SHARING PENYUSUNAN DRAFT RAPBD DPRD
:: :: KILAS BALIK :: ::
Pada umumnya setiap akhir tahun (kadang molor menjadi awal tahun) diadakan penyesuaian Neraca Keuangan Daerah antara Eksekutif (Pemerintah Daerah) dengan Legislatif (DPRD) melalui media Rapat Anggaran Daerah. Media ini mempertemukan Panitia Anggaran Eksekutif yang dipimpin oleh Sekretaris Kota/Kabupaten dan Panitia Anggaran Legislatif yang dibentuk dari perwakilan Fraksi-fraksi.
Di sinilah terjadi tawar menawar perdebatan sengit membahas Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun berikutnya (yang akan datang) berdasarkan kepentingan Parpol skala prioritas pembangunan Kota/Kabupaten. Hasil kesepakatan pembahasan tersebut kemudian digelar dalam sidang-sidang dan berujung pada Sidang Paripurna DPRD sebagai legalisasi RAPBD menjadi APBD (Anggaran Pendapatan dan belanja Daerah) yang merupakan pedoman tatalaksana Neraca Keuangan Daerah.
Mekanisme yang berjalan hingga kini adalah sebagai berikut:
Draft dari Eksekutif (Pemda/Pemkot):
- Jalur pertama: bermula dari Musyawarah tingkat Desa/Kelurahan, kemudian hasil pembahasan diusulkan ke Kecamatan. Di tingkat Kecamatan, diadakan kajian dan penyusunan skala prioritas ulang berdasarkan penyesuaian dengan usulan institusi teknis tingkat kecamatan. Hasilnya disusun dalam bentuk buku dan dikirimkan ke Pemkot/Pemkab.
- Jalur kedua: usulan datang dari instansi teknis tingkat Kecamatan, dilanjutkan ke instansi teknis tingkat Kabupaten/Kota (model lama). Atau cara lain, usulan dari instansi teknis tingkat Kecamatan dan tingkat Kota/Kabupaten disampaikan langsung kepada Kepala Daerah melalui sistem Rencana Anggaran Satuan Kerja (RASK).
Draft RAPBD (eksekutif) dari kedua jalur di atas disusun dalam bentuk matriks, dilengkapi dengan narasi (penjelasan) tentang latar belakang dan alasan diusulkannya kegiatan ataupun program berdasarkan data pendukung. Misalnya eksekutif merencanakan pembangunan pasar di suatu kecamatan, maka dilengkapi dengan data jumlah penduduk, akses jalan, potensi ekonomi, fasilitas yang sudah ada, dll.
Draft dari Eksekutif (DPRD):
Dengar-dengar (maaf, soalnye tidak ada dokumen resmi yang di publish) draft DPRD berasal dari titipan sounding di daerah pemilihan atau inventarisasi aktif para kader partai di tingkat Desa/Kelurahan dan Kecamatan yang kemudian dirumuskan oleh Pengurus Parpol tingkat Kabupaten/Kota. (bener gini enggak sih?).
Sepertinya, draft tersebut ditulis dalam bentuk mirip catatan belanja di pasar rumusan-rumusan. Mungkin ada juga sih yang udah nyusun dalam bentuk matriks. *moga aja*
Berbekal catatan belanjaan di pasar rumusan itulah (ke depan pakai matriks ya) para anggota DPRD melalui Panitia Anggaran DPRD membahas RAPBD bersama Panitia Anggaran Eksekutif. Jadi khawatir OOT juga nih
:: :: F A K T A :: ::
Sssst, maaf jangan omong-omong lho, … kebanyakan sih ya … beberapa hari sebelum pembahasan bersama antaran Panitia Anggaran Eksekutif dan DPRD itu berlangsung, pihak eksekutif sudah mengirimkan draft Neraca Keuangan Daerah berserta Pedoman Standarisasi Harga Barang kepada pihak DPRD. Dan biasanya pihak Panitia Anggaran DPRD agak ngomel lantaran menganggap waktunya mepet sehingga tidak cukup waktu untuk mempelajarinya. Lho ?
Mestinya sih, kalo menurut kelaziman, kedua belah pihak saling kirim draft Neraca Keuangan Daerah, sehingga waktu pembahasan tidak OOT.
Sudahlah …
:: :: SOLUSI dan SHARING :: ::
Setelah mempelajari, menyimak dan memahami kondisi di atas *halah* maka kami memutuskan *halah lagi* untuk sharing aja deh …
- Mengusulkan agar para petinggi dan kader Parpol agar lebih terbuka dan peka dalam memperjuangkan
kepentingan parpolkepentingan publik. Yakin aja deh, dengan memperjuangkan kepentingan publik maka kepentingan lainnya akan mendapatkan simpati *asal bener lho* - Mengajak para anggota DPRD untuk menyusun draft anggaran dalam bentuk matriks (seperti waktu skripsi atau penelitian itu lho Bos) berdasarkan skala prioritas dan tidak tumpang tindih (overlap anggaran).
- Ini dulu, ntar kalo kebanyakan malah gak terwujud, sedangkan ini saja, hehehe.
Gimana sih bentuk matriksnya?
Oke, sabar Bos… sederhana koq. Berdasarkan ketentuan terkini, sistem yang dianut dalam penyusunan RAPBD menggunakan format Rencana Anggaran Satuan Kerja (RASK) dan Dokumen Anggaran Satuan Kerja (DASK).
Begini ringkasannya …
RENCANA ANGGARAN SATUAN KERJA
Pemerintah Kota/Kabupaten: … di isi nama Kota/kabupaten …
Tahun …
Program: … di isi nama program …
Kegiatan: … di isi nama kegiatan 1, 2, 3 dst …
……………………………………………………………………………………………………………
Indikator :: :: :: Tolok Ukur Kinerja :: :: :: Target Kinerja :: ……………………………………………………………………………………………………………
Masukan :: ( meliputi: Alokasi Dana, waktu dan jumlah orang )
Keluaran :: sila tulis apa yang diharapkan berdasarkan asas manfaat
Hasil :: sila isi realisasinya setelah selesai
Manfaat :: sila isi manfaat yang diharapkan dan kenyataannya
Dampak :: sila isi dampak fisik dan non fisik atas program di atas
……………………………………………………………………………………………………………
Anggaran Belanja Langsung
per Kegiatan
……………………………………………………………………………………………………………
Nomor Rekening :: :: :: Uraian Program :: :: :: Anggaran ::
……………………………………………………………………………………………………………
rek .. .. .. .. .. APARATUR DAERAH
rek .. .. .. .. .. Belanja Operasi dan Pemeliharaan :: Pre memori
rek .. .. .. .. .. Belanja Pegawai/Personalia :: :Pre memori
Jumlah: … … …
……………………………………………………………………………………………………………
rek .. .. .. .. .. BELANJA BARANG DAN JASA
rek .. .. .. .. .. Biaya Bahan dan Material
rek .. .. .. .. .. Biaya Alat Tulis (isi uraiannya di lembar uraian)
rek .. .. .. .. .. Biaya Jasa Pihak Ketiga
rek .. .. .. .. .. bla bla bla, misalnya pengadaan Laptop *halah*
rek .. .. .. .. .. Biaya Cetak dan Pengadaan
rek .. .. .. .. .. Hati-hati jangan overlap dengan poin Alat Tulis
rek .. .. .. .. .. Biaya Makanan dan Minuman (ada puasa lho)
rek .. .. .. .. .. Biaya Pakaian Dinas
Jumlah: … … …
……………………………………………………………………………………………………………
rek .. .. .. .. .. BELANJA PERJALANAN DINAS
rek .. .. .. .. .. Biaya Perjalanan Dinas (jangan sering-sering ya)
Jumlah: … … …
……………………………………………………………………………………………………………
rek .. .. .. .. .. BELANJA MODAL
rek .. .. .. .. .. Belanja modal Peralatan (isi sesuai keperluan)
rek .. .. .. .. .. Belanja modal Pemeliharaan Rumah Tangga
rek .. .. .. .. .. Belanja modal Alat Angkutan (tidak tiap tahun lho)
rek .. .. .. .. .. Belanja modal Bangunan
……………………………………………………………………………………………………………
Waktu Pelaksanaan: (misalnya 12 bulan)
Pembayaran: ( dihitung per triwulan)
Waktu Pembahasan: … s/d …
Catatan Hasil Pembahasan: … (isi hal penting sesuai program)
……………………………………………………………………………………………………………
Tim Anggaran Legislatif:
Nama … :: :: :: :: :: Jabatan :: :: :: :: :: Tanda Tangan
Nama … :: :: :: :: :: Jabatan :: :: :: :: :: Tanda Tangan
Nama … :: :: :: :: :: Jabatan :: :: :: :: :: Tanda Tangan
Nama … :: :: :: :: :: Jabatan :: :: :: :: :: Tanda Tangan
dan seterusnya
……………………………………………………………………………………………………………
Nah, tidak sulit kan … sekiranya ingin lebih teknis, setiap parpol atau fraksi DPRD dapat menggunakan jasa staf ahli (ahli teknis lho, bukan ahli gelarnya saja)
Ini hanya ringkasan, dan hanya rekapitulasi satu item, selanjutnya silahkan dilengkapi sesuai bidang keahlian para anggota Dewan atau kader parpol.
Oh ya, volume kegiatan menyangkut jumlah orang dan jumlah hari juga dicantumkan (dihitung) lho, ngitungnya di lembar perincian.
Andaipun masih menggunakan catatan-catatan (tidak menggunakan matriks) gak papa juga koq, yang penting tidak OOT *becanda
*
Semoga bermanfaat:: :: :: sedikit sajian sharing dari kokiTukangSaji :: :: ::
Edisi pekan depan: Untuk caleg: 2. Sidang DPRD
Posting seputar penyusunan narasi persidangan DPRD
Juli 13, 2007 at 7:43 pm
wow…dapet datanya darimana??
keren cak
*padahal belom dibaca*
Juli 13, 2007 at 11:16 pm
@ cK,
tumben gak pakai yel “petromaks”
dapet dari omaigat, hahaha
Juli 14, 2007 at 10:22 am
Waduh.. pusing bacanya Cak…, kite2 nyang rakyat kecil mah cuman berharap harga2 kebutuhan pokok ga naik, harga minyak aman, harga beras adem, ya sudah… dunia aman tenteram dah.
Juli 14, 2007 at 12:41 pm
sssssttt……! how to keep silence?
Juli 14, 2007 at 12:54 pm
@ CY,
iya cocok itu, asalkan harga-harga dapat terjangkau rakyat kecil, aman kali ya
Adakalanya perlu mengetahui dikit “jeroan” sistem yg konon wewakili kita dan sedikit seluk beluk bagaimana penyelenggaraan pemerintahan, terutama di tingat II sebagai manifestasi keinginan rakyat (menurut amanatnya sih gitu*
Begitu kita melihat ada
softwaresistem yg error, kita boleh koq sharing tips dan trik mengatasi error, heheheLagipula, ada saran pembaca yg menganjurkan kepada para koki agar tidak hanya teriak-teriak error tanpa mencari tahu penyebabnya dan sharing solusi untuk mengatasi error. Sy kira masukan tersebut sangat positif.
Karena itulah kami mencoba sajian sesuai saran
Maaf ya … postingannya bikin tambah mumet, hehehe
Juli 14, 2007 at 3:19 pm
mumet dikit ga pa2 Cak, paling gak kite2 udah pada tau sistemnya gimana, jadi ga buta samasekali.
Setiap sistem pasti ada kelemahan dan keuntungannya, yg penting sih para pelaksana di atas sana itu ga nyari2 kelemahan sistem dan nyari terlalu banyak keuntungan utk perut sendiri pasti error akan berkurang banyak.
Btw, thx utk postingan yg bagus ini Cak, jarang2 ada yg beginian nih…
Juli 15, 2007 at 4:17 am
@ CY,
Setuju !!!
Sistem dan pelaksana tidak bisa berdiri sendiri-sendiri. Jika salah satunya error, maka semuanya gak jalan.
Yang kita sediakan ini sedikit sedekah dari rakyat untuk wakilnya sekaligus sebagai “peringatan halus” agar beliau-2 bekerja sungguh-sungguh. Kitapun tidak bisa lagi dikatakan hanya ngomel doang, toh sudah ikutan membantu sekelumit teknisnya … *halah*
Juli 15, 2007 at 4:54 am
wihhh Matriks nya sippp bener.. lengkap.. jelas… saya jadi ngerti lengkap lagi
tapi semuanya dah bener.. seseuai dengan petunjuk namun ada tips2 ga buat menyiasati petunjuk itu pak?
Juli 15, 2007 at 7:04 am
@ almascatie,
Trims
eh? iya … menyiasati petunjuk ya … ok kita juga perlu tahu bagaimana matriks yang nampak logis, begitu mudahnya diakali. Nah, dengan mengetahui lobang korupsi diharapkan dapat dicagah secara lebih teknis dan lebih fokus.
Ntar ditunggu giliran posting berikutnya ya …
Sabar aja deh
Juli 16, 2007 at 7:27 am
udah Cak, cape bacanya.
Siapin aja amplopnya seperti biasa.
satu mata anggaran nilainya ditambah 10 persen dari tahun lalu ya…
nanti biar saya teken semua, anak-anak di fraksi biar saya kasih wejangan…
Juli 16, 2007 at 12:10 pm
Wah ada agen CIA disini
*ngumpet*
Juli 16, 2007 at 12:25 pm
@ n0vri,
hahaha, ternyata pak n0vri lebih paham “jeroan” di sana ya
iya deh, tolong yg di fraksi dikasih wejangan
@ Fadli,
huaaaa, di sini agen minyak tanah koq mas
Juli 16, 2007 at 12:45 pm
Jangan lupa ada blok grant dari pusat yang nanti harus masuk ke perhitungan di RKAKLnya cak
dan tolong di perhitungkan juga Belanja Rumah tangga anggota dewan untuk modal Pemilu berikutnya cak
klo yang ini
rek .. .. .. .. .. BELANJA MODAL
rek .. .. .. .. .. Belanja modal Peralatan (isi sesuai keperluan)
rek .. .. .. .. .. Belanja modal Pemeliharaan Rumah Tangga
rek .. .. .. .. .. Belanja modal Alat Angkutan (tidak tiap tahun lho)
rek .. .. .. .. .. Belanja modal Bangunan
dah gak valid lagi kyaknya
dan masalah ada amplop2 itu bohong yang ada hanya tanda terima kasih
Juli 16, 2007 at 5:25 pm
Novri, Idham, anda berdua ga bakal kebagian 70rb bidadari lho nanti….
Juli 16, 2007 at 8:21 pm
@CY
oh yang bagi 70rb bidadari ya..
*ikut dong*
Juli 18, 2007 at 12:51 am
Owalah, rekening sebanyak itu????
*Eh, itu rekening Dewan apa rekening “oknum” anggota dewan Cak??*
Juli 18, 2007 at 4:07 am
@ idham,
Begitu juga rumah tangga ataupun rumah tetangga untuk modal, bisa juga diselip-selipan “tanpa dokumen”, hehehe
halo Diknas ?
Itu hanya contoh global koq mas. Aslinya rumit dan rinci, bisa untuk bantal
Eh, amplop dan ucapan terimakasih udah ganti lagi, sekarang namanya: “kerja sama yang saling pengertian” dan “tali asih”
@ Amd,
hanya contoh koq, itu masih sedikit, aslinya banyak, hehehe
Nah, soal rekening sih, aturannya rekening anggaran, adapun isi rekening nyasar entah kemana, saya gak tahu
Agustus 16, 2007 at 10:29 am
Ooohhhh begitu tho…..
*pura-pura baru tau*
**pernah ngintip punya ibukota tercinta**
***pernah ikutan rapat pembahasannya di dprd ibukota tercinta juga***
Februari 8, 2009 at 1:28 pm
mas to mba or all q nyri contoh lembat tuh pilihan caleg DPRD gmana n dimana?
tu data dapet dari mana?