrol…supaya gampang disuap, karena dikit orang yg ngontrolnye…
dan mngkin aja negara ini bisa damai dengan ganja..karena abis make ganja, bisa damai, ga ada pikiran jahat…jadi maunya ketawa dan senag untik bersama-sama.
Ganja for ALL
April 16, 2009 at 3:57 pm
please lagalize it!!!!
scara tuh barang gak bakalan bwt bangsa indonesia rugi sedikitpun.malah bisa mengurangi jumlah pengangguran,menambah devisa negara,meredam emosi kaum anarkis dan berbagai effeck positife lainnya yang di timbulkan oleh ganja..
so,please legalize it!!!!
viva weed
April 18, 2009 at 12:59 pm
wah topik menarik, meski dah lawas gpp ikut comment ya?
menurut hemat saya, sebaiknya kita melihat masalah ini secara obyektif, bukan dengan sikap apriori baik yang menolak mati-matian maupun yang mendukung mati-matian.
dalam masalah narkoba, ada dua faktor utama yang menjadi alasan dasar peng-illegalannya oleh negara.
pertama, masalah kesehatan. narkoba dianggap memiliki efek negatif yang dapat merusak kesehatan penggunanya, bahkan menimbulkan kematian, seperti dalam kasus overdosis serta kegagalan organ bagi pengguna kronis.
kedua, masalah psikologis. narkoba dianggap bisa menimbulkan perubahan perilaku pemakainya. induced behaviour ini bisa mencakup hilangnya persepsi baik-buruk subyek serta paranoia yang menyebabkan sobyek cenderung melakukan aksi kekerasan. ini bisa mencelakakan diri subyek maupun orang-orang di sekitarnya.
adapun efek lainnya seperti kejahatan yang berkaitan dengan pengedaran dan konsumsi narkoba, tidaklah terlepas dari keputusan politis pengillegalan narkoba itu sendiri.
kembali pada kasus ganja, untuk menentukan apakah ganja bisa dilegalkan atau harus diillegalkan, musti mengacu pada dua anggapan dasar di atas. sejauh mana ganja memenuhi kriteria keduanya? dan pada level berapa pengaruh tsb. sebenarnya. misalnya, kita bisa mengkategorikan efek euforia pada kategori 1 dan efek histeria, halusinasi pada kategori 10 untuk faktor pengaruh psikologis.
selain itu pula kita musti mempertimbangkan efek berantai dari keputusan melegalkan atau mengilegalkan ganja.
kita bisa berhipotesis misalnya, dengan melegalkan ganja akan timbul efek swamping (my term) dimana saking mudahnya ganja diperoleh, varian narkoba lainnya tersupress (terhambat pasarannya).
dengan legalnya ganja, harga pasaran akan jatuh karena faktor resiko bagi penjualnya sudah tidak ada lagi. hal ini menyebabkan jenis narkoba ilegal tidak mampu bersaing. dengan demikian faktor ekomomis yang menjadi daya tarik bagi produsen dan pengedar narkoba ilegal menjadi berkurang. kemungkinan bahwa efek eksotis dari narkoba ilegal ini masih saja mendorong kelompok tertentu untuk memburunya, seberapa tinggipun harganya. akan tetapi bagi pengguna kere yang merupakan mayoritas dari ‘korban’ narkoba, daya tariknya sudah jauh berkurang.
kita bisa beripotesis juga, bahwa dengan ganja sebagai buffer, maka jaringan kejahatan peredaran narkoba ilegal akan terdesak menjadi niche yang lama-lama menjadi tidak cukup signifikan pengaruhnya dalam masyarakat.
seterusnya, kita juga bisa berhipotesis bahwa prevalensi masyarakat terhadap ganja mirip dengan prevalensi terhadap rokok. tidak semua orang terdorong untuk merokok, dan semakin banyak yang menganggap rokok sebagai hal negative.
akan halnya aspek legal dari segi agama (khususnya islam), juga tidak terlepas dari kedua kriteria dasar di atas. kalau ganja memiliki efek sama seperti alkohol yakni memabukkan, jelas ganja harus dianggap haram. akan tetapi bila batas maksimum efek psikologis hanya pada euforia serta anxiety (kecemasan) saya kira keharamannya bisa dikaji ulang. demikian pula dari segi efeknya terhadap kesehatan. bila memang terjadi efek buruk yang permanen, ganja bisa dianggap haram (efek buruk rokok sudah jelas, tapi belum diharamkan).
demikian menurut hemat saya, pertimbangan-pertimbangan yang harus kita cermati ketika kita mau memutuskan apakah ganja bisa dilegalkan atau tidak.
sebagai catatan, saya sendiri tidak pernah mencicipi ganja (kecuali kalau makanan padang yang konon dicampur ganja benar adanya) ataupun narkoba jenis lain. juga saya bukanlah ahli yang berkecimpung dalam meneliti ganja dan narkoba lain. juga pun bukan pakar sosial dan antropolog yang paham akan dinamika interasi faktor-faktor dalam masayarakat makro ataupun mikro.
karena itu saya serahkan pada yang lebih berkompetent untuk menganalisa dan memutuskan.
Mei 2, 2009 at 1:32 am
bakar aja ganjanmya gak pke lams……….
Mei 11, 2009 at 11:14 am
sufi dan ganja
Asmat, baru saja bertobat. Ia mulai menyadari masa lalunya dengan narkoba menyesatkan dirinya. Ketika mulai masuk dunia Sufi, Asmat justru kembali ke narkoba lagi.
“Kamu kok begitu sih Mat? ”tegur kawannya, Darwis.
“Saya lakukan eksperimen, siapa tahu saya berdzikir sambil mengganja, tambah uueeenak, melayang dzikirku…”
“Kamu memang sudah edan makan semir Mat…”
“Coba Wis, kamu coba. Nganja sambil dzikir pasti enak tenan…”
Darwis nggak habis pikir pandangan Asmat yang kontroversial ini.
“Kamu sudah ghurur Mat. Kamu terkena tipudaya…?”
“Bagaimana kamu bilang begitu. Kan banyak orang berdzikir yang dicari nikmatnya dzikir, bahkan kalau perlu bisa nangis-nangis segala…”
“Lhahadala…Itu to yang membuatmu begitu…”
“Jelaskan?”
“Dzikir itu tujuannya agar bertemu Allah, Musyahadah kepada Allah, hadir di depan Allah. Bukan mencari nikmatnya dzikir atau…. Bisa-bisa kamu melayang nggak karuan campur syetan nanti…”
“Campur syetan bagaimana Wis?”
“Kamu nge-ganja, pasti kamu mengkhayal. Sedangkan hatimu tidak ingin sama sekali bersenang-senang dengan kenikmatan khalamu, hatimu hanya sedang mengingat Allah, bagaimana bisa nyampe pada Allah, kalau yang kau unggulkan, kau senangi selera nafsumu?”
Asmat bengong lagi….
“Sudah begini saja, teruskan nge-ganjamu. Apa kamu nanti bisa bertemu Allah atau bertemu syetan…Coba! Nanti kalau kamu dicabut nyawamu saat kamu nge-ganja sambil dzikir, kamu husnul khotimah apa su’ul khotimah, saya nggak mau ikut-ikut akh…”
Asmat lalu menyedot sekuat-kuatnya ganja yang di tangannya. Semakin lama ia mengkhayal semakin bergentar jantungnya, semakin gelisah dan gundah jiwanya. Diam-diam ia bisa membedakan mana hasrat nafsu dibalik ibadah, hasrat nafsu dengan kemanjaan dan khayalan, dan hasrat hati yang sesungguhnya.
“Wiisss…! Darwiiiiiiiisss! Kamu dimana Wis!…”
Asmat berteriak sekencang-kencangnya.
“Aku sejak tadi disini Mat. Di dekatmu….”
Asmat terkejut dan mulai menangis sesenggukan.
Mei 26, 2009 at 6:18 pm
alo bro sorry ngk bs baca semua post di sini soalnya gw ngk mau kasih sanggahan atau membuka topik baru ,cuma mau sharing pengalaman gw :
*ganja ngk membikin ketagihan!
*ganja ngk bikin kita make barang laen(gw cuma make ganja aja selama ini kok)
*ganja ngk bikin seseorang jd berupah jd sikap yg aneh,autis,bodo amet ma keluarga..
*ganja ngk bikin kita mati gan!!hahaha ngk perlu tanya dulu gw make brapa seharinya
*ganja lebih berbahaya dr pd rokok
*ganja bnyak dampak jelek/negative yg timbul karna kualitas ganja itu sendiri ,ada yg di semprot lah,ada yg di pendem ampe bau tanah(pling parah)secara indonesia di larang
*ganja ngk berarti ngk lulus kuliah,hidup ngk teratur,stress ..salah gan…!
*ganja membikin suasana lebih hangat ,cepet akrab dengan orang…
soal agama gw no comment,terlalu sakral dan terkadang bisa di lencengkan oleh pr petingginya(oknum)
exmpl:rokok haram,golput haram
golput–>hak untuk ngk memilih kan jg HAK individu..
rokok–>bs haram klo di tempat publik bs makruh di tempat pribadi,knp di arab ngk ya??
ps:gw dukung pelegalan ganja,tp buat barang kimia fcuk u laaah…no way!
kutipan di atas ngk bermaksud menyindir ,menghasut,membabibutakan,memprovokatori..
ini cuma bentuk curhat dr hati yg pling dalam….ngk ada urusan ma hati orang laen..
peace yooo
Mei 31, 2009 at 3:59 pm
*ganja lebih berbahaya dr pd rokok
slah tulis
harusnya ganja lebih aman dari rokok
Juni 8, 2009 at 1:57 am
kalian yg menilai negative ganja krn kalian blm pernah merasakan!.. gue sempet jd pemakai n dah lm jg gue stop (ga ada efek ketagihan) gr2 sulit didapet itu barang dan jg gue trauma krn pernah ketangkep alias dijebak sm oknum berwajib tp nipu..
khasiatnya gue blg itu emank bener cukup byk..
misal yg gue rasain:(jujur)
-bercinta makin nikmat dgn lembut tp kuat cewe jg puas tanpa paksaan.
-gue jd makin rajin n aktip drpd bengong n parno .. kayak bersih2 misalnya
-trus gue lebih kreatif bs berkreasi n berimaginasi byk yg bs diciptakan dlm berkarya contoh:
makin pinter merangkai kata, edit gambar, puisi, dll ide..
-makin percaya diri (bkn pd waktu teler)
-buat kesehatan jg bagus misalnya yg gue rasa.. punya gue pernah susah bangun gr2 obat mpe sebulan trus gue ngeganja.. paz besoknya punya gue kembali kenceng hahahaha
-makin pinter dan gue rasa masih byk lg gunanya.
efek negatifnya yg gue rasain : gue pernah jatuh dari motor mobil rusak.. bikin gue kapok klo lg giting nyetir hehe
klo gila emank disengaja buat nyari sensasi
gue percaya dgn yg alami
tolong deh buat yg tdk mendukung…!!!
lo cm tau dr org lain apa yg lo liat itu berbeda dari kenyataan misalnya tuh org keliatan mabok ganja trus buat kriminal .. itu salah. sempoyongan trus marah2 , rusuh pula.. mungkin itu teler obat atow minuman.
klo giting ganja santai mata ceper.. santun.. murah senyum pula.. ga gengsi menolong..
apakah adil jika org ditangkep n tersiksa cm gara2 ganja? padhal org itu g melakukan kriminal!
gue berani buktiin klo ngisep ganja ga bakal bikin cepet mati.. sm aja koq kayak rokok malah gue lebih percaya ganja yg alami..
klo dilegalin gue liat aspeknya jg cukup bagus.. ga ada salahnya kn dicoba n memulai perubahan!? klo mulai dpt kenyataan byk negatifnya n kerugian, barudah kita berantas!!
mikir negatif bagus buat jaga2..
dan yg positifnya perlu dicoba!
gue g ingin makin byk korban g bersalah ketangkep…
ini g ada ketagihannya loh! krn org itu egois pengen havingfun tow mencoba sesuatu yg baru n buat pemabok pasti dia pengen mabok dgn harga terjangkau n aman jg pasti.. jd dia lebih memilih ganja mungkin..
dari pada minuman yg udh byk korban nyawa
tow bahan kimia lain!
mendingan tindak keras org2 yg meracik bahan kimia yg berbahaya!!
merdekakan kebebasan ham!
peace n freedom party in done sia!
ok gt aja.. sory harap maklum klo ada kata2 yg salah
Juni 8, 2009 at 3:21 am
HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA
lucu… gue baca semua typing n bandingin..
salut gue sm pendukung ganja. omongannya lebih berbobot, bijaksana cerdas!
TIDAK sembarangan menggugat
TIDAK sok tau
TIDAK egois
pro n kontra
..
mari kita dukung trus dgn berdasarkan pengalaman n kenyataan yg ada.
mari kita saling membantu bergotong royong
melinting ganja haha maksud saya
mendukung hak asasi manusia!
dan menolak ketidak adilan.
Juli 22, 2009 at 12:54 pm
halal haram nya ganja bukan pada manusia
atau undang-undang yang menentukan
yang pastinya yang legal atau ilegal
hukum yang bicara ya namanya warga indo
Juli 28, 2009 at 4:38 pm
asyiiikkk
Agustus 28, 2009 at 4:32 pm
ganja ga bisa membuat kita melakukan kejahatan karna biasanya efek dari ganja bisa bikin lemas dan malas . .
bisa di bilang ini obat santai . .
dan biasanya ini di konsumsi dengan bentuk rokok,,
so klo ganja dilarang kenapa rokok tidak?
kan sama-sama merusak kesehatan .thanks
September 17, 2009 at 12:20 pm
menurut saya,,, semua yang di ciptakan di bumi ad manfaat nya,,,??? termaksud ganja,,,??? butuh orng professional tuk menggalinya, agar ganja itu bermanfaat bagi orng bnyak???? thanx,
Oktober 2, 2009 at 9:15 pm
wah kalo dilegalkan,,,indonesia bisa kaya nii,,,secra di indonesia tanaman ini kna cukup suburr…
asikk…asikk
Oktober 3, 2009 at 1:11 am
menurut saya ganja itu halal,,soalnya ganja alami dari alam tumbuhan dibandinkan dengan narkotika lain seperti morfin yang dibuat oleh manusia itu lebih bahaya efeknya bagi kita.,.,.ganja bisa memacu untuk berkreativitas,selain itu bisa buat kebutuhan yang lain seperti bumbu masak,sayuran dll
jadi kenapa sampai sekarang ganja kok belum bebas???
Tanya KenaPa??????
Oktober 16, 2009 at 10:17 pm
Bisa terealisasi gitu?
klo iya, berarti assoy juga yah…
dimana sisi kreatifitas kita bisa keluar dengan santai n menghasilkan sesuatu yang bisa bermanfaat buat orang lain.
karna yg dirasakan sampe sekarang, ganja banyak manfaatnya buat kita….
salah satunya ya itu….
membuat sisi kreatifitas kita lebih… lebih.. dan lebih kreatif
Oktober 27, 2009 at 2:04 pm
ganja itu sebenarnya adalah sebuah rahasia kedokteran..
karena pemake ganja kebal terhadap penyakit,tentu hal ini meresahkan para dokter, kehilangan pasien potensialnya.
Dan satu lagi.
ini jelas kepentingan LONDO.
karena ganja bisa mengancam bisnis minuman keras mereka.
itulah sebab mengapa ganja dilarang. hal ini sudah lama menjadi rahasia umum.
November 9, 2009 at 7:09 pm
ilegal berarti bebas pajak toh? yg di untungkan? investor dan beberapa org yg punya kekuasaan di pemerintah sndiri, bkn bgitu? dan apakah ilegalisasi ganja akan membuat seluruh anak rakyat menjadi pengguna ganja? kayanya ngga deh. biarlah ganja menjadi sebuah pilihan, seperti rokok yg sudah jelas2 membunuh tapi legal, toh nyatanya masih banyak orang2 pintar seperti kalian yg menolak ganja tapi merupakan seorang perokok kan? dan tolong lihat dari dua sisi yg berlawanan, lihat alasan yg memberikan alasan untuk menegatifkan ganja dan lihat pula alasan yang mendukungnya, lalu perbandingkan. jikalau perlu, teliti sendiri oleh anda. jangan asal tolak hanya karena propaganda semata. anda bukan lagi anak kecil yg percaya apa saja yg orang katakan kepada anda.
November 12, 2009 at 9:34 am
mari kita bekukan semua omongkosong ini. sumpah gw heran/iba bgt ngeliad bangsa kita indonesia tercinta yg gampang bgt terpengaruh tanpa mengkaji realita sebenarnya yang terjadi. kenapa sih kalian susah liad orang senang ??
sampai sejauh ini saya belum pernah mendengar/merasakan sendiri efek buruk dari ganja.
dan satu lagi yang perlu anda cam kan,, jangan pernah nyamain pemakai ganja dengan junkie dan alkoholic. persetan dgn junkies.
gw udah nyaman di sini so, plz jgn usik gw karena gw benci dengan keributan/peperangan.
JAH RASTAFARA