Ditulis oleh sora9n
Saya jadi merasa déjà vu mendengar berita yang ditayangkan di televisi akhir-akhir ini. Belum setengah tahun pasca tewasnya Cliff Muntu, IPDN kembali mendapat sorotan tajam. Kali ini, sekitar 20 mahasiswa dari kampus tersebut disinyalir melakukan pengeroyokan yang berujung pada kematian seorang tukang ojek.
Entah kenapa saya langsung teringat pada salah satu tulisan saya, yang ditulis berkaitan dengan tewasnya Cliff Muntu. Cuplikannya kira-kira seperti berikut ini.
Semua manusia bisa berubah ke arah yang lebih baik; saya percaya itu. Tetapi, perubahan itu sendiri tidak terjadi tanpa syarat: ada kondisi-kondisi yang harus dipenuhi. Masyarakat bisa didorong untuk berubah jika:
(1) kondisi lingkungan sosial kondusif,
(2) terdapat fasilitas yang memadai untuk berubah,
(3) ada waktu yang cukup,
(4) proses dilakukan dengan benar dan konsisten.[...]
[...]
Tinjau butir (3). Apakah ada waktu yang cukup? Sekarang saya tanya, “berapa lama waktu yang cukup?”. Empat tahun yang lalu Wahyu Hidayat meninggal, dan sekarang Cliff Muntu mengikuti jejaknya. Empat tahun tidak cukup — Anda mungkin berkata begitu. Berikan waktu lebih banyak…
Lihat butir (4). Proses perbaikan harus dilakukan dengan benar dan konsisten. Pertanyaannya, mampukah pemerintah konsisten dalam upaya tersebut? Oh, mereka gagal sejauh ini. Empat tahun perbaikan berujung perginya satu nyawa adalah bukti kegagalan. Dan, jika dalam empat tahun ada satu dua nyawa melayang, ada berapa lagi yang (mungkin) menyusul jika waktu diberikan lebih lama?
Anda mungkin berkata berikan sepuluh, dua puluh, atau lima puluh tahun. Tidak, mengingat bukti kegagalan selama empat tahun, masihkah kita meresikokan nyawa orang demi perbaikan? Masihkah kita BERANI MERESIKOKAN satu-dua Cliff lagi ke alam baka demi PERBAIKAN yang sejauh ini belum berhasil?
***
Dan sekarang, satu nyawa lagi melayang.
Oh well… tampaknya harus ada yang mengajari para praja itu untuk belajar dari kesalahan. Tiga tahun Wahyu Hidayat meninggal, mereka masih memukuli Cliff Muntu. Dan belum setengah tahun Cliff berpulang, sekarang ada warga sipil tewas di tangan mereka. Lantas apa lagi yang akan terjadi minggu depan? Bulan depan? Atau bahkan tahun depan, kalau IPDN masih tetap begini?
Sekarang, satu nyawa lagi sudah melayang — dan korbannya bukan lagi praja, melainkan sudah masyarakat sipil di luar kampus.
Dan saya tak bisa berkata apa-apa lagi,
Kecuali…
…
MAKANYA, DULU PAS
KAMI NGOMONG TUH
DIDENGERIN!!!
Bukankah dari dulu sudah kami sampaikan semua alasan ini?
Potret Kekejaman IPDN dari Masa ke Masa
Mengapa Saya Menyetujui Petisi Itu — dan Beberapa Jawaban
Revolusi Nggak Pernah Mati di Hari Minggu
Demi Indonesia kok Dibilang Konyol?
Hasil Otopsi Cliff Muntu
Untuk Ibu (Masih soal IPDN)
***
Sekarang, Anda bisa bilang apa? Masih berani meresikokan satu-dua nyawa lagi demi perbaikan gagal macam ini?
Juli 23, 2007 at 11:06 pm
kayaknya mahasiswa2 itu juga minta digebuki sama yg bukan mahasiswa…
*yap, dikit lagi saya bukan mahasiswa lagi*
Juli 24, 2007 at 12:47 am
saya juga ga tau mo bilang apa. pemerintah pun cuma bisa diam saja
Juli 24, 2007 at 3:01 am
omaigat, f**k 4 IPDN *ironis, ngelus dada, gak abis pikir*
Juli 24, 2007 at 5:32 am
Bakar IPDN!!!
Juli 24, 2007 at 6:09 am
*pejabat mode on*
saya dengar…tapi saya cuman dengar, nampung, kasih kesekretaris saya untuk diarsip, ya antrilah… wong pas bilang ga pake amplop sih jadi ya harus antri.. gratis kok minta pertama
ya masihlah… harus itu, kalo ditutup banyak lho yang ga bisa jalan2 lagi keluar negeri, ga bisa beli rumah mewah, mobil dll.
*pejabat mode Off rakyat mode on*
BUBARKAN saja.. karena yang jelas LULUSAN IPDN hanya sebagai penerus tradisi sistem yang sudah rusak, bukan generasi terdidik yang mampu menjadi pembaharu untuk memperbaiki negara ini.
Juli 24, 2007 at 6:40 am
Mengerikan!!
Sekarang mau beralasan apa lagi pemerintah menolak membubarkan IPDN?
Apa sebegitu beratnya pertimbangan mereka ya untuk ngotot mempertahankan lembaga pendidikan ini, padahal sudah jelas-jelas begitu, dibaik-baikin masih tidak berubah juga.
Kita lihat kebijakan apa lagi yang disodorkan setelah kasus ini.
Juli 24, 2007 at 7:02 am
Gue sampai punya pikiran jahat nih *semoga Tuhan mau mengampuni* , gimana kalo masyarakat jatinangor di bakar aja emosinya untuk meluluhlantakkan IPDN. Daripada di bakar masalah sara, mendingan perang ama IPDN aja, sekalian ngetes ilmunya IPDN sesakti apa sih setelah memakan tumbal nyawa begitu banyak. Mari sulut perang!!!!!!!
Juli 24, 2007 at 7:23 am
kok Ma bacanya sambil senyum senyum ya?? aneh sendiri nih Ma,,
Hm,, mungkin sebagian gara gara pemerintah yang ga ngedengerin omongan dari masyarakat,, sebagian lagi efek short term memory lost-nya orang Indonesia juga kali ya,,
Mungkin aja nyawa manusia ga seberharga itu kali ya,, jadi, satu,, dua,, lima,, sepuluh,, lima puluh,, gapapa dong,, itung itung ngurangin jumlah penduduk kan? (gila Ma sadis banget!)
Berapa bulan ya kabar ini bakal ilang lagi??
*skeptis mode on*
Juli 24, 2007 at 10:59 am
[...] hmmmmm …. sampai kapan ? [...]
Juli 24, 2007 at 11:05 am
Dukung pengiriman Praja IPDN Sebagai Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon
IPDN, Terbukti Tangguh dan Teruji
Juli 24, 2007 at 11:29 am
IPDN muncul lagi?
Bah, ayo kita galakkin petisi lagi!
Juli 24, 2007 at 1:54 pm
Sudah saya bilang,
Bubarkan IPDN,
Jadikan gedungnya untuk sekolah orang miskin.
Para praja itu bersekolah dengan uang rakyat, bukan ? Mengapa orang miskin tidak bisa merasakan hal yang sama ?
Juli 24, 2007 at 2:17 pm
Sudah saya bilang,
Bubarkan IPDN,
Jadikan gedungnya untuk sekolah orang miskin.
Para praja itu bersekolah dengan uang rakyat, bukan ? Mengapa orang miskin tidak bisa merasakan hal yang sama ?
Juli 24, 2007 at 3:19 pm
Depdagri… oh depdagri ….
Juli 24, 2007 at 3:25 pm
Bubarkan saja bubarkan saja bubarkan saja
Juli 24, 2007 at 5:32 pm
Iya depdagri, menterinya lagi sakit!
:: gimana yah, dg komunitas bawah tangga?
[POKJA Wartawan DEPDAGRI]
Juli 24, 2007 at 6:24 pm
hohohoho
menuntut IPDn bubar itu, bukannya tindakan konyol dan emosional?
Juli 24, 2007 at 7:22 pm
*baca komen Anto*
nyepet nih,, nyepeet???
Juli 24, 2007 at 8:43 pm
Bah… berita lama…..
Tauk deh ah… gelap…..
paling paling ganti nama lagi…..
Juli 24, 2007 at 9:36 pm
[...] tentang ini, tetapi karena tertarik melihat tulisan-tulisan di sini, di sini, di sini, di sini , di sini, dan terakhir saya baca itu di sini serta terkait tulisanku di sini, di sini dan di sini, dan juga [...]
Juli 24, 2007 at 10:18 pm
http://anangku.blogspot.com/2007/07/ipdn-lagi-ipdn-lagi.html
Juli 25, 2007 at 1:48 am
[...] dimana letak salahnya ? baca ini dulu.. di sini, di sini, di sini, di sini , di sini, di sini, di sini, di sini, di sini, disini dan disini *banyak amaaaattt* [...]
Juli 25, 2007 at 4:11 am
@ Shelling Ford
Lha, aku masih baru selesai tingkat tiga, Joe…
:::::
@ cK
Gw juga nggak tau mau ngomong apa lagi. Pemerintah kayaknya kurang tegas soal ini; belum lagi soal lahan korupsi yang hilang kalau IPDN ditutup.
Susah memang.
:::::
@ oWner’cute | almascatie | jejakpena | danalingga | Kangguru | the beast | k’baca
Memang begitulah mereka…
BUBAR!!
:::::
@ Rizma
Pipe down. You’re bringing down the mood.
:::::
@ Fadli
Kayak iklan rokok…?
:::::
@ anthonysteven
Yok, mulai bikin panitia petisi tahap II. Ada yang mau daftar?
:::::
@ Mihael “D.B.” Ellinsworth
Lho, justru para praja itulah yang miskin… buat duit bulanan aja harus bertaruh nyawa, kok??
:::::
@ antobilang
*ahem*
Betul, betul sekali Pak Anto. Kita selayaknya tidak terbawa prasangka, dan mengambil keputusan yang terburu-buru™, konyol™, dan emosional™ macam itu.
Bukankah kita harus selalu optimis™? Untuk apa membakar satu lumbung kalau cuma untuk membunuh beberapa ekor tikus™?
*sepet.sepet.sepet.yes…*
:::::
@ Count of Madness
Sebetulnya ini berita baru… cuma aja udah déjà vu, jadi kesannya kayak berita lama.
Juli 25, 2007 at 4:30 am
*baca artikelnya detik.com*
Yang jadi korban salah karena udah jelas ga boleh ngerokok dalem lift (itu kalo faktanya bener lho)
Yang mukulin juga salah soalnya dia langsung matiin tuh rokok tanpa ngingetin si korban kalo ngerokok dalem lift itu ga boleh. Lebih parah lagi, dia kemakan amarahnya si korban hingga ujung-ujungnya…..
Oalah anak muda Indonesia…. *geleng-geleng*
Juli 25, 2007 at 4:45 am
Iya,, iya,, itu kan Ma yang agak skeptis dikit aja,,
btw ga tidur tidur ini,, ampe jam 4?Sekalian niat, bloggers turun ke jalan yuk,, kasi liat ama mereka hasil petisi,,
paksasaranin mereka buat nutup itu IPDN sekali lagi,, (ide apa ini Ma??)Siapa tau ntar ntar ga ada lagi yang harus meninggal gara gara kampus itu,, (serem amat sih,, kampus makan orang,,)
Juli 25, 2007 at 9:40 am
petisi doang paling dicuekin, sapa yang mau ikut dateng ke kampusnya?? kita coba cara lain…
Juli 25, 2007 at 11:47 am
Dulu mereka boleh mendebat, bilang manusia bisa berubah. Kalau kali ini mereka masih bilang manusia-manusia di Jatinangor itu bisa berubah, mungkin ada yang salah dengan otak orang-orang itu.
Juli 25, 2007 at 12:16 pm
Ya ampun,, kok ga pada belajar husnudzon sama orang sih,, mungkin aja mereka khilaf,, mungkin itu cuma oknum oknumnya aja,,
Kalain jangan cuma ngehina gitu ya sama lembaga yang udah ngebawa banyak prestasi bagi Indonesia!!!!!!
*dan Ma mulai mual*
Juli 25, 2007 at 5:56 pm
Kalo menurut aku, dan ini adalah alasan yg paling tepat, yang memiliki pendapat lain selain ini, berarti SESAT !!
Itu semua terjadi karena siswa-siswa IPDN dalam memahami pelajaran di kampusnya tidak merujuk kepada pemahaman para shahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in, dan para ulama ahlus sunnah yang mengikuti ketiga generasi tadi dengan lurus?!
*ahlus sunah mode on*
hehe2x
Juli 25, 2007 at 9:25 pm
IPDN,kampus pengantar ke alam barzakh secara express…
Juli 26, 2007 at 8:25 am
iseng-iseng buka IPDNmania,
…nothing new…
mungkin mereka speechless kali ini…
ato takut dikeroyok lagi kayak posting terakhir itu…
ngelihat title blognya…
IPDNmania
Kami adalah putra-putri terbaik bangsa!
KAMI BUKAN PENJAHAT, KAMI ORANG BERMARTABAT
Kami adalah putra putri terbaik bangsa, abdi negara yang siap melayani masyarakat menuju Indonesia yang adil dan makmur.
komenku:
MELAYANI MASYARAKAT GUNDULMU AMOH!!!!!!!
Juli 26, 2007 at 12:57 pm
agiekpujo:::
wew…cool comment
Juli 26, 2007 at 12:58 pm
Mungkin Praja2 yg didalam lift itu mencoba merubah image masyarakat dgn menunjukkan mereka juga prihatin akan asap rokok yg meracuni masyarakat, cuman cara dan tempatnya yg salah total. Masa di billyard center kok ngelarang ngerokok, piye toh?
Mana ada sih bilyard center yg ngelarang merokok? atau bener ada yach?
*Saya suka bilyard tapi ga merokok*
Juli 26, 2007 at 4:33 pm
masih nunggu korban dari kalangan anak-anak kali yah ?
Juli 27, 2007 at 11:13 am
sekarang tambah lagi seorang tukang ojek…………
walah belom puas juga dengan orang dalam, ornag luar pun juga dikeroyok
Juli 27, 2007 at 12:21 pm
Setuju sama Joe, bentar lagi aku juga bukan mahasiswa. Ikut Joe aja kalo ada acara gebug2 gitu
Anyway, kalo g stuju ipdn dibubarin, gmana kalo digusur buat stadion bola, haha..
Juli 27, 2007 at 2:00 pm
Jangan “hancurkan” IPDN!!!! Alih fungsikan saja IPDN itu sebagai lembaga pemasyarakatan. Siapa yang ngisi? Ya mereka-mereka yang terlibat pembunuhan, pengeroyokan, dll. Hehe…
Juli 30, 2007 at 4:14 pm
Capek ngomongin IPDN mulu.. kita mau berkoar2 kayak apapun mereka tetep bersikeras mempertahankan preman2 itu..
Juli 31, 2007 at 12:31 pm
Tapi baguslah buat melahirkan pegulat pro berbakat
BTW saya juga rumahnya deket ama IPDN,,,,
Jangan-Jangan nanti saya jadi korban selanjutnya!!
*kabuuuuuur*
Agustus 10, 2007 at 1:36 pm
berarti kan udah bener2 jelas kenapa IPDN blm dibubarin sampe saat ini!
untuk mengurangi populasi manusia endonesa,tentunya. Dengan begini kan lapangan kerja jadi tidak terlalu berdesak2an, pendidikan ga berebut, pejabat tetep bisa ke luar negri karena rakyat yg dipikirin makin sedikit.
Kita harus dukung pak presiden yg enggan membubarkan IPDN! ini kan demi kebaikan kita sendiri!!
Agustus 16, 2007 at 11:00 am
[...] bisa bersikap tegas dan bijak ketika melihat kekerasan sosial dan pembunuhan, bukannya diam ketika tiga-empat nyawa sudah melayang di depan [...]
September 12, 2007 at 2:45 pm
[...] adalah dialam roh sana, walaupun ada roh senior dan roh junior tapi tidak ada sifat2 angkuh atau merasa senioritas seperti di alam manusia. Tidak ada rasa iri dan merendahkan seperti manusia, yg ada hanya rasa [...]
Oktober 29, 2007 at 6:05 pm
sudah gak bisa diperbaiki lagi itu..
dari awal aja sudah salah..
eh, eh,, bahkan sekitar tahun ‘90 udah jadi rahasia umum kalo anak-anak pejabat bisa dengan mudah kuliah di sana..
huh..