<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Berbagai Cara Busuk Memenangkan Diskusi</title>
	<atom:link href="http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/</link>
	<description>social-themed writings for the masses &#124; since 2007</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Dec 2009 23:15:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: ryo</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-3353</link>
		<dc:creator>ryo</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 02:05:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-3353</guid>
		<description>Memang banyak cara menuju Roma, termasuk dalam berdebat. tapi jangan menghalalkan berbagai cara dalam diskusi. Kalau lawan kita tahu bahwa kita sedang kebingungan dan ngawur dalam memberikan alasan atau argumen dan bahkan bantahan, itu bisa jadi bumerang bagi kita. Hati-hati dalam berdebat dengan cara ini. Kita bisa kalah dengan tidak terhormat di mata lawan walaupun kita bisa bicara. Tapi pembicaraan itu hanya membuat anda sediri kebingungan. Anda bisa tak bisa menemukan alasan lagi ketika mau membantah. Berdebatlah sesuai etika karena kita makhluk Tuhan yang beradab. Kualitas pembicaraan seseorang menunjukkan cara berpikirnya. Kalau omongannya ngawur, anda tahu sendiri bagaimana dia berpikir... Jangan lagi pakai cara2 busuk... Jangan menghalalkan segala macam cara... Laizzes Faire... berdebatlah secara beradab...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang banyak cara menuju Roma, termasuk dalam berdebat. tapi jangan menghalalkan berbagai cara dalam diskusi. Kalau lawan kita tahu bahwa kita sedang kebingungan dan ngawur dalam memberikan alasan atau argumen dan bahkan bantahan, itu bisa jadi bumerang bagi kita. Hati-hati dalam berdebat dengan cara ini. Kita bisa kalah dengan tidak terhormat di mata lawan walaupun kita bisa bicara. Tapi pembicaraan itu hanya membuat anda sediri kebingungan. Anda bisa tak bisa menemukan alasan lagi ketika mau membantah. Berdebatlah sesuai etika karena kita makhluk Tuhan yang beradab. Kualitas pembicaraan seseorang menunjukkan cara berpikirnya. Kalau omongannya ngawur, anda tahu sendiri bagaimana dia berpikir&#8230; Jangan lagi pakai cara2 busuk&#8230; Jangan menghalalkan segala macam cara&#8230; Laizzes Faire&#8230; berdebatlah secara beradab&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Larutan Antiskeptik &#171; sora-kun.weblog()</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-3325</link>
		<dc:creator>Larutan Antiskeptik &#171; sora-kun.weblog()</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 19:19:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-3325</guid>
		<description>[...] Berbagai cara busuk memenangkan diskusi [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Berbagai cara busuk memenangkan diskusi [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ndancok</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-3282</link>
		<dc:creator>ndancok</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 07:50:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-3282</guid>
		<description>ndancok kowe! dasar kurang kerjaan..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ndancok kowe! dasar kurang kerjaan..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Pelaku Buta Ideologi? &#171; Deathlock</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-3213</link>
		<dc:creator>Pelaku Buta Ideologi? &#171; Deathlock</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 09:28:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-3213</guid>
		<description>[...] si Tono? Tentunya kalau kurang mampu mempertahankan argumen dan terpaksa mengeluarkan &#8216;jurus-jurus licik&#8216;, bisa jadi justru dicap fallacious.  Dan tentu itu akan menyebalkan peserta diskusi yang [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] si Tono? Tentunya kalau kurang mampu mempertahankan argumen dan terpaksa mengeluarkan &#8216;jurus-jurus licik&#8216;, bisa jadi justru dicap fallacious.  Dan tentu itu akan menyebalkan peserta diskusi yang [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ardianto&#8217;s Junkyard :: Agama Baru Bernama Tianshi :: April :: 2008</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-3089</link>
		<dc:creator>Ardianto&#8217;s Junkyard :: Agama Baru Bernama Tianshi :: April :: 2008</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 04:39:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-3089</guid>
		<description>[...] daya, ada pendapat dari sebuah agama lain yang mencap aksi mereka haram. Dengan hebatnya mereka memenangkan diskusi dengan menggunakan fallacies. Tepatnya argentum ad verecundiam, atau bahasa Inggrisnya appeal to [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] daya, ada pendapat dari sebuah agama lain yang mencap aksi mereka haram. Dengan hebatnya mereka memenangkan diskusi dengan menggunakan fallacies. Tepatnya argentum ad verecundiam, atau bahasa Inggrisnya appeal to [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Antara Pragmatisme dan Semangat Menulis &#171; sora-kun.weblog()</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-2202</link>
		<dc:creator>Antara Pragmatisme dan Semangat Menulis &#171; sora-kun.weblog()</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Oct 2007 14:55:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-2202</guid>
		<description>[...] pada syak wasangka dan generalisasi, serta tidak cerdas dalam berdiskusi. Sejujurnya, saya sering kehabisan tenaga ketika harus menjalani diskusi dengan orang-orang seperti [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] pada syak wasangka dan generalisasi, serta tidak cerdas dalam berdiskusi. Sejujurnya, saya sering kehabisan tenaga ketika harus menjalani diskusi dengan orang-orang seperti [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sora9n</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1589</link>
		<dc:creator>sora9n</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Aug 2007 10:10:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1589</guid>
		<description>&lt;b&gt;@ bingung&lt;/b&gt;

Waduh, masalahnya banyak yang melakukan cara-cara diatas Mas... bahkan jamaah dan &lt;i&gt;harakah&lt;/i&gt;-nya sendiri bisa berbeda lho.

Saya sendiri memandang ini sebagai sesuatu yang rada &#039;umum&#039; di kalangan umat -- walaupun, kenyataannya, memang selalu ada orang-orang yang lebih moderat dan cerdas dalam berdiskusi. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>@ bingung</b></p>
<p>Waduh, masalahnya banyak yang melakukan cara-cara diatas Mas&#8230; bahkan jamaah dan <i>harakah</i>-nya sendiri bisa berbeda lho.</p>
<p>Saya sendiri memandang ini sebagai sesuatu yang rada &#8216;umum&#8217; di kalangan umat &#8212; walaupun, kenyataannya, memang selalu ada orang-orang yang lebih moderat dan cerdas dalam berdiskusi. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bingung</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1588</link>
		<dc:creator>bingung</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Aug 2007 09:34:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1588</guid>
		<description>:) 
cuma meminta hati2 :) 
secara apa yang ditulis disini sangat mungkin membuat interpretasi umat lain terhadap Islam jadi tak baik.
Kenapa tak langsung sebut saja ajaran golongan yang mana ini yang sedang disindir jika memang hanya segolongan saja yang disindir? 

*hati2 juga jangan merasa benar sendiri pula,,,,
bagi saya kebenaran memang relatif, kecuali kebenaran dari DIA
--&gt; jika memang ditangkap secara pesimis, kali lain tidak saya gunakan lagi :) Semoga setiap interpretasi kita bisa disampaikan dalam bahasa yang baik</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
cuma meminta hati2 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
secara apa yang ditulis disini sangat mungkin membuat interpretasi umat lain terhadap Islam jadi tak baik.<br />
Kenapa tak langsung sebut saja ajaran golongan yang mana ini yang sedang disindir jika memang hanya segolongan saja yang disindir? </p>
<p>*hati2 juga jangan merasa benar sendiri pula,,,,<br />
bagi saya kebenaran memang relatif, kecuali kebenaran dari DIA<br />
&#8211;&gt; jika memang ditangkap secara pesimis, kali lain tidak saya gunakan lagi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Semoga setiap interpretasi kita bisa disampaikan dalam bahasa yang baik</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Shelling Ford</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1500</link>
		<dc:creator>Shelling Ford</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Aug 2007 06:28:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1500</guid>
		<description>kalo tentang ini, saya malah sering bilang: silahkan simpan kebenaran versimu untuk dirimu sendiri, dan jangan menyalah2kan orang lain yang mungkin meyakini kebenaran dalam versi yang lain yang berbeda dgn versi yg kamu yakini</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo tentang ini, saya malah sering bilang: silahkan simpan kebenaran versimu untuk dirimu sendiri, dan jangan menyalah2kan orang lain yang mungkin meyakini kebenaran dalam versi yang lain yang berbeda dgn versi yg kamu yakini</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: secondprince</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1492</link>
		<dc:creator>secondprince</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Aug 2007 19:12:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1492</guid>
		<description>Dalam masalah kebenaran hal yang paling perlu diperhatikan adalah Interpretasi,oleh karenanya kajian kebenaran harus diiringi kajian atas interpretasi. permasalahan antara pro kontra salafi misalnya juga jelas tidak jauh dari itu. Studi kritis atas interpretasi ini penting,

 nah contoh interpretasi saya terhadap kata 
&quot;hati-hati jangan merasa benar sendiri&quot; adalah kata-kata yang sering disalahgunakan untuk melindungi diri. 
Bayangkan setelah berdiskusi dengan dalil dan argumen yang baik serta dianalisis dengan baik(argumen kita dan lawan bicara dibandingkan dan ditelaah).Akhirnya hasil diskusi menunjukkan kalau argumen kita yang benar, si lawan bicara tidak terima keluarlah kata-kata itu yang akan mengembalikan keadaan seperti semula. Menurut saya pada saat seperti itu kita berhak menentukan kalau kita benar dan maaf lawan bicara kita salah, kecuali kalau dia mau melanjutkan diskusi kembali dan yah mulai lagi prosesny.

Dan kata-kata &quot;kebenaran memang relatif kecuali kebenaran dari DIA&quot;
interpretasi saya kata-kata seperti ini bisa ditangkap bersifat pesimis ,sama seperti sebelumnya setelah diskusi dengan baik dan hasilnya menunjukkan kalau kita yang lebih benar ada saja orang yang mengeluarkan kata-kata itu, seolah-olah ingin mengatakan anda belum tentu benar karena yang pasti benar adalah Tuhan.
Aneh sekali lalu bagaimana manusia bisa tahu yang benar kalau apapun usaha yang dia lakukan hasilnya relatif sifatnya. Tuhan tidak berbicara langsung kepada setiap manusia untuk menyampaikan kebenaran. Jadi kebenaran dari Tuhan secara umum tidak lepas dari Interpretasi manusia.

Pesimis dalam arti usaha apapun anda ,kebenaran yang pasti hanyalah milik Tuhan, akan berkesan usaha atau tidak ya sama saja.
tentu saja semua pendapat saya inipun adalah Interpretasi
Sayangnya tidak setiap Interpretasi nilainya sama, diantara semua jenis Interpretasi ada yang paling mendekati kebenaran.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam masalah kebenaran hal yang paling perlu diperhatikan adalah Interpretasi,oleh karenanya kajian kebenaran harus diiringi kajian atas interpretasi. permasalahan antara pro kontra salafi misalnya juga jelas tidak jauh dari itu. Studi kritis atas interpretasi ini penting,</p>
<p> nah contoh interpretasi saya terhadap kata<br />
&#8220;hati-hati jangan merasa benar sendiri&#8221; adalah kata-kata yang sering disalahgunakan untuk melindungi diri.<br />
Bayangkan setelah berdiskusi dengan dalil dan argumen yang baik serta dianalisis dengan baik(argumen kita dan lawan bicara dibandingkan dan ditelaah).Akhirnya hasil diskusi menunjukkan kalau argumen kita yang benar, si lawan bicara tidak terima keluarlah kata-kata itu yang akan mengembalikan keadaan seperti semula. Menurut saya pada saat seperti itu kita berhak menentukan kalau kita benar dan maaf lawan bicara kita salah, kecuali kalau dia mau melanjutkan diskusi kembali dan yah mulai lagi prosesny.</p>
<p>Dan kata-kata &#8220;kebenaran memang relatif kecuali kebenaran dari DIA&#8221;<br />
interpretasi saya kata-kata seperti ini bisa ditangkap bersifat pesimis ,sama seperti sebelumnya setelah diskusi dengan baik dan hasilnya menunjukkan kalau kita yang lebih benar ada saja orang yang mengeluarkan kata-kata itu, seolah-olah ingin mengatakan anda belum tentu benar karena yang pasti benar adalah Tuhan.<br />
Aneh sekali lalu bagaimana manusia bisa tahu yang benar kalau apapun usaha yang dia lakukan hasilnya relatif sifatnya. Tuhan tidak berbicara langsung kepada setiap manusia untuk menyampaikan kebenaran. Jadi kebenaran dari Tuhan secara umum tidak lepas dari Interpretasi manusia.</p>
<p>Pesimis dalam arti usaha apapun anda ,kebenaran yang pasti hanyalah milik Tuhan, akan berkesan usaha atau tidak ya sama saja.<br />
tentu saja semua pendapat saya inipun adalah Interpretasi<br />
Sayangnya tidak setiap Interpretasi nilainya sama, diantara semua jenis Interpretasi ada yang paling mendekati kebenaran.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sora9n</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1448</link>
		<dc:creator>sora9n</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Aug 2007 08:11:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1448</guid>
		<description>&lt;b&gt;@ bingung&lt;/b&gt;

&lt;blockquote&gt;*hati2 juga jangan merasa benar sendiri pula,,,,
bagi saya kebenaran memang relatif, kecuali kebenaran dari DIA&lt;/blockquote&gt;

Betul, Pak. Kebenaran memang relatif, kecuali yang berasal dari Tuhan. Tapi terkadang kita semua berbeda interpretasi atasnya. Jadi deh terkadang ada beda yang sampai bikin gotok-gontokan. ;)

Bahkan post ini pun bisa disalahartikan... Makanya, di bagian akhirnya, saya menyertakan penjelasan bahwa tulisan ini sifatnya satire dan ironik (seperti kata Shelling Ford di atas). :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>@ bingung</b></p>
<blockquote><p>*hati2 juga jangan merasa benar sendiri pula,,,,<br />
bagi saya kebenaran memang relatif, kecuali kebenaran dari DIA</p></blockquote>
<p>Betul, Pak. Kebenaran memang relatif, kecuali yang berasal dari Tuhan. Tapi terkadang kita semua berbeda interpretasi atasnya. Jadi deh terkadang ada beda yang sampai bikin gotok-gontokan. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bahkan post ini pun bisa disalahartikan&#8230; Makanya, di bagian akhirnya, saya menyertakan penjelasan bahwa tulisan ini sifatnya satire dan ironik (seperti kata Shelling Ford di atas). <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Shelling Ford</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1427</link>
		<dc:creator>Shelling Ford</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Jul 2007 09:00:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1427</guid>
		<description>dan itulah maksud artikel di atas ini...
satire, ironi...
kita tau kan maksudnya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dan itulah maksud artikel di atas ini&#8230;<br />
satire, ironi&#8230;<br />
kita tau kan maksudnya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bingung</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1342</link>
		<dc:creator>bingung</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jul 2007 02:13:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1342</guid>
		<description>nah itu dia, karena interpretasi itu relatif, makanya jangan sampai kita merasa benar sendiri toh ;)

Menjudge orang lain merasa benar sendiri, bisa jadi kita juga begitu

Bukan cuma Islam kok yang punya aliran, agama lain juga...

*hati2 juga jangan merasa benar sendiri pula,,,,
bagi saya kebenaran memang relatif, kecuali kebenaran dari DIA</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nah itu dia, karena interpretasi itu relatif, makanya jangan sampai kita merasa benar sendiri toh <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Menjudge orang lain merasa benar sendiri, bisa jadi kita juga begitu</p>
<p>Bukan cuma Islam kok yang punya aliran, agama lain juga&#8230;</p>
<p>*hati2 juga jangan merasa benar sendiri pula,,,,<br />
bagi saya kebenaran memang relatif, kecuali kebenaran dari DIA</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: radit</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1325</link>
		<dc:creator>radit</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jul 2007 07:40:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1325</guid>
		<description>kebenaran dari DIA juga tergantung interpretasi masing2 orang kan...
la wong satu agama yg bersumber dari DIA aja ada alirannya masing2 hehehe

Buat mas antosalafi....la wong org lain udh sampai ke taraf riset nanomaterial, kirim surveyor ke mars, bikin obat buat kanker...kok situ masih mentok ama matahari mengelilingi bumi si??

kalo masalah astronomi..yaa diserahkan ke ahlinya dong..ulama(yg berilmu)astronomi...bukan ulama tafsir...setuju tidak... =)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kebenaran dari DIA juga tergantung interpretasi masing2 orang kan&#8230;<br />
la wong satu agama yg bersumber dari DIA aja ada alirannya masing2 hehehe</p>
<p>Buat mas antosalafi&#8230;.la wong org lain udh sampai ke taraf riset nanomaterial, kirim surveyor ke mars, bikin obat buat kanker&#8230;kok situ masih mentok ama matahari mengelilingi bumi si??</p>
<p>kalo masalah astronomi..yaa diserahkan ke ahlinya dong..ulama(yg berilmu)astronomi&#8230;bukan ulama tafsir&#8230;setuju tidak&#8230; =)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Nggak Pedulian? Saya? &#171; sora-kun.weblog()</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1263</link>
		<dc:creator>Nggak Pedulian? Saya? &#171; sora-kun.weblog()</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jul 2007 16:40:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1263</guid>
		<description>[...] tetap saja itu menyakitkan. Ketika Anda sudah mencurahkan waktu dan pikiran untuk menggerakkan semangat untuk berdiskusi cerdas dan persahabatan lintas negara, Anda harusnya akan sakit hati ketika dianggap &#8220;tidak punya [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] tetap saja itu menyakitkan. Ketika Anda sudah mencurahkan waktu dan pikiran untuk menggerakkan semangat untuk berdiskusi cerdas dan persahabatan lintas negara, Anda harusnya akan sakit hati ketika dianggap &#8220;tidak punya [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Shelling Ford</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1163</link>
		<dc:creator>Shelling Ford</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 17:03:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1163</guid>
		<description>wah, kalo ngebahas umat lain, mungkin namanya bukan otokritik lagi, pak :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, kalo ngebahas umat lain, mungkin namanya bukan otokritik lagi, pak <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bingung</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1153</link>
		<dc:creator>bingung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 00:58:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1153</guid>
		<description>ngabahas agama lain aja pak
tentang trinitas gitu
bukankah doktrin juga??
gimana2 ;;)

bukan ajarannya yang salah
tapi bisa jadi umatnya
nah,,, coba ngebahas tentang umat lain juga dong
biar fair gitu,,,

*hati2 juga jangan merasa benar sendiri pula,,,,
bagi saya kebenaran memang relatif, kecuali kebenaran dari DIA</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ngabahas agama lain aja pak<br />
tentang trinitas gitu<br />
bukankah doktrin juga??<br />
gimana2 ;;)</p>
<p>bukan ajarannya yang salah<br />
tapi bisa jadi umatnya<br />
nah,,, coba ngebahas tentang umat lain juga dong<br />
biar fair gitu,,,</p>
<p>*hati2 juga jangan merasa benar sendiri pula,,,,<br />
bagi saya kebenaran memang relatif, kecuali kebenaran dari DIA</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: mr lekig</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1151</link>
		<dc:creator>mr lekig</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jul 2007 14:07:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1151</guid>
		<description>postingan ini ga usah didengerin.. :p

*dibaca aja, hehehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>postingan ini ga usah didengerin.. :p</p>
<p>*dibaca aja, hehehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: antisalafi</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1128</link>
		<dc:creator>antisalafi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jul 2007 09:26:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1128</guid>
		<description>Orang ngigau kali yachh si antosapi itu, hehehe

Kenalken

http://antisalafi.wordpress.com/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Orang ngigau kali yachh si antosapi itu, hehehe</p>
<p>Kenalken</p>
<p><a href="http://antisalafi.wordpress.com/" rel="nofollow">http://antisalafi.wordpress.com/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Kopral Geddoe</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1099</link>
		<dc:creator>Kopral Geddoe</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Jul 2007 20:08:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1099</guid>
		<description>Saya juga prihatin, mas :( 

Iya, impresi saya juga begitu. Kok kayaknya hidup di dunia angan-angan. Kayak Flat Earth Society... :?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya juga prihatin, mas <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  </p>
<p>Iya, impresi saya juga begitu. Kok kayaknya hidup di dunia angan-angan. Kayak Flat Earth Society&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':?' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: joyo</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1097</link>
		<dc:creator>joyo</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Jul 2007 17:42:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1097</guid>
		<description>sebenarnya saya itu kasihan lho lihat orang2 sperti mas Antosalafi, kayak sakit gitu, bkn sakit apa2 tapi sakit pikiran, mereka seperti tidak hidup dlm realitas, mereka seperti hidup dalam mimpi dan angan2. Kok bisa gitu ya? seperti tidak bisa nerima kenyataan...kok gitu ya?

salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebenarnya saya itu kasihan lho lihat orang2 sperti mas Antosalafi, kayak sakit gitu, bkn sakit apa2 tapi sakit pikiran, mereka seperti tidak hidup dlm realitas, mereka seperti hidup dalam mimpi dan angan2. Kok bisa gitu ya? seperti tidak bisa nerima kenyataan&#8230;kok gitu ya?</p>
<p>salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Barang Wikimedia Lagi&#8230; &#171; sora-kun.weblog()</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1081</link>
		<dc:creator>Barang Wikimedia Lagi&#8230; &#171; sora-kun.weblog()</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jul 2007 12:22:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1081</guid>
		<description>[...] sederhana aja, sih. Dipicu oleh omongan tentang teori heliosentris yang mendadak marak di post ini, gw pun pergi ke wiki dan -syukurnya- terantuk pada lukisan yang satu [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] sederhana aja, sih. Dipicu oleh omongan tentang teori heliosentris yang mendadak marak di post ini, gw pun pergi ke wiki dan -syukurnya- terantuk pada lukisan yang satu [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Neo Forty-Nine</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1062</link>
		<dc:creator>Neo Forty-Nine</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jul 2007 05:21:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1062</guid>
		<description>Yah, walaupun busuk....setidaknya manusia yang menggunakan cara busuk masih sedikit memutar otaknya untuk mencari cara bususk supaya menang. Yah minimal ada usaha dan pembakaran kalori serta aliran darah ke otak. meski hasilnya cuma cara busuk.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yah, walaupun busuk&#8230;.setidaknya manusia yang menggunakan cara busuk masih sedikit memutar otaknya untuk mencari cara bususk supaya menang. Yah minimal ada usaha dan pembakaran kalori serta aliran darah ke otak. meski hasilnya cuma cara busuk.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Kang Tutur</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1061</link>
		<dc:creator>Kang Tutur</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jul 2007 05:14:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1061</guid>
		<description>Salam kenal...(Indonesia)
Numpang promosi nih!
Ada yg mau kuliah dengan beasiswa? Belajar Wirausaha?
Main ke blog kampusku - Makasih ya!


&lt;i&gt;[Moderator]: &quot;Sekadar mengingatkan, OOT tidak diperbolehkan di blog ini. Ini sekaligus peringatan buat komen2 selanjutnya di post ini ya. Sekian, terima kasih. :) &quot;&lt;/i&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal&#8230;(Indonesia)<br />
Numpang promosi nih!<br />
Ada yg mau kuliah dengan beasiswa? Belajar Wirausaha?<br />
Main ke blog kampusku &#8211; Makasih ya!</p>
<p><i>[Moderator]: &#8220;Sekadar mengingatkan, OOT tidak diperbolehkan di blog ini. Ini sekaligus peringatan buat komen2 selanjutnya di post ini ya. Sekian, terima kasih. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  &#8220;</i></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sora9n</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1051</link>
		<dc:creator>sora9n</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2007 13:59:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1051</guid>
		<description>&lt;b&gt;@ Shelling Ford&lt;/b&gt;

Betul, setuju. Sintaks dan logika itu nggak cuma ada di bahasa manusia, tapi juga berlaku di dunia pemrograman. :D

*sambil belajar Sastra Java* :P

&lt;b&gt;:::::

@ danalingga&lt;/b&gt;

Lha, itu kan termasuk mencari-cari kelemahan si pembicara. Kayaknya termasuk ad-hominem juga sih... (o_0)&quot;\

-garuk2 kepala-

&lt;b&gt;:::::

@ Fadli&lt;/b&gt;

Ah, nggak papa juga sih, toh masih nyambung juga sama &quot;teleskop NASA&quot; yang itu. :D

Btw, iya, fatsal 4-nya memang terkait sama diskusi secara umum, sih. Cuma jangan melebar ke topik astronomi aja, soalnya itu kan cuma salah satu contoh aja di sini. ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>@ Shelling Ford</b></p>
<p>Betul, setuju. Sintaks dan logika itu nggak cuma ada di bahasa manusia, tapi juga berlaku di dunia pemrograman. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>*sambil belajar Sastra Java* <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p><b>:::::</p>
<p>@ danalingga</b></p>
<p>Lha, itu kan termasuk mencari-cari kelemahan si pembicara. Kayaknya termasuk ad-hominem juga sih&#8230; (o_0)&#8221;\</p>
<p>-garuk2 kepala-</p>
<p><b>:::::</p>
<p>@ Fadli</b></p>
<p>Ah, nggak papa juga sih, toh masih nyambung juga sama &#8220;teleskop NASA&#8221; yang itu. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Btw, iya, fatsal 4-nya memang terkait sama diskusi secara umum, sih. Cuma jangan melebar ke topik astronomi aja, soalnya itu kan cuma salah satu contoh aja di sini. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Fadli</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1050</link>
		<dc:creator>Fadli</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2007 13:11:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1050</guid>
		<description>&lt;b&gt;@sora9n&lt;/b&gt;
He he he , mohon maap encang encing nyak babe dan sodara sodare penunggu blog ini. bukan maksud ane menyimpangkan topik ini jadi bedah astronomi. kebetulan itu cuma contoh aja. berhubung ane penyuka astronomi namun kehabisan karcis lihat pertandingannya di bioskop sebelah. maapin ane ya sodara sodare.

baidewei ane kira, comment ane di Fatsal 4 masih nyambung koq sama topiknya, yaitu soal diskusi. disana khan ga spesifik nyuarain pembelaan terhadap ilmu astronomi (secara saya merasa rada ulama dibidang itu (duh sombongnya ;p))

maapin ane ya sodara sodare</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>@sora9n</b><br />
He he he , mohon maap encang encing nyak babe dan sodara sodare penunggu blog ini. bukan maksud ane menyimpangkan topik ini jadi bedah astronomi. kebetulan itu cuma contoh aja. berhubung ane penyuka astronomi namun kehabisan karcis lihat pertandingannya di bioskop sebelah. maapin ane ya sodara sodare.</p>
<p>baidewei ane kira, comment ane di Fatsal 4 masih nyambung koq sama topiknya, yaitu soal diskusi. disana khan ga spesifik nyuarain pembelaan terhadap ilmu astronomi (secara saya merasa rada ulama dibidang itu (duh sombongnya ;p))</p>
<p>maapin ane ya sodara sodare</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: danalingga</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1048</link>
		<dc:creator>danalingga</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2007 11:24:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1048</guid>
		<description>Tapi yang paling banyak saya temui di dunia perdebatan agama yang gini nih:

&lt;blockquote&gt; ah..agama anda juga melakukannya kok :lol: &lt;/blockquote&gt;

nah kalo itu masuk yg mana yak?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tapi yang paling banyak saya temui di dunia perdebatan agama yang gini nih:</p>
<blockquote><p> ah..agama anda juga melakukannya kok <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  </p></blockquote>
<p>nah kalo itu masuk yg mana yak?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Shelling Ford</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1045</link>
		<dc:creator>Shelling Ford</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2007 10:30:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1045</guid>
		<description>&lt;b&gt;Fadli:::&lt;/b&gt;
kata siapa C#, Java, VB.NET ga ada linguistik dan sintaksisnya?
pernah coding dan kemudian yg tiba2 keluar malah &quot;syntax error&quot; kan?
dan semua bahasa memiliki karakter linguistik masing2 :)
wakakakakakaka...
salut, mas! semua anak ilkomp bersodara....hahahahahaha!

&lt;b&gt;Zoe:::&lt;/b&gt;
masalahnya, yg diajak gabung nggak pernah menganggap yg mengajak gabung sebagai satu umat ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>Fadli:::</b><br />
kata siapa C#, Java, VB.NET ga ada linguistik dan sintaksisnya?<br />
pernah coding dan kemudian yg tiba2 keluar malah &#8220;syntax error&#8221; kan?<br />
dan semua bahasa memiliki karakter linguistik masing2 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
wakakakakakaka&#8230;<br />
salut, mas! semua anak ilkomp bersodara&#8230;.hahahahahaha!</p>
<p><b>Zoe:::</b><br />
masalahnya, yg diajak gabung nggak pernah menganggap yg mengajak gabung sebagai satu umat <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Kucing Genit</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1044</link>
		<dc:creator>Kucing Genit</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2007 10:30:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1044</guid>
		<description>Yaa sudah lah...
Mengalah sajalah sama mas Antosalafi.
Dia malah sudah mempraktekkan option kelima; membabi buta. Wee...ke..ke..k..
Kacau banget dia, 
Threatnya apa, komennya apa, sdh ga nyambung....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yaa sudah lah&#8230;<br />
Mengalah sajalah sama mas Antosalafi.<br />
Dia malah sudah mempraktekkan option kelima; membabi buta. Wee&#8230;ke..ke..k..<br />
Kacau banget dia,<br />
Threatnya apa, komennya apa, sdh ga nyambung&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sora9n</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1043</link>
		<dc:creator>sora9n</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2007 10:14:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1043</guid>
		<description>&lt;b&gt;@ arul&lt;/b&gt;

Ini bukan menyatirkan agama kok Mas. Sebetulnya, yang disorot di sini adalah argumen2 lemah yang sering diajukan umat muslim ketika berdiskusi. Alhasil, timbullah kesan bahwa umat muslim itu bodoh dan nggak bisa berdiskusi dengan cerdas.

Makanya, post ini berusaha menyorot kelemahan itu. Di bagian post sendiri kan ada tuh tulisannya:

&lt;blockquote&gt;Semoga Allah selalu memberi hidayah pada kita semua — dari yang segala tersurat maupun yang tersirat; dari yang tegas maupun yang halus, dan dari yang terang-terangan maupun yang satire dan ironik.&lt;/blockquote&gt;

Gitu deh. ;)

&lt;b&gt;:::::

@ Rizma&lt;/b&gt;

Yang itu... nggak tau. Kayaknya itu cara yang beda lagi deh. :P

&lt;b&gt;:::::

@ anthonysteven&lt;/b&gt;

Betul. Dan, sayangnya, banyak yang memakainya untuk menyerang orang lain. Yang seiman saja dihajar, apalagi yang beda...?

&lt;b&gt;:::::

@ Death Berry&lt;/b&gt;

Besok paginya, kalau nggak salah.

Ruqyah? Kenapa? Disangka kesurupan lagi nih? :mrgreen:

&lt;b&gt;:::::

@ danalingga&lt;/b&gt;

Yak, dipilih, dipilih... :D

&lt;b&gt;:::::

@ jejakpena&lt;/b&gt;

Cara pertama memang sering banget dipakai, kok. Kayaknya itu budaya yang udah mengakar di Indonesia, deh. :roll:

Contoh: anak kecil berkata pada orang dewasa agar tidak berbuat X.

Jawaban: &quot;Ah, anak kecil tahu apa??&quot; :P

&lt;b&gt;:::::

@ Fadli&lt;/b&gt;

Ntar dikunjungi, deh. :)

&lt;b&gt;:::::

@ Lee&#039;s Journey, On the Way to a Smile&lt;/b&gt;

&lt;i&gt;&quot;Halahhh, anak kecil umur 13™ tahu apa sih soal ini??&quot; :mrgreen:&lt;/i&gt;

:lol:

&lt;b&gt;:::::

@ Edy C&lt;/b&gt;

Cobain aja, Mas. Separah-parahnya, kan nggak bakal tewas. Paling banter kehilangan pekerjaan aja kok. :P

&lt;b&gt;:::::

@ st. of darkness&lt;/b&gt;

Ssst, ini satir lho Mas. :)

&lt;b&gt;:::::

@ Fadli &#124; antosalafy&lt;/b&gt;

Kok jadi ngurusin matahari mengelilingi bumi...? ^^;;

Sekadar mengingatkan, post ini topik utamanya adalah tentang cara2 berdiskusi yang tidak sesuai dengan topik lho. :)

Buat mas Antosalafy, coba cek di wikipedia soal sejarah astronomi:

http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_astronomy

Di sana ada beberapa referensi tentang ahli astronomi yang diakui secara luas, seperti Galileo, Newton, dan Copernicus; juga soal teori heliosentris yang sedang dibicarakan.

&lt;b&gt;:::::

@ Edy C &#124; antobilang&lt;/b&gt;

Kayaknya gabungan antara cara ketiga dan kelima deh... (o_0)

&lt;b&gt;:::::

@ anthonysteven&lt;/b&gt;

Sekadar info, beberapa ulama muslim melarang untuk taklid buta tanpa mengetahui sumbernya secara langsung. Misalnya Imam Malik (kalau nggak salah) melarang orang mengambil rumusan darinya tanpa mengetahui landasannya.

Jadi, secara umum, umat muslim aslinya tidak diwajibkan untuk taklid buata pada satu imam/ulama saja. Beberapa mazhab mungkin punya pandangan lain sih, soal ini. (o_0)&quot;\

(CMIIW)

&lt;b&gt;:::::

@ danalingga&lt;/b&gt;

Rasanya ada juga unsur cara kelima-nya sih... :mrgreen:

CMIIW


&lt;b&gt;:::::

@ watonist&lt;/b&gt;

Ah, terima kasih. :D

&lt;b&gt;:::::

@ raden.suparman&lt;/b&gt;

Setuju dengan Anda. Bukan berarti kitab suci dan hadis itu salah; tetapi cara mempersepsinyalah yang bisa salah.

Jika dulu kita menafsirkan sesuatu secara berbeda, itu tak lain karena pandangan kita dulu belum seluas sekarang. Teknologi juga punya andil di sini; contohnya ya soal teleskop NASA itu tadi. :)

&lt;b&gt;::::::

@ Catshade&lt;/b&gt;

*ngakak*

Baru tahu saya. :P

BTW, itu kalo gak salah pernah diterapkan deh. Bahasannya diaduk-aduk sedemikian hingga jadi teknis, dan... segala sesuatu jadi nggak jelas ujung pangkalnya. :P

(di salah satu link di atas ada diskusi yang kayak gitu, AFAIK)

&lt;b&gt;:::::

@ mathematicse&lt;/b&gt;

Coba baca bagian terakhirnya post di atas deh,

&lt;blockquote&gt;Semoga Allah selalu memberi hidayah pada kita semua — dari yang segala tersurat maupun yang tersirat; dari yang tegas maupun yang halus, dan dari yang terang-terangan maupun yang satire dan ironik.&lt;/blockquote&gt;

FYI, saya pun nggak suka perang kok. Tapi kalau saya diem aja, nanti ada pihak2 yang merasa bahwa tindakannya bener. Padahal, saya rasa nggak seharusnya begitu. 

Jadi, saya pun menulis. ;)

&lt;b&gt;:::::

@ Kopral Geddoe&lt;/b&gt;

&lt;i&gt;Somehow, it reminds me of someone in a science-religion forum  out there. :mrgreen:&lt;/i&gt;

&lt;b&gt;:::::

@ Anto S&lt;/b&gt;

Baca paragraf penutup post di atas. Udah?

Ini satir, bung. Sifatnya teguran, dan bukan ajakan buat diterapkan dalam diskusi nyata. :)

&lt;b&gt;:::::

@ Zoe&lt;/b&gt;

Yang itu adalah orang-orang yang nulis komentar, bukan inti dari post ini. Udah saya sampaikan sih ke balasan buat mereka di atas; bahwasanya post ini menyorot berbagai kesalahan dalam berdiskusi -- bukannya membicarakan teori heliosentris-geosentris... (o_0)&quot;\

&lt;b&gt;:::::

@ Thamrin&lt;/b&gt;

Ya, kan di sini cuma menyampaikan caranya aja. Kalau pelaksanaannya gagal, salah pembicaranya dong. :P

&lt;b&gt;:::::

@ dnial&lt;/b&gt;

Iya... Terlalu aneh dan nggak nyambung, IMO... ^^;;

-mungkin karena itu disebut &#039;Limit Break&#039;- :P

&lt;b&gt;:::::

@ Bang Mandor&lt;/b&gt;

Setuju. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>@ arul</b></p>
<p>Ini bukan menyatirkan agama kok Mas. Sebetulnya, yang disorot di sini adalah argumen2 lemah yang sering diajukan umat muslim ketika berdiskusi. Alhasil, timbullah kesan bahwa umat muslim itu bodoh dan nggak bisa berdiskusi dengan cerdas.</p>
<p>Makanya, post ini berusaha menyorot kelemahan itu. Di bagian post sendiri kan ada tuh tulisannya:</p>
<blockquote><p>Semoga Allah selalu memberi hidayah pada kita semua — dari yang segala tersurat maupun yang tersirat; dari yang tegas maupun yang halus, dan dari yang terang-terangan maupun yang satire dan ironik.</p></blockquote>
<p>Gitu deh. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><b>:::::</p>
<p>@ Rizma</b></p>
<p>Yang itu&#8230; nggak tau. Kayaknya itu cara yang beda lagi deh. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p><b>:::::</p>
<p>@ anthonysteven</b></p>
<p>Betul. Dan, sayangnya, banyak yang memakainya untuk menyerang orang lain. Yang seiman saja dihajar, apalagi yang beda&#8230;?</p>
<p><b>:::::</p>
<p>@ Death Berry</b></p>
<p>Besok paginya, kalau nggak salah.</p>
<p>Ruqyah? Kenapa? Disangka kesurupan lagi nih? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><b>:::::</p>
<p>@ danalingga</b></p>
<p>Yak, dipilih, dipilih&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><b>:::::</p>
<p>@ jejakpena</b></p>
<p>Cara pertama memang sering banget dipakai, kok. Kayaknya itu budaya yang udah mengakar di Indonesia, deh. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Contoh: anak kecil berkata pada orang dewasa agar tidak berbuat X.</p>
<p>Jawaban: &#8220;Ah, anak kecil tahu apa??&#8221; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p><b>:::::</p>
<p>@ Fadli</b></p>
<p>Ntar dikunjungi, deh. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><b>:::::</p>
<p>@ Lee&#8217;s Journey, On the Way to a Smile</b></p>
<p><i>&#8220;Halahhh, anak kecil umur 13™ tahu apa sih soal ini??&#8221; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </i></p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><b>:::::</p>
<p>@ Edy C</b></p>
<p>Cobain aja, Mas. Separah-parahnya, kan nggak bakal tewas. Paling banter kehilangan pekerjaan aja kok. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p><b>:::::</p>
<p>@ st. of darkness</b></p>
<p>Ssst, ini satir lho Mas. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><b>:::::</p>
<p>@ Fadli | antosalafy</b></p>
<p>Kok jadi ngurusin matahari mengelilingi bumi&#8230;? ^^;;</p>
<p>Sekadar mengingatkan, post ini topik utamanya adalah tentang cara2 berdiskusi yang tidak sesuai dengan topik lho. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Buat mas Antosalafy, coba cek di wikipedia soal sejarah astronomi:</p>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_astronomy" rel="nofollow">http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_astronomy</a></p>
<p>Di sana ada beberapa referensi tentang ahli astronomi yang diakui secara luas, seperti Galileo, Newton, dan Copernicus; juga soal teori heliosentris yang sedang dibicarakan.</p>
<p><b>:::::</p>
<p>@ Edy C | antobilang</b></p>
<p>Kayaknya gabungan antara cara ketiga dan kelima deh&#8230; (o_0)</p>
<p><b>:::::</p>
<p>@ anthonysteven</b></p>
<p>Sekadar info, beberapa ulama muslim melarang untuk taklid buta tanpa mengetahui sumbernya secara langsung. Misalnya Imam Malik (kalau nggak salah) melarang orang mengambil rumusan darinya tanpa mengetahui landasannya.</p>
<p>Jadi, secara umum, umat muslim aslinya tidak diwajibkan untuk taklid buata pada satu imam/ulama saja. Beberapa mazhab mungkin punya pandangan lain sih, soal ini. (o_0)&#8221;\</p>
<p>(CMIIW)</p>
<p><b>:::::</p>
<p>@ danalingga</b></p>
<p>Rasanya ada juga unsur cara kelima-nya sih&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>CMIIW</p>
<p><b>:::::</p>
<p>@ watonist</b></p>
<p>Ah, terima kasih. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><b>:::::</p>
<p>@ raden.suparman</b></p>
<p>Setuju dengan Anda. Bukan berarti kitab suci dan hadis itu salah; tetapi cara mempersepsinyalah yang bisa salah.</p>
<p>Jika dulu kita menafsirkan sesuatu secara berbeda, itu tak lain karena pandangan kita dulu belum seluas sekarang. Teknologi juga punya andil di sini; contohnya ya soal teleskop NASA itu tadi. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><b>::::::</p>
<p>@ Catshade</b></p>
<p>*ngakak*</p>
<p>Baru tahu saya. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>BTW, itu kalo gak salah pernah diterapkan deh. Bahasannya diaduk-aduk sedemikian hingga jadi teknis, dan&#8230; segala sesuatu jadi nggak jelas ujung pangkalnya. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>(di salah satu link di atas ada diskusi yang kayak gitu, AFAIK)</p>
<p><b>:::::</p>
<p>@ mathematicse</b></p>
<p>Coba baca bagian terakhirnya post di atas deh,</p>
<blockquote><p>Semoga Allah selalu memberi hidayah pada kita semua — dari yang segala tersurat maupun yang tersirat; dari yang tegas maupun yang halus, dan dari yang terang-terangan maupun yang satire dan ironik.</p></blockquote>
<p>FYI, saya pun nggak suka perang kok. Tapi kalau saya diem aja, nanti ada pihak2 yang merasa bahwa tindakannya bener. Padahal, saya rasa nggak seharusnya begitu. </p>
<p>Jadi, saya pun menulis. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><b>:::::</p>
<p>@ Kopral Geddoe</b></p>
<p><i>Somehow, it reminds me of someone in a science-religion forum  out there. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </i></p>
<p><b>:::::</p>
<p>@ Anto S</b></p>
<p>Baca paragraf penutup post di atas. Udah?</p>
<p>Ini satir, bung. Sifatnya teguran, dan bukan ajakan buat diterapkan dalam diskusi nyata. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><b>:::::</p>
<p>@ Zoe</b></p>
<p>Yang itu adalah orang-orang yang nulis komentar, bukan inti dari post ini. Udah saya sampaikan sih ke balasan buat mereka di atas; bahwasanya post ini menyorot berbagai kesalahan dalam berdiskusi &#8212; bukannya membicarakan teori heliosentris-geosentris&#8230; (o_0)&#8221;\</p>
<p><b>:::::</p>
<p>@ Thamrin</b></p>
<p>Ya, kan di sini cuma menyampaikan caranya aja. Kalau pelaksanaannya gagal, salah pembicaranya dong. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p><b>:::::</p>
<p>@ dnial</b></p>
<p>Iya&#8230; Terlalu aneh dan nggak nyambung, IMO&#8230; ^^;;</p>
<p>-mungkin karena itu disebut &#8216;Limit Break&#8217;- <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p><b>:::::</p>
<p>@ Bang Mandor</b></p>
<p>Setuju. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Bang Mandor</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1040</link>
		<dc:creator>Bang Mandor</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2007 06:50:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1040</guid>
		<description>kalau dalam diskusi selalu menyerang lawan anda, itu malah menunjukkan bahwa anda sebenarnya lemah ...

http://bangsabodoh.wordpress.com/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau dalam diskusi selalu menyerang lawan anda, itu malah menunjukkan bahwa anda sebenarnya lemah &#8230;</p>
<p><a href="http://bangsabodoh.wordpress.com/" rel="nofollow">http://bangsabodoh.wordpress.com/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: dnial</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1038</link>
		<dc:creator>dnial</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2007 05:44:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1038</guid>
		<description>Habis baca Chewbacca Defence yang ditunjukin Catshade...

Memang aneh... dan aplikatif...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Habis baca Chewbacca Defence yang ditunjukin Catshade&#8230;</p>
<p>Memang aneh&#8230; dan aplikatif&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Thamrin</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1034</link>
		<dc:creator>Thamrin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2007 02:51:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1034</guid>
		<description>Kadang teorinya tidak sesuai dengan praktek. Kalau sedang gugup atau ngantuk gimana dong caranya?  :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kadang teorinya tidak sesuai dengan praktek. Kalau sedang gugup atau ngantuk gimana dong caranya?  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Zoe</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1031</link>
		<dc:creator>Zoe</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 22:33:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1031</guid>
		<description>Ga jelas nih. Gue liat di topiknya
 &quot;Berbagai Cara Busuk Memenangkan Diskusi&quot;
Tapi kok malah jadi diskusi kepada satu orang?? trus, pada ngelontarin yang nggak2. najis banget. Gue liat di kalimatnya ada perasaan benci &#039;n dendam banget. kok bisa gitu ya?? hatinya keruh banget. Gampang banget diajak perang. Tokoh2nya dia2 juga, padahal tujuannya sama, &#039;Satu&#039;. Kenapa bisa sekeruh itu?? dangkal banget..

Gabung aja kenapa? masih satu umat kan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ga jelas nih. Gue liat di topiknya<br />
 &#8220;Berbagai Cara Busuk Memenangkan Diskusi&#8221;<br />
Tapi kok malah jadi diskusi kepada satu orang?? trus, pada ngelontarin yang nggak2. najis banget. Gue liat di kalimatnya ada perasaan benci &#8216;n dendam banget. kok bisa gitu ya?? hatinya keruh banget. Gampang banget diajak perang. Tokoh2nya dia2 juga, padahal tujuannya sama, &#8216;Satu&#8217;. Kenapa bisa sekeruh itu?? dangkal banget..</p>
<p>Gabung aja kenapa? masih satu umat kan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Anto S</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1029</link>
		<dc:creator>Anto S</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 20:16:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1029</guid>
		<description>Kalau sudah dikuasai yuk kita praktekkan di Blog Islamsyiah.wordpress.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau sudah dikuasai yuk kita praktekkan di Blog Islamsyiah.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Kopral Geddoe</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1025</link>
		<dc:creator>Kopral Geddoe</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 17:33:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1025</guid>
		<description>&lt;i&gt;Men of science conform their beliefs to fit the established fatcs.
Men of conservative religious cults conform the established facts to fit their beliefs.
&lt;/i&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><i>Men of science conform their beliefs to fit the established fatcs.<br />
Men of conservative religious cults conform the established facts to fit their beliefs.<br />
</i></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: mathematicse</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1024</link>
		<dc:creator>mathematicse</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 17:03:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1024</guid>
		<description>Hahaha... terus perang-terus perang... sama-sama kacaunya... diskusi yang destruktif, merusak, tak baik...

Udah ah males bacanya....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hahaha&#8230; terus perang-terus perang&#8230; sama-sama kacaunya&#8230; diskusi yang destruktif, merusak, tak baik&#8230;</p>
<p>Udah ah males bacanya&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Catshade</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1023</link>
		<dc:creator>Catshade</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 16:59:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1023</guid>
		<description>Sepertinya &#039;limit break&#039; dari jurus-jurus berdiskusi busuk ini belum disebut di atas: &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Chewbacca_defense&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;chewbacca defense&lt;/a&gt;! :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sepertinya &#8216;limit break&#8217; dari jurus-jurus berdiskusi busuk ini belum disebut di atas: <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chewbacca_defense" rel="nofollow">chewbacca defense</a>! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: raden.suparman</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1022</link>
		<dc:creator>raden.suparman</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 15:59:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1022</guid>
		<description>Pas baca kalimat ini, “Kamu lebih percaya sama teleskop NASA, daripada sama ulama!!??” saya tersenyum karena teringat diskusi masalah matahari dan bumi di forum intranet. Eh, komentar dibawahnya juga persis sama dengan diskusi di forum itu. Kalimat ini yang saya maksud, &quot;maka datangkan dalil yang jelas untuk menyanggah pendapat Syaikh. Namanya dalil itu adalah Alquran dan Hadits sesuai pemahaman salafush shaleh. Jika menganggap hal seperti itu bahwa ahlinya adalah para astronom, maka datangkan bukti-bukti otentik atas penelitian mereka, kemudia jelaskan pula keshohihan berita dari mereka, lalu sebutkan biografi mereka sehingga sanadnya dari mereka baik dan diterima. Ini baru adil. Bukan dengan cara mengolok-olok atau mencela seorang ulama besar dengan gelaran ulama astronomi, ulama akuntansi, atau ulama sastra. Celaan seperti ini hina sekali di mata Allah dan Rasul-Nya.&quot;

Apakah ini namanya TAKLID buta, hingga masalah dunia pun harus dengan ilmu hadis? Saya pikir untuk membuat satelit komunikasi bukan dengan ilmu hadis. Begitu juga dengan memahami astronomi. Ini ilmu yang bisa dibuktikan secara ilmiah oleh siapapun.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pas baca kalimat ini, “Kamu lebih percaya sama teleskop NASA, daripada sama ulama!!??” saya tersenyum karena teringat diskusi masalah matahari dan bumi di forum intranet. Eh, komentar dibawahnya juga persis sama dengan diskusi di forum itu. Kalimat ini yang saya maksud, &#8220;maka datangkan dalil yang jelas untuk menyanggah pendapat Syaikh. Namanya dalil itu adalah Alquran dan Hadits sesuai pemahaman salafush shaleh. Jika menganggap hal seperti itu bahwa ahlinya adalah para astronom, maka datangkan bukti-bukti otentik atas penelitian mereka, kemudia jelaskan pula keshohihan berita dari mereka, lalu sebutkan biografi mereka sehingga sanadnya dari mereka baik dan diterima. Ini baru adil. Bukan dengan cara mengolok-olok atau mencela seorang ulama besar dengan gelaran ulama astronomi, ulama akuntansi, atau ulama sastra. Celaan seperti ini hina sekali di mata Allah dan Rasul-Nya.&#8221;</p>
<p>Apakah ini namanya TAKLID buta, hingga masalah dunia pun harus dengan ilmu hadis? Saya pikir untuk membuat satelit komunikasi bukan dengan ilmu hadis. Begitu juga dengan memahami astronomi. Ini ilmu yang bisa dibuktikan secara ilmiah oleh siapapun.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Rizma</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1021</link>
		<dc:creator>Rizma</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 15:41:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1021</guid>
		<description>@ mas Antosalafi

&lt;blockquote cite&gt;Bukan dengan cara mengolok-olok atau mencela seorang ulama besar dengan gelaran ulama astronomi, ulama akuntansi, atau ulama sastra. Celaan seperti ini hina sekali di mata Allah dan Rasul-Nya.&lt;/blockquote&gt;

wah,, gitu ya? bukannya biar gimana juga kita masih mempertimbangkan pendapat ahli ya? :? biar kita jadinya belajar,, 
bukannya kalo kita yakin hal di Qur&#039;an dan Hadist shahih itu benar, artinya bakal bisa dibuktikan dengan ilmu kan,, walaupun ga sekarang,,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ mas Antosalafi</p>
<blockquote cite><p>Bukan dengan cara mengolok-olok atau mencela seorang ulama besar dengan gelaran ulama astronomi, ulama akuntansi, atau ulama sastra. Celaan seperti ini hina sekali di mata Allah dan Rasul-Nya.</p></blockquote>
<p>wah,, gitu ya? bukannya biar gimana juga kita masih mempertimbangkan pendapat ahli ya? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':?' class='wp-smiley' />  biar kita jadinya belajar,,<br />
bukannya kalo kita yakin hal di Qur&#8217;an dan Hadist shahih itu benar, artinya bakal bisa dibuktikan dengan ilmu kan,, walaupun ga sekarang,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: watonist</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1018</link>
		<dc:creator>watonist</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 14:20:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1018</guid>
		<description>baru ini kuliah di blog dapet teori ... plus prakteknya (contoh aplikatifnya) :)
mantabh dah :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>baru ini kuliah di blog dapet teori &#8230; plus prakteknya (contoh aplikatifnya) <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
mantabh dah <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Fadli</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1017</link>
		<dc:creator>Fadli</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 13:41:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1017</guid>
		<description>Emmm, tarik nafas dulu. 
Bi Ismi Allah Arr Rahmaan Arr Rahiim.
Perkenanken saya menjawab komentar Al Akh Abu Maulid Anto as Salafy

Fatsal 1 :
&lt;blockquote&gt;
Jago juga ya kemahiran bahasa antum? hemmm…tapi tingkat pemahaman tafsir Alquran masih cupet–maaf kalo menyinggung perasaan. Masih kalah jauh jika dibandingkan ... dst
&lt;/blockquote&gt;
Dimaafkan :D

Fatsal 2 :
&lt;blockquote&gt;
Dari sisi sintaksis dan linguistik, saya juga masih meragukan kualitas Saudara Fadli
&lt;/blockquote&gt;
Dimaklumkan :D Lha wong saya belajarnya bahasa C#, Java, VB.NET, dan PHP tentu saja ga ngerti linguistik. Saya menterjemahkan struktur sederhana koq, dan saya rasa ga perlu lah nahwu sharaf untuk itu.
ahem, klo ga pake nahwu sharaf bisa diklaim memperturutkan hawa nafsu ya?

Fatsal 3 :
&lt;blockquote&gt;
Adapun artikel di blog al-akh abdurrahman tersebut merupakan tulisan ulama ahli tafsir, ahli hadits, dan ahli fikih zaman ini, yakni syaikh muhammad bin shaleh al utsaimin dan beliau rahimahullah menjelaskannya dengan dalil-dalil Alquran dan hadits yang beliau sendiri sangat paham akan keduanya. Adapun kita-kaum awam-ini hanyalah bisa membaca dan merenungi penjelasan Syaikh Utsaimin tersebut. Dan apa yang datangnya dari Alquran dan hadits shahih wajib kita imani. Selesai perkara.
&lt;/blockquote&gt;
Syaikh Muhammad ibn Shaleh al Utsaimin rahimahullah  adalah ulama ahli tafsir, ahli hadits, dan ahli fikih. Siapa pula yang menentang?
Tanggapan saya :
1. Bagaimanapun beliau tetap manusia biasa, bukan Nabi yang terpelihara dari kesalahan.
2. Bagaimana pula orang yang tidak pernah melihat dan meraba gajah hendak menjelaskan gajah.
3. Saya catat kalimat ini untuk dipergunakan nanti &lt;b&gt;&quot;Dan apa yang datangnya dari Alquran dan hadits shahih wajib kita imani. Selesai perkara.&quot;&lt;/b&gt;

Nabi sendiri pernah bertanya koq kepada seorang petani bagaimana cara bercocok tanam yang benar (coba ambil i&#039;tibar dari sini)

Fatsal 4 :
&lt;blockquote&gt;
Jika ada beberapa gelintir orang yang nggak setuju, maka datangkan dalil yang jelas untuk menyanggah pendapat Syaikh. Namanya dalil itu adalah Alquran dan Hadits sesuai pemahaman salafush shaleh.
&lt;/blockquote&gt;
OK, OK. Balik ke Fatsal 3 Point 3, ternyata belum selesai perkara. Masih ada perkara baru yaitu &lt;b&gt;&quot;harus sesuai pemahaman salafush shaleh&quot;&lt;/b&gt;

Tadi sebelum maghrib saya baca terjemahan Al-Qur&#039;an surah Az-Zumar. Pada salah satu ayat ada diterangkan bahwa bayi dalam kandungan itu berada dalam 3 lapis kegelapan, yaitu kulit perut, rahim, dan plasenta. Apakah pada zaman salafush saleh pada 3 generasi pertama itu hal ini telah diketahui?
Bingung?
Maksud saya, ada hal-hal / ayat-ayat qauniyah yang terungkap setelah periode mereka dan akan terus terungkap sampai akhir zaman nanti. Nah bagaimana mungkin kita menyandarkan pemahaman kita kepada para leluhur itu jika mereka sendiri belum pernah menemuinya. (ini konteksnya soal hal yang benar-benar baru lho, plz jangan di plintir)

Saya prihatin sekali melihat skenario debat seperti ini,
Pada tahapan pertama diminta &quot;berikanlah kepada kami dalil yang syar&#039;i (ini istilah yg paling sering dikambinghitamkan)&quot;,
Kemudian disajikanlah hadist dan ayat. Jadilah hadist bertemu hadist. Ternyata masih belum ketemu.
Pada tahapan kedua diminta &quot;harus berdasarkan pemahaman salafush saleh tanpa kecuali&quot;. Lalu dijawab dgn argumen seperti saya diatas
Pada tahapan ketiga malah diminta kesahihan argumen dan rekam jejak yang punya argumen. Kali ini objektivitas bergeser menjadi subjektivitas. Siap-siap orangnyalah yang akan diserang.
Pada tahapan keempat : menutup dialog dengan ucapan nylekit &quot;tidak ada faedahnya berdebat dengan anda sekalian karena tidak membawa manfaat&quot;.

Nah lucunya setelah tahapan keempat ini, balik lagi ke tahapan pertama. Debat lagi, ngotot lagi, bersitegang urat leher lagi, lalu ngeloyor dari gelanggang. Cabbe deeecchh.

Fatsal 4 :
&lt;blockquote&gt;
Bukan dengan cara mengolok-olok atau mencela seorang ulama besar dengan gelaran ulama astronomi, ulama akuntansi, atau ulama sastra. Celaan seperti ini hina sekali di mata Allah dan Rasul-Nya.
&lt;/blockquote&gt;

Saya tersenyum simpul membaca imajinasi seorang Anto Salafy. Bagaimana mungkin seorang yang faham bahasa Arab (pada tataran linguistik sintaksis pula secara ybs adalah yang paham sastra) bisa menterjemahkan tulisan saya sebagai olok-olok. Jelas-jelas ulama itu secara bahasa (bukan secara istilah) artinya adalah orang yang memiliki ilmu dibidangnya.
Yaa tentu saja yang saya maksud adalah ahli astronomi, ahli akuntansi, ahli sastra.

Anda tampaknya benar-benar telah total bermetamorfosis jadi orang asing, sampai-sampai cara memahami bahasa Ibu Anda sendiripun anda pakaikan metodologi bahasa Arab. Lha ya ndak ketemu toh mas. Piye toh?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Emmm, tarik nafas dulu.<br />
Bi Ismi Allah Arr Rahmaan Arr Rahiim.<br />
Perkenanken saya menjawab komentar Al Akh Abu Maulid Anto as Salafy</p>
<p>Fatsal 1 :</p>
<blockquote><p>
Jago juga ya kemahiran bahasa antum? hemmm…tapi tingkat pemahaman tafsir Alquran masih cupet–maaf kalo menyinggung perasaan. Masih kalah jauh jika dibandingkan &#8230; dst
</p></blockquote>
<p>Dimaafkan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Fatsal 2 :</p>
<blockquote><p>
Dari sisi sintaksis dan linguistik, saya juga masih meragukan kualitas Saudara Fadli
</p></blockquote>
<p>Dimaklumkan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Lha wong saya belajarnya bahasa C#, Java, VB.NET, dan PHP tentu saja ga ngerti linguistik. Saya menterjemahkan struktur sederhana koq, dan saya rasa ga perlu lah nahwu sharaf untuk itu.<br />
ahem, klo ga pake nahwu sharaf bisa diklaim memperturutkan hawa nafsu ya?</p>
<p>Fatsal 3 :</p>
<blockquote><p>
Adapun artikel di blog al-akh abdurrahman tersebut merupakan tulisan ulama ahli tafsir, ahli hadits, dan ahli fikih zaman ini, yakni syaikh muhammad bin shaleh al utsaimin dan beliau rahimahullah menjelaskannya dengan dalil-dalil Alquran dan hadits yang beliau sendiri sangat paham akan keduanya. Adapun kita-kaum awam-ini hanyalah bisa membaca dan merenungi penjelasan Syaikh Utsaimin tersebut. Dan apa yang datangnya dari Alquran dan hadits shahih wajib kita imani. Selesai perkara.
</p></blockquote>
<p>Syaikh Muhammad ibn Shaleh al Utsaimin rahimahullah  adalah ulama ahli tafsir, ahli hadits, dan ahli fikih. Siapa pula yang menentang?<br />
Tanggapan saya :<br />
1. Bagaimanapun beliau tetap manusia biasa, bukan Nabi yang terpelihara dari kesalahan.<br />
2. Bagaimana pula orang yang tidak pernah melihat dan meraba gajah hendak menjelaskan gajah.<br />
3. Saya catat kalimat ini untuk dipergunakan nanti <b>&#8220;Dan apa yang datangnya dari Alquran dan hadits shahih wajib kita imani. Selesai perkara.&#8221;</b></p>
<p>Nabi sendiri pernah bertanya koq kepada seorang petani bagaimana cara bercocok tanam yang benar (coba ambil i&#8217;tibar dari sini)</p>
<p>Fatsal 4 :</p>
<blockquote><p>
Jika ada beberapa gelintir orang yang nggak setuju, maka datangkan dalil yang jelas untuk menyanggah pendapat Syaikh. Namanya dalil itu adalah Alquran dan Hadits sesuai pemahaman salafush shaleh.
</p></blockquote>
<p>OK, OK. Balik ke Fatsal 3 Point 3, ternyata belum selesai perkara. Masih ada perkara baru yaitu <b>&#8220;harus sesuai pemahaman salafush shaleh&#8221;</b></p>
<p>Tadi sebelum maghrib saya baca terjemahan Al-Qur&#8217;an surah Az-Zumar. Pada salah satu ayat ada diterangkan bahwa bayi dalam kandungan itu berada dalam 3 lapis kegelapan, yaitu kulit perut, rahim, dan plasenta. Apakah pada zaman salafush saleh pada 3 generasi pertama itu hal ini telah diketahui?<br />
Bingung?<br />
Maksud saya, ada hal-hal / ayat-ayat qauniyah yang terungkap setelah periode mereka dan akan terus terungkap sampai akhir zaman nanti. Nah bagaimana mungkin kita menyandarkan pemahaman kita kepada para leluhur itu jika mereka sendiri belum pernah menemuinya. (ini konteksnya soal hal yang benar-benar baru lho, plz jangan di plintir)</p>
<p>Saya prihatin sekali melihat skenario debat seperti ini,<br />
Pada tahapan pertama diminta &#8220;berikanlah kepada kami dalil yang syar&#8217;i (ini istilah yg paling sering dikambinghitamkan)&#8221;,<br />
Kemudian disajikanlah hadist dan ayat. Jadilah hadist bertemu hadist. Ternyata masih belum ketemu.<br />
Pada tahapan kedua diminta &#8220;harus berdasarkan pemahaman salafush saleh tanpa kecuali&#8221;. Lalu dijawab dgn argumen seperti saya diatas<br />
Pada tahapan ketiga malah diminta kesahihan argumen dan rekam jejak yang punya argumen. Kali ini objektivitas bergeser menjadi subjektivitas. Siap-siap orangnyalah yang akan diserang.<br />
Pada tahapan keempat : menutup dialog dengan ucapan nylekit &#8220;tidak ada faedahnya berdebat dengan anda sekalian karena tidak membawa manfaat&#8221;.</p>
<p>Nah lucunya setelah tahapan keempat ini, balik lagi ke tahapan pertama. Debat lagi, ngotot lagi, bersitegang urat leher lagi, lalu ngeloyor dari gelanggang. Cabbe deeecchh.</p>
<p>Fatsal 4 :</p>
<blockquote><p>
Bukan dengan cara mengolok-olok atau mencela seorang ulama besar dengan gelaran ulama astronomi, ulama akuntansi, atau ulama sastra. Celaan seperti ini hina sekali di mata Allah dan Rasul-Nya.
</p></blockquote>
<p>Saya tersenyum simpul membaca imajinasi seorang Anto Salafy. Bagaimana mungkin seorang yang faham bahasa Arab (pada tataran linguistik sintaksis pula secara ybs adalah yang paham sastra) bisa menterjemahkan tulisan saya sebagai olok-olok. Jelas-jelas ulama itu secara bahasa (bukan secara istilah) artinya adalah orang yang memiliki ilmu dibidangnya.<br />
Yaa tentu saja yang saya maksud adalah ahli astronomi, ahli akuntansi, ahli sastra.</p>
<p>Anda tampaknya benar-benar telah total bermetamorfosis jadi orang asing, sampai-sampai cara memahami bahasa Ibu Anda sendiripun anda pakaikan metodologi bahasa Arab. Lha ya ndak ketemu toh mas. Piye toh?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: danalingga</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1015</link>
		<dc:creator>danalingga</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 13:30:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1015</guid>
		<description>&lt;strong&gt;@antosalafy&lt;/strong&gt;

saya lihat kok komen anda masuk kategori ketiga, yakni serahkan pada yang ahli. :lol:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>@antosalafy</strong></p>
<p>saya lihat kok komen anda masuk kategori ketiga, yakni serahkan pada yang ahli. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anthonysteven</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1014</link>
		<dc:creator>anthonysteven</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 13:23:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1014</guid>
		<description>@antosalafy

&quot;Adapun kita-kaum awam-ini hanyalah bisa membaca dan merenungi penjelasan Syaikh Utsaimin tersebut.&quot;

Maaf bukan mau ngeflame, saya cuma penasaran, kenapa cuma bisa membaca dan merenungi penjelasan dari beliau? Bukankah segala sesuatu harus kita telaah? Anda sendiri menuduh saya:

&quot;kaum bodoh yang hanya bisa mengikuti rahib dan pendeta&quot;

Padahal, saya sendiri tidak pernah diajarkan untuk terima saja apa penjelasan dari pendeta.

Mungkin saya salah mengerti, mohon penjelasan, Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@antosalafy</p>
<p>&#8220;Adapun kita-kaum awam-ini hanyalah bisa membaca dan merenungi penjelasan Syaikh Utsaimin tersebut.&#8221;</p>
<p>Maaf bukan mau ngeflame, saya cuma penasaran, kenapa cuma bisa membaca dan merenungi penjelasan dari beliau? Bukankah segala sesuatu harus kita telaah? Anda sendiri menuduh saya:</p>
<p>&#8220;kaum bodoh yang hanya bisa mengikuti rahib dan pendeta&#8221;</p>
<p>Padahal, saya sendiri tidak pernah diajarkan untuk terima saja apa penjelasan dari pendeta.</p>
<p>Mungkin saya salah mengerti, mohon penjelasan, Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: antobilang</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1013</link>
		<dc:creator>antobilang</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 12:41:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1013</guid>
		<description>Hohohoho...sora sora, komen ke 14 itu termasuk yang mana ya?
*kabur*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hohohoho&#8230;sora sora, komen ke 14 itu termasuk yang mana ya?<br />
*kabur*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Edy C</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1011</link>
		<dc:creator>Edy C</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 10:31:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1011</guid>
		<description>mmm... itu cara ke berapa yak?
kayanya variasi baru tuh...

*kaburrr*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mmm&#8230; itu cara ke berapa yak?<br />
kayanya variasi baru tuh&#8230;</p>
<p>*kaburrr*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: antosalafy</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1009</link>
		<dc:creator>antosalafy</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 10:10:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1009</guid>
		<description>@ Fadli

Jago juga ya kemahiran bahasa antum? hemmm...tapi tingkat pemahaman tafsir Alquran masih cupet--maaf kalo menyinggung perasaan. Masih kalah jauh jika dibandingkan dengan yang punya http://abdurrahman.wordpress.com/2007/03/15/benarkah-bumi-mengelilingi-matahari/. Ketahuilah, siswa SD pun juga masih terbata-bata kok masalah fungsi bahasa (belum sampai mereka pada tahapan ini), tentu kurang tepat kalo menyejajarkannya dengan anak SD kelas 2. Dari sisi sintaksis dan linguistik, saya juga masih meragukan kualitas Saudara Fadli.

Adapun artikel di blog al-akh abdurrahman tersebut merupakan tulisan ulama ahli tafsir, ahli hadits, dan ahli fikih zaman ini, yakni syaikh muhammad bin shaleh al utsaimin dan beliau rahimahullah menjelaskannya dengan dalil-dalil Alquran dan hadits yang beliau sendiri sangat paham akan keduanya. Adapun kita-kaum awam-ini hanyalah bisa membaca dan merenungi penjelasan Syaikh Utsaimin tersebut. Dan apa yang datangnya dari Alquran dan hadits shahih wajib kita imani. Selesai perkara. Jika ada beberapa gelintir orang yang nggak setuju, maka datangkan dalil yang jelas untuk menyanggah pendapat Syaikh. Namanya dalil itu adalah Alquran dan Hadits sesuai pemahaman salafush shaleh. Jika menganggap hal seperti itu bahwa ahlinya adalah para astronom, maka datangkan bukti-bukti otentik atas penelitian mereka, kemudia jelaskan pula keshohihan berita dari mereka, lalu sebutkan biografi mereka sehingga sanadnya dari mereka baik dan diterima. Ini baru adil. Bukan dengan cara mengolok-olok atau mencela seorang ulama besar dengan gelaran ulama astronomi, ulama akuntansi, atau ulama sastra. Celaan seperti ini hina sekali di mata Allah dan Rasul-Nya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Fadli</p>
<p>Jago juga ya kemahiran bahasa antum? hemmm&#8230;tapi tingkat pemahaman tafsir Alquran masih cupet&#8211;maaf kalo menyinggung perasaan. Masih kalah jauh jika dibandingkan dengan yang punya <a href="http://abdurrahman.wordpress.com/2007/03/15/benarkah-bumi-mengelilingi-matahari/" rel="nofollow">http://abdurrahman.wordpress.com/2007/03/15/benarkah-bumi-mengelilingi-matahari/</a>. Ketahuilah, siswa SD pun juga masih terbata-bata kok masalah fungsi bahasa (belum sampai mereka pada tahapan ini), tentu kurang tepat kalo menyejajarkannya dengan anak SD kelas 2. Dari sisi sintaksis dan linguistik, saya juga masih meragukan kualitas Saudara Fadli.</p>
<p>Adapun artikel di blog al-akh abdurrahman tersebut merupakan tulisan ulama ahli tafsir, ahli hadits, dan ahli fikih zaman ini, yakni syaikh muhammad bin shaleh al utsaimin dan beliau rahimahullah menjelaskannya dengan dalil-dalil Alquran dan hadits yang beliau sendiri sangat paham akan keduanya. Adapun kita-kaum awam-ini hanyalah bisa membaca dan merenungi penjelasan Syaikh Utsaimin tersebut. Dan apa yang datangnya dari Alquran dan hadits shahih wajib kita imani. Selesai perkara. Jika ada beberapa gelintir orang yang nggak setuju, maka datangkan dalil yang jelas untuk menyanggah pendapat Syaikh. Namanya dalil itu adalah Alquran dan Hadits sesuai pemahaman salafush shaleh. Jika menganggap hal seperti itu bahwa ahlinya adalah para astronom, maka datangkan bukti-bukti otentik atas penelitian mereka, kemudia jelaskan pula keshohihan berita dari mereka, lalu sebutkan biografi mereka sehingga sanadnya dari mereka baik dan diterima. Ini baru adil. Bukan dengan cara mengolok-olok atau mencela seorang ulama besar dengan gelaran ulama astronomi, ulama akuntansi, atau ulama sastra. Celaan seperti ini hina sekali di mata Allah dan Rasul-Nya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Fadli</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1008</link>
		<dc:creator>Fadli</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 08:37:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1008</guid>
		<description>Masih nyambung dengan yang diatas 
&lt;blockquote&gt;
“Dia menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (QS. Az-Zumar: 5).

Firman-Nya:”Menutupkan malam dan siang” artinya memutarkannya seperti tutup sorban menunjukkan bahwa berputar adalah dari malam dan siang di atas bumi. Kalau saja bumi yang berputar atas keduanya (malam dan siang) niscaya Dia berfirman:”Dia menutupkan bumi atas malam dan siang”. Dan makna firman-Nya:”…matahari dan bulan, semuanya berjalan” menerangkan apa yang terdahulu menunjukkan bahwa matahari dan bulan keduanya berputar dengan putaran yang semestinya, karena menundukkan yang bergerak dengan gerakannya lebih jelas maknanya daripada menundukkan yang tetap diam tidak bergerak.
&lt;/blockquote&gt;

Lagi-lagi egois menafsirkan, masa menjadikan SORBAN sebagai analogi.
Menundukkan? saya tidak akan bahas panjang-panjang, pasti semua sudah kenal dengan hukum gravitasi Newton, atau coba tanya sama agorsiloku atau deking.

Tanyalah pada ahlinya (ULAMA), tapi mbok ya jangan ngawur. Urusan ASTRONOMI yaa tanyanya ke ulama ASTRONOMI bukan ulama SASTRA atau AKUTANSI</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Masih nyambung dengan yang diatas </p>
<blockquote><p>
“Dia menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (QS. Az-Zumar: 5).</p>
<p>Firman-Nya:”Menutupkan malam dan siang” artinya memutarkannya seperti tutup sorban menunjukkan bahwa berputar adalah dari malam dan siang di atas bumi. Kalau saja bumi yang berputar atas keduanya (malam dan siang) niscaya Dia berfirman:”Dia menutupkan bumi atas malam dan siang”. Dan makna firman-Nya:”…matahari dan bulan, semuanya berjalan” menerangkan apa yang terdahulu menunjukkan bahwa matahari dan bulan keduanya berputar dengan putaran yang semestinya, karena menundukkan yang bergerak dengan gerakannya lebih jelas maknanya daripada menundukkan yang tetap diam tidak bergerak.
</p></blockquote>
<p>Lagi-lagi egois menafsirkan, masa menjadikan SORBAN sebagai analogi.<br />
Menundukkan? saya tidak akan bahas panjang-panjang, pasti semua sudah kenal dengan hukum gravitasi Newton, atau coba tanya sama agorsiloku atau deking.</p>
<p>Tanyalah pada ahlinya (ULAMA), tapi mbok ya jangan ngawur. Urusan ASTRONOMI yaa tanyanya ke ulama ASTRONOMI bukan ulama SASTRA atau AKUTANSI</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Fadli</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1006</link>
		<dc:creator>Fadli</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 08:12:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1006</guid>
		<description>mau comment disini http://abdurrahman.wordpress.com/2007/03/15/benarkah-bumi-mengelilingi-matahari/
koq udah habis yaa karcisnya, padahal ada yg sangat penting lho.

saya baca kutipan terjemahan:
&lt;blockquote&gt;
“Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit condong dari arah gua mereka ke sebelah kanan dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu…” (QS. Al-Kahfi: 17).

Dalam ayat di atas Allah menjadikan yang condong dan menjauhi adalah matahari, itu adalah dalil bahwa gerakan itu adalah dari matahari, kalau gerakan itu berasal dari bumi, maka niscaya Allah akan berfirman:”gua mereka condong darinya (matahari)”. Begitu juga bahwa penyandaran terbit dan terbenam kepada matahari menunjukkan bahwa dialah (matahari) yang berputar meskipun dilalah-nya sedikit dibandingkan dengan dilalah firman-Nya:”condong dan menjauhi mereka”.
&lt;/blockquote&gt;

Ini khan yang dimaksud dgn condong adalah cahaya mataharinya (arah datangnya cahaya). matahari yang dimaksud adalah matahari dalam pandangan si penghuni gua dimana posisinya adalah objek yang diamati.

aduh saya ga tega rasanya harus ngajar bahasa Indonesia soal SPO atau SPK disini. saya hanya kasihan, boro-boro astronomi, untuk menterjemahkan dengan kaidah bahasa Indonesia tingkat kelas 2 SD aja sudah ngaco.
beginilah kalau terlalu mendewakan teks.

*pst, bagi yg masih ga ngerti maksud tulisan saya yang sudah sangat sederhana bin mudah dicerna ini, pasti akan segera mengambil kesimpulan saya mendustakan al-qur&#039;an*

Tanya Kenapa?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mau comment disini <a href="http://abdurrahman.wordpress.com/2007/03/15/benarkah-bumi-mengelilingi-matahari/" rel="nofollow">http://abdurrahman.wordpress.com/2007/03/15/benarkah-bumi-mengelilingi-matahari/</a><br />
koq udah habis yaa karcisnya, padahal ada yg sangat penting lho.</p>
<p>saya baca kutipan terjemahan:</p>
<blockquote><p>
“Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit condong dari arah gua mereka ke sebelah kanan dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu…” (QS. Al-Kahfi: 17).</p>
<p>Dalam ayat di atas Allah menjadikan yang condong dan menjauhi adalah matahari, itu adalah dalil bahwa gerakan itu adalah dari matahari, kalau gerakan itu berasal dari bumi, maka niscaya Allah akan berfirman:”gua mereka condong darinya (matahari)”. Begitu juga bahwa penyandaran terbit dan terbenam kepada matahari menunjukkan bahwa dialah (matahari) yang berputar meskipun dilalah-nya sedikit dibandingkan dengan dilalah firman-Nya:”condong dan menjauhi mereka”.
</p></blockquote>
<p>Ini khan yang dimaksud dgn condong adalah cahaya mataharinya (arah datangnya cahaya). matahari yang dimaksud adalah matahari dalam pandangan si penghuni gua dimana posisinya adalah objek yang diamati.</p>
<p>aduh saya ga tega rasanya harus ngajar bahasa Indonesia soal SPO atau SPK disini. saya hanya kasihan, boro-boro astronomi, untuk menterjemahkan dengan kaidah bahasa Indonesia tingkat kelas 2 SD aja sudah ngaco.<br />
beginilah kalau terlalu mendewakan teks.</p>
<p>*pst, bagi yg masih ga ngerti maksud tulisan saya yang sudah sangat sederhana bin mudah dicerna ini, pasti akan segera mengambil kesimpulan saya mendustakan al-qur&#8217;an*</p>
<p>Tanya Kenapa?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: st. of darkness</title>
		<link>http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1004</link>
		<dc:creator>st. of darkness</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 08:10:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://omaigat.wordpress.com/2007/07/10/berbagai-cara-busuk-memenangkan-diskusi/#comment-1004</guid>
		<description>cK...cK...cK!
saran yang buagus............!!!
kapan kita bikin diskusi terbuka???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>cK&#8230;cK&#8230;cK!<br />
saran yang buagus&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;!!!<br />
kapan kita bikin diskusi terbuka???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
