Masyarakat kita tampaknya sedang terkena demam SMS. Tidak tanggung-tanggung, segala macam aktivitas kini dapat dilakukan dengan menggunakan media pesan pendek tersebut.
Kini makin banyak pemilihan yang dilakukan berdasarkan polling SMS. Entah itu memilih penyanyi calon idola Indonesia, calon artis dangdut, atau malah para da’i cilik. Semua itu dilakukan hanya dengan POLLING SMS!! Ini kan mengerikan??
Hah, mengerikan? Kenapa mengerikan?
Huh, pertanyaan macam apa itu? Jelas saja ini mengerikan! Kaum yang memiliki HP akan berkuasa atas hidup kita! Mereka yang memakai nomor HP ganda jelas memiliki keuntungan. Semakin banyak nomor HP, berarti semakin besar kemungkinan untuk menguasai hajat hidup kita belum lagi kalau acara tersebut membolehkan beberapa SMS untuk satu nomor. Memangnya Anda mau penyanyi idola Anda, atau calon da’i cilik di masa depan, ditentukan berdasarkan polling macam ini? Tidak mau kan? Hah? Hah??
Tapi, itu belum seberapa.
Di masa depan, ada ancaman yang lebih serius. Bisa saja muncul selebaran seperti di bawah ini nantinya. Dan, kaum yang memiliki banyak nomor HP-lah yang akan tertawa paling keras!!
Jangan sampai ini terjadi!!
…
![[image poster]](http://omaigat.files.wordpress.com/2007/06/polling_sms_elc.jpg)
***
Lihat, sekarang saja mereka sudah menguasai acara pemilihan penyanyi, pelawak, dan da’i. Lalu bagaimana coba, kalau pemilihan eksekutif dan legislatif juga mereka kuasai? Gawat sekali kan???
Ini dharuraaaaat….!!!
—
idea and art by sora-kun
Juni 26, 2007 at 5:53 am
Walah, nggak kebayang kalo pemilihan presiden juga pake sms. Jika terjadi berarti
duitpulsa yang berkuasa.Juni 26, 2007 at 6:53 am
gile,, lucu gitu jadinya milih presiden kaya begitu,,
yang ga punya hape gimana dong??
kasian amat,,
(wah,, kartu perdana bakal laku nih,,)
*pindah kerjaan jual kartu perdana*
Juni 26, 2007 at 8:19 am
Hmm… coba berpendapat ya.
Kalau sudah sampai begitu sih… berarti sistem pemerintahannya kacau. Kok presiden dipilih dengan SMS.
Kalau menurut saya sistem SMS itu diterapkan sebagai representasi pemilu. Jadi ‘mencontoh’ sistem demokrasinya pemilu, rakyat yang memilih ‘pahlawan’nya (walaupun jadi sering disalahgunakan karena yang sudah dijelaskan diatas), karena tidak mungkin kalau setiap daerah harus mengadakan pemilu besar-besaran sehabis konser untuk memilih Indonesian Idol favoritnya.
Masih menurut saya (:P), kelihatannnya sistem SMS itu ada karena untuk kepentingan ekonomi, dimana pemilihan Idol, pelawak, pedangdut, atau da’i cilik itu masih dilandasi motif ekonomi. Selama pemilu belum dilandasi motif ekonomi yang kuat seperti untuk pemilihan-pemilihan idola rakyat, saya rasa yang seperti itu masih belum akan terjadi…
Juni 26, 2007 at 8:43 am
semua itu karena budaya sebagian besar masyarakat kita yang malas bekerja keras, selalu pengen dapet sesuatu secara instant.
*jadi saingan nya Ma, kalo aku sih jualan isi voucher aja
*
Juni 26, 2007 at 9:07 am
itu posternya siapa yang bikin?? kayak indo idol aja
gile aja kalo pemilihan presiden via SMS, tinggal nyogok orang
kalau perlu operator selulerbuat ngisi jawaban yang dinginkan, sim salabim, maka terpilihlah presiden berdasarkan jumlah SMS tertinggi. bagaimana yang di-eliminasi?? apakah meninggalkan panggung dengan menenteng koper??daripada SMS, mending isi polling yang satu ini, murah meriah. hehehe
Juni 26, 2007 at 10:40 am
Kalo hanya polling gpp, kayak pilpres 2004 toh yg pollingnya dapat persentase tinggi akhirnya gak kepilih. Mungkin kebanyakan masyarakat kita lebih banyak yg gak punya hp dibanding yg punya atau mungkin malas ikut polling.
Kalo betulan seperti idol, itu baru gawat. Kali yg menang Tukul
Juni 26, 2007 at 11:01 am
@ Chika
Kerjaan Sora tuh,,
@ cakmoki
Hahaha,, padahal yang pemilihan ga pake sms aja bisa bikin Arnold Schwarzenegger menaang,,
*buat bang Arnold, no offense,,*
Juni 26, 2007 at 11:12 am
Whohoho…
ga kebayang tiba-tiba poster itu tertempel dimana-mana dan iklannya muncul intens di TV…
Terus jadi headline berita Internasional, masyarakat Indonesia udah hebat banget, teknologi HP udah bisa buat milih presiden, mereka iri ga ya?
*tiba-tiba sadar*
Ah, janganlah begitu, kita kan sebenarnya belum `sesejahtera` itu ^^
Juni 26, 2007 at 11:53 am
Lama-lama kita pemilu bisa lewat telepon rumah donk….
(telepon nomer 1252503754100; tekan angka satu untuk memilih pasangan A;tekan angka 2 untuk memilih pasangan B;dst…..)
hehehe…. kacaulah sudah…..
Juni 26, 2007 at 2:03 pm
@ danalingga
Konon katanya, buat pemilihan acara apa, gitu (kalo nggak salah penyanyi)… ada pejabat yang nyuruh bawahannya pada ngirim SMS. Tujuannya ya supaya putera daerahnya menang, gitu…
*eh, itu gosip lho*
*
*masih perlu diklarifikasi
:::::
@ Rizma
Begitulah, kapitalisasi pengguna HP.
Hari ini penyanyi, pelawak, da’i, artis dangdut… jangan-jangan tahun depan ada lagi yang lain.
:::::
@ Xaliber von Reginhild
Hehehe, maksudnya cuma menyinggung budaya polling SMS aja kok. Ya iyalah, masa pemerintah dipilih pakai SMS? Gimana mau verifikasi pemilihnya, coba?
:::::
@ antobilang
Saya ikutan jual HP aja deh kalo gitu.
:::::
@ cK
Yang bikin saya. Kan udah ada tanda tangannya tuh di bawah… (o_0)”\
Lha, Idol juga bukannya nggak pernah ditunjukin statistiknya? Tau-tau aja “Indonesia memilih…”
Sim salabim juga, tuh.
:::::
@ cakmoki
Yang menang yang bisa bayarin kartu perdana cak… ntar bisa dapet banyak suara dari bagi-bagi kartu tersebut.
Betul… Masalahnya dimulai kalau sampai sistem polling ini diadaptasi buat pemilu resmi di masa depan…
*kesambet*
Coba liat, sekarang aja udah banyak pemilihan segala macem pakai polling SMS. Perkembangannya pesat sekali! Kalau begini, bisa-bisa seluruh sendi kehidupan masayarakat diatur oleh SMS nantinya!!
Ini kan gawat???
*kesambet off*
:::::
@ Rizma
Kalau gitu mah yang penting terkenal, dong? (o_0)”\
:::::
@ jejakpena
Ah, sekarang penjaga warung di Indonesia udah pada punya HP, kok. Penjual buah kaki lima aja udah punya lho… (tidak melebih-lebihkan)
Wong cilik pun sekarang bisa berpartisipasi dalam pemilihan Idola Indonesia, lho. Bayangkan kalau bisnis ini bisa sampai menggurita. Ini potensi keuntungan yang sangat bessaaaarrrr……
:::::
@ Count of Madness
Duh, kalau salah pencet gimana tuh?
Tapi telepon rumah itu nggak ngetren™ dan nggak gawul™. Saya rasa polling SMS-lah yang akan berkuasa di masa depan. Dulu cuma ada AFI yang begitu. Sementara sekarang…
*sambil ngitung dengan jari tangan*
Juni 26, 2007 at 2:34 pm
Ga peduli siapa yang mo jual hape, Ma mau monopoli kartu perdananya!!
Halah,,
He eh ya,, tapi minimal sempet dihina hina sama jurinya dulu,, (halahh,,)
tapi siapa tau ntar gara gara mau bikin pemilu dengan SMS, semua masyarakat Indonesia disubsidi Hape sama kartu perdananya selama pemilu, sponsornya? jelas,, para calon presiden,,
Juni 26, 2007 at 2:55 pm
Imajinasinya tinggi…
Tapi iya sih, pemilihan bintang dengan sms, apalagi satu hp bisa multi-sms, jadinya kurang fair..
Juni 26, 2007 at 4:15 pm
Kalo sistemnya pakai begituan gak LUBER (Langsung Umum Bebas Rahasia) lagi dong namanya. Jadi GolPut aja dah…
Juni 26, 2007 at 6:12 pm
Kalau pemilihan umum mendatang menggunakan cara seperti itu, niscaya saya akan golput selamanya. Saya tidak mau kalau tiba – tiba ‘JRENG-JENG-JENG’ presiden terpilih tanpa diumumkan statistiknya.
Juni 26, 2007 at 10:00 pm
Sebagai Khayalan, cukup lucu.
Sebagai Impian, bagus lagi, bisa menghindari korupsi pengadaan tetek bengek PEMILU, seperti Kotak Suara, Surat Suara, de el el, de es be.
Dukung, PEMILU visa SMS.
Aplikasi SMS servernya silahkan di outsource ke saya
Juni 27, 2007 at 2:59 am
Kalau pakai sms,
yang dari Esia langsung diblokir oleh Telkom.
Juni 27, 2007 at 12:03 pm
hah??bisa juga ga cdma?wakakakak47x..
kalo cara milih presiden kayak gt ya sama aja boong. bener kata cakmoki, bisa2 yg menang tukul. soalnya tukang becak pun udah pada punya hp, jadi mereka bisa2 milih tukul yg jelas2 menghibur drpd para
calocalon presiden yg bisa cm omong doang.gawat..ini gawat…
*beli perusahaan provider biar jd bos-nya Ma dan antobilang*
Juni 27, 2007 at 12:12 pm
Kalo pake sms bisa terjadi sabotase antar operator nih.
*seru euy*
Juni 27, 2007 at 8:04 pm
Maaf, sekedar respon ke komen – -a
Oh, ternyata…
Maaf, kelihatannya saya sedang terbawa suasana aneh kemarin, jadi terlalu saya buat ‘wah’
Juni 27, 2007 at 10:17 pm
[...] Tulisanku ini juga terinspirasi dari sini [...]
Juni 28, 2007 at 1:48 am
Kalau menurut terawangan saya sih (becanda), pemilihan presiden/wapres/dll lewat sms atau pun tidak lewat sms itu hasilnya akan sama saja. Lho kok sama? Ya iyalah…
(1) Sama-sama milih presiden/wapres/dst
(2) Sama-sama bikin negeri ini rame
(3) Sama-sama milih,cuma cara aja beda
Klo pake sms, nanti hasilnya ga representative dunk?
Klo ngelihat yang sudah-sudah sih, walau katanya sudah 60% dipilih rakyat, nyatanya ya begitu-begitu juga, hampir ga ada bedanya dengan yang sebelum2nya.
Jadi, daripada repot2 pakai cara pemilihan seperti yang dulu2, yaaa mending pakai sms aja, biar lebih terkoordinir. Hasilnya ga bisa dimanipulasi (mesin kan ga bohong nyatetnya). Persetan dengan orang-orang yang banyak nomor HP, persetan dengan representative atau tidak (toh hasilnya begitu-begitu juga).
Jadi, pemilu lewat sms, sepertinya bisa dicoba tuh. Banyak kelebihannya…:D
Juni 28, 2007 at 6:59 pm
makin susah untuk abstain!
hehehe…
Juni 29, 2007 at 10:21 am
Juni 29, 2007 at 2:22 pm
Maaf OOT, seorang teman saya ga sengaja menemukan blog ini
http://*sensor*.wordpress.com
Apakah menurut teman2 blog seperti ini layak di laporkan ke Matt?
Sejujurnya saya juga ga mau kejadian NT2007 terulang lagi.
Tapi saya sekedar ingin menyuarakan kerisihan salah satu teman saya.
regards,
[DIEDIT REDAKSI : Bentar mas, ada yang protes sama linknya, kita omongin dulu, ya
]
Juni 29, 2007 at 8:00 pm
@Redaksi
OK, Gpp. Saya juga mohon maaf, karena blm tahu tatacaranya.
Penjelasan saya lebih lengkap ada di
http://zulfadli.wordpress.com/about/#comment-181
Juli 1, 2007 at 5:16 pm
wah kontes sms ya? kok ada nt2007 segala apaan sih ?
Juli 2, 2007 at 4:26 pm
kayaknya asik2 gawat gitu…maksude asik yang jualan berbau hape dg segala perangkatnya kan jadi sugih dadakan..la gawatnya ya seperti sampeyan bilang, jadi runyam …bangsa ini…
Juli 2, 2007 at 10:38 pm
hehehehe, kalo mo jadi presiden, jadi tambah berat nih
duwitnya. gak bisa lagi ngelakuin serangan fajar dengan duwit beberapa puluh ribu…. sekarang harus ngasih hape…enaknya kalo mo jadi presiden, dekatin aja juragan hape dan operator seluler….
Juli 3, 2007 at 11:42 am
hehehehe…. akibat lain teknologi informasi dan telekomunikasi.
Saya jadi teringat film kuno “Terminator II : Judgement Day”, yang salah satu quote awal filmnya cukup mengena.
Kita menciptakan teknologi, tapi akhirnya bukan kita yang menguasai teknolog tapi teknologi yang menguasai kita.
….dan sms hanyalah salah satu contohnya
Juli 5, 2007 at 7:55 pm
[...] Jikalau kangen, panggilan telepon dan SMS masih bisa menjangkauku. Itu kalau tahu nomor [...]
Juli 5, 2007 at 8:01 pm
Benar-benar darurat. Aku nggak akan mendukung siapapun dengan SMS lagi lah~
Juli 6, 2007 at 4:54 pm
sekali2 pake teknologi gak bagus juga yaaa…