Ditulis oleh sora9n
Anda mungkin pernah menonton sebuah tayangan bergenre SETANTRON™. Kalau begitu, Anda harusnya tahu hal-hal macam apa yang biasanya menimpa gadis tokoh utama di berbagai serial tersebut.
Percayalah, mereka benar-benar mengalami kisah hidup yang berat!!
Pada skenario yang paling umum, ‘kesengsaraan’ mereka biasanya terjadi sebagai berikut:
…
Mula-mula, mereka diperkenalkan sebagai gadis manis berhati baik.

Kemudian, mereka jatuh cinta pada seorang cowok tampan-perlente nan kaya.


Sayangnya, kehidupan mereka di rumah justru porak-poranda. Mereka biasanya harus berhadapan dengan seorang tante (ataupun ibu tiri) yang galak…

..serta harus mengalami siksaan fisik yang pedih sepanjang hari.

Para tokoh utama ini biasanya dicitrakan sebagai gadis baik-baik yang manis, tabah, dan butuh dilindungi. Karena yang seperti inilah yang disukai oleh pemirsa.

Apa akibatnya?
Karena tampangnya yang lugu dan butuh dilindungi itu, para pembuat cerita kemudian sangat suka menimpakan segenap kesulitan hidup padanya.
Tante yang galak kemudian benci pada si gadis. Akhirnya, ia akan menghasut suaminya — sedemikian agar mereka bisa mengusir si gadis dari rumah mereka.


“pergi kamu dari rumah ini!!”
Sang tokoh utamapun cuma bisa meratapi kekejaman tersebut…

…sebelum kemudian menyadari bahwa ia tak punya seorang pun di sisinya.

Layaknya gadis-gadis setantron™ pada umumnya, ia pun pergi tergopoh-gopoh sambil berurai air mata…

…hingga akhirnya ia bertemu dengan pria tampan-nan-kaya yang menjadi pujaan hatinya.


Sayangnya, ayah sang pria tidak rela anaknya berhubungan dengan gadis gelandangan itu.

“Pokoknya Papa takkan merestui hubungan kalian!!”
Tentunya sang cowok perlente pun berusaha membela gadis yang dicintainya dari penolakan sang ayah. Tapi, apa lacur… kekuasaan sang ayah begitu besar. Akhirnya, kedua sejoli itu terpaksa berpisah dengan penuh haru-biru.


…
…
…dan demikianlah kemalangan demi kemalangan terus menimpanya. Si gadis terus berusaha menarik perhatian (dan rasa kasihan) pemirsa dengan ketertindasannya. Baginya, hidup yang berat itu merupakan cobaan yang ditimpakan para penulis skenario padanya.

…
…
…
Lihat… begitu menyedihkannya perjalanan hidup para gadis setantron™ itu. Tidakkah Anda kasihan pada mereka??
Ps:
Seluruh gambar diambil dari sini.
Agustus 9, 2007 at 2:58 pm
lhoo mana Inspektur Vijay-nya?
mestinya dia muncul untuk menolong si gadis yg tertabrak oleh adik dari lelaki tampan-nan-kaya saat sedang menyebrang jalan untuk membeli obat hasil mengemis kepada sepupunya yg jahat karena naksir kepada lelaki kaya-nan-tampan bagi orang tuanya yg sakit parah…
*tersedu di pojokan*
Agustus 9, 2007 at 2:58 pm
@caplang:
Bow, ini bukan Setantron India
Agustus 9, 2007 at 3:04 pm
@LeftClick
tapi yg banyak memproduksi setantron™ kan orang India juga
Agustus 9, 2007 at 3:32 pm
@ LeftClick
Pertamax-nya dihapus ya, soalnya dilarang di blog ini.
Betul, ini bukan setantron™ India. Lebih maju setantron Indonesia lah… ceritanya lebih variatif. Kalau udah mentok pun masih bisa nyontek ke Jepun atau Korea, kok.
:::::
@ caplang™
Jangan samakan bollywood dong…?
Setantron™ kita kan udah lebih maju. Di sini mah nggak ada polisi-polisian… yang selalu ada itu mbak cantik, tante galak, dan om yang selalu ngerecokin hubungan para tokoh utama.
Agustus 9, 2007 at 3:37 pm
*ngakak*
Kepala bawang jadi naik pamor di blogosphere…
Lha… tapi itu Setantron tetap hidup aja, karena pangsa pasarnya mendukung tuh. Coba kalau enggak ada yang mau nonton, setantron-nya ditinggalin dan masyarakat kita milih program acara yang lain, kayanya bisa turun juga popularitasnya, sampe hilang peminatnya sama sekali.
Jadi kayanya, penggemar Setantron-nya juga perlu `diberesin` dulu kesadarannya sekalian barengan dikritisi juga itu produksi setranton-nya.
Haa… perlu Tim SAR ini?!
Agustus 9, 2007 at 3:40 pm
Waaah, jenius! Jenius!
Agustus 9, 2007 at 4:40 pm
iya…kasian sekali…
penderitaan terus-menerus karena memang nggak ada tamatnya
Agustus 9, 2007 at 4:53 pm
kreatif
bai de wei ini dari sinetron mana ya??
Agustus 9, 2007 at 5:35 pm
Hiiikkss,, sedih banggeett!!!
originaal!!! Hikss,, mengharukaaannnn!!!
Tapi boong,,
Agustus 9, 2007 at 6:45 pm
*ngakak guling-guling*
nice. very well done.
IMO, entah kenapa penonton senang sekali memihak kepada tokoh penderita yang butuh-dilindungi-dan-tidak-bisa-apa-apa. kenapa ya?
tidak pernah ada tuh ceritanya, tokoh utama perempuan dalam sinetron (hai-yah! kenapa tokoh utamanya pasti perempuan?
) yang mengubah nasibnya sendiri, dari tukang ditindas menjadi cewek yang sedikit tangguh. tanya kenapa?
mungkin penonton lebih suka bersimpati kepada cewek yang memang tidak bisa apa-apa dan tinggal menunggu nasibnya berubah? god knows.
Agustus 9, 2007 at 9:50 pm
@ jejakpena
Yang mau nonton tetep banyak kok… orang-orang memang seneng yang model gitu, kayaknya.
-gakTauAh-
:::::
@ Shelling Ford
Selain nggak tamat-tamat, dipanjang-panjangin lagi. Dan, lebih sial lagi, tayangnya juga setiap hari!
Apa nggak kasian tuh si tokoh utamanya?
:::::
@ cK
Ah, terima kasih.
Dari sinetron mana? Silakan ingat-ingat sebuah sinetron legendaris, yang masa tayangnya mencapai 6 tahun dan mencapai ratusan episode.
Lagian, nggak cuma satu sinetron aja kok. Kayaknya ini udah jadi formula umum yang diterapkan di mana-mana… (o_0)”\
:::::
@ Rizma
…
:::::
@ yud1
Kenapa? Ego cowok kali… Butuh cewek yang langsung bisa jatuh ke pelukan mereka.
Cowok-cowok juga suka cewek tsundere… tentunya karena pada akhirnya mereka bisa takluk kan??
*jlebbb buat yud1* xD
Agustus 9, 2007 at 10:33 pm
I want inspektur vijay kumar singh.
Tapi saya lihat lihat gadisnya cantik juga tuh.
Agustus 9, 2007 at 10:37 pm
*kesummon, ada yang ngomongin tsundere*
Btw kalau memang dari yang lunak jadi tanggung, malah jadi yandere, dong?
Agustus 9, 2007 at 11:18 pm
SETANTRON™ indonesia skarang katanya sama kayak drama asia ya?
Agustus 10, 2007 at 12:26 am
tapi kenapa saya lebih sering kesal melihat mereka ?
apa syaraf sedih saya sudah putus ?
atau setantron-nya yang bikin saya seperti ini ?
*ah, sudahlah…..*
Agustus 10, 2007 at 9:36 am
hahaha akhirnya komen gw jadi pertamax…
ya udah diedit deh
gimana skarang? is it better?
kenapa ga mau disamakan?
parameter udah majunya seperti apa yak?
salah satu syarat SETANTRON™ itu kan produsernya dari sono
kan ada peribahasa “tak ada rotan akar
Punjabipun jadi”maap saya jarang nonton
tipiSetantron™duluan mana, telur atau ayam?
sediakan aja tontonan yang
tidak menyesatkanbaikbiar nanti masyarakat memilih
*meracau akibat keracunan Setantron™*
Agustus 10, 2007 at 10:01 am
Bukannya karena sebagian cowo juga menikmati buat jadi manusia superior yang nindes dan ngerjain cewe yang dianggepnya bisa dikerjain??
*liat kompulan gambar pala bawang lagi*
yak! dari semua itu Ma paling suka yang icon malu malu ga jelas itu,, pengen minta ditimpuk aja rasanya
@ Yud1
wah,, itu Hana Yori Dango sekale,,
Agustus 10, 2007 at 10:18 am
wekekeke, asli lucu dan mak jleb bgt…
kebetulan bgt ama topik yg dibahas di blog gw, makasi mas!!
Agustus 10, 2007 at 11:05 am
Sebentar, sepertinya saya kenal sinteron itu, yang meniru Cand* – Cand* bukan ?
————
Dialog sinetron itu bullshit, terlalu dilebih – lebihkan. Kalau Dubbing pada Nagabonar jadi 2 sih sangat bagus. (Patokannya jauh sekali)
Agustus 10, 2007 at 12:53 pm
itu sinetron Tersan
jungdung kan??yang sampe beranak pinak tapi kejadiannya sama terus!!
Agustus 10, 2007 at 5:56 pm
“Cinta, deritanya tiada akhir..”
quote : Pat Kay
Agustus 10, 2007 at 8:16 pm
tersanjung?
dari nenek buyut sampe cicit namanya sama semua: INDAH!
ooo…ooooo…owwww…
indah kuingat dirimu
bila ingin tuk bertemu
meski terlarang untukku…
Agustus 11, 2007 at 6:10 am
bersambung terus dari sabang sampai merauke
Agustus 11, 2007 at 11:00 am
Tersanjung itu yang manaa siihh??
*sok polos*
eh bukannya jaman sekarang itu pilemnya yang tentang anak SD yang udah pacaran dan mesra mesraan, anak SMP yang sok nyolot yang minta dipelintir kupingnya, anak SMA yang ngerasa lebih jago dari tuhan,,
Agustus 11, 2007 at 11:18 am
Hehehe.. buat nambahin, ini nih lupa ditambahin:
- Ada setan jahat ato ada peri baik yang terlibat yang bantuin. Jadinya, dari kisah cinta jadi mistis.
- Di dubbing biar kayak pelem dari luar negeri, yang mana ini beneran sekali.
Kemana sinetron macam Naga Bonar, Harta dan Tahta, Keluarga Cemara, dll? Apa ud gak ada lagi, yah?
Agustus 11, 2007 at 11:56 am
saya curiga ada apa-apanya kalau cerita yang kejam ini jadi laku di pasaran
Uuups maaf kalau ada yang tersinggung
he he he suka gambarnya
Agustus 11, 2007 at 3:19 pm
ehm… benar seh.
tapi tau gak mekanisme pasar… ekm
kalo gak salah ada satu perusahaan media nasional yang tenyata membagi unit usahanya menjadi tiga bagian:
——————— ini jumlah rating pemirsa yang hobi setantron. biasanya yang ngiklanin di dini adalah sabun korek api, kecap, bumbu dapur, obat sakit gigi
———– ini jumlah pemirsa yang hobi brita, dan kelas menengah demokrat. isinya adalah iklan minuman energi motor, kulkas tv, hp, rokok, kondom
—- ini jumlah pemirsa yang hobi hig, isi iklannya adalah rokok putih, bank dan tabungna, mobil mewah.., dan perumahan real estate, hotel dan lokasi hiburan plesire serta semen kualitas wahid
krrrr……… malas sih ngeblog sebenarnya, bagi-bagi ilmu keren tapi gak dapaeet duit
Agustus 11, 2007 at 5:16 pm
@ danalingga
…
Dibilangin ini bukan setantron™ India kok ngeyel…?
:::::
@ Wiseman Flew
Entah ya… yang jelas yud1 itu punya kecenderungan untuk naksir cewek tsundere… atau, minimal, yang rada tangguh dan tahan banting.
*kabur sebelumorangnya denger*
:::::
@ arya
Belakangan ini memang banyak Mas. Makanya ceritanya jadi makin variatif dibanding yang dulu-dulu.
:::::
@ fertobhades
Mungkin memang mas fertob yang dasarnya jahat…
*kena timpuk*
Nggak ding; saya juga nggak sedih kok. Malah cenderung BT ngeliatnya. Post ini pun dikasih tag-nya ’satire’, lho.
:::::
@ caplang™
Nah, itu baru lebih Indonesia.
Parameternya, dari segi variasi cerita. Setantron™ kan ceritanya diwarnai penjiplakan dari berbagai drama Asia. Pelem Bollywood mana ada yang kayak gitu?
Mas, mas… sadar Mas…
:::::
@ Rizma
Ya, korbannya tipikal mbak Ma itulah…
:::::
@ toim the shinigami
Ah, sama-sama…
:::::
@ Mihael “D.B.” Ellinsworth
Bukan itu kok. Tapi rasanya sih ini udah jadi formula umum; kayaknya mustahil menggolongkannya sebagai ‘milik’ satu sinetron saja.
Ah, betul. Kebanyakan dialognya pada terlalu datar dan kurang mengalir. Beda jauh lah sama produksi US ataupun Jepang/Korea…
:::::
@ calonorangtenarsedunia
Selamat, Anda berhasil mendapatkan sebuah piring cantik.
:::::
@ macanang
Walah…
*Pat Kay mode ikutan on*
“Sejak dulu, begitulah setantrin™. Deritanya tiada akhir…”
*Pat Kay mode off*
:::::
@ Shelling Ford
Iya ya? Aku cuma inget Indah pertama sama si Indah kecil… (yang katanya sakit leukemia itu) (o_0)”\
Memangnya ada Indah-Indah yang lain lagi? (o_0)
-beneran nggak tau-
:::::
@ almascatie
Well…
:::::
@ Rizma (lagi)
Nggak tau. Nggak pernah nonton.
Jangan samain saya sama mbak Ma dong, yang paham seluk-beluk persetantronan di negeri ini.
:::::
@ jpmrblood
Iya ya… betul, betul. Harusnya ada ibu peri di situ.
BTW, saya juga rada-rada kangen sama jaman-jamannya “Tahta”, “Naga Bonar”, sama “Si Doel”. Sinetron-sinetron yang orisinil, tapi tetap berhasil menarik perhatian pemirsa dengan caranya sendiri.
:::::
@ secondprince
Entahlah… tapi kalau saya ke warteg buat makan, yang jagain juga suka nonton itu kok. Jadi sebetulnya memang ada indikasi bahwa masyarakat memang suka cerita2 macam itu. (o_0)”\
Tante saya malah bilang, bahwa dia sebetulnya nggak suka sinetron. “Tapi nggak ada yang lain, jadi ya nonton aja deh.”
Katanya sih gitu.
:::::
@ ayah
Wah, begitu ya?
Iya, bener juga. Baru sadar… (o_0)”\
Makasih masukannya Mas.
Walah? Dosen saya malah berpendapat bahwa ilmu itu seharusnya nggak diperdagangkan, lho… ^^
Agustus 11, 2007 at 5:40 pm
Sora curang banget nih,,
dua dua tanggepan komen Ma ga ada bagus bagusnya,, *sok sensi*
Percayalah,, Ma ga kaya gitu,,
@ Bharma
tapi ada lho yang suka banget,, ampe nungguin tiap kali maen itu sinetron,, *dan itu bukan Ma!!*
artinya masih ada yang suka pilem kaya begitu,,
kalo ga ada yang suka, ga mungkin kan dibikin pilemnya,, *power of ratings*
kalo emang gara gara kepaksa nonton,, matiin aja tipinya,, nyalain PS,, *lha?*
Agustus 11, 2007 at 10:02 pm
Seperti biasa di Indonesia emang banyak komentator.. Postingan lebih pendek dari commentnya
Agustus 12, 2007 at 12:58 am
@ leftclick :
artinya : selebritis….
*sambil ngelirik yg nulis*
Agustus 12, 2007 at 1:28 am
Nggak ada tuan Takur-nya?
Agustus 12, 2007 at 6:28 am
koyok crita cinderela ya, cuman ganti aja ibu tiri ama tante jahat, tapi emang ga kreatip dan mendidik sentraton2 itu cuman kok ya banyak yg suka nonton termasuk ibu Ani Yudoyono…
Agustus 12, 2007 at 5:28 pm
@ leftclick
Lha, kalo gitu semua orang harus bikin post sendiri soal ini, dong?
:::::
@ fertobhades
Aah, jumlah spam di akismet saya masih belum sampai 8762, kok…
:::::
@ Kopral Geddoe
Bo, ini settingnya di Jakarta, bukan Kalkutta…
:::::
@ Evy
Iya bu. Walaupun ceritanya kayak gitu masih aja ada banyak yang nonton… (o_0)”\
-kenapa ya-
Agustus 12, 2007 at 6:36 pm
Mari kita bersama-sama tidak menonton sinetron…
Agustus 13, 2007 at 8:31 am
@Rizma
saya lebih suka menempatkan diri sbg pelindung rakyat jelita
Agustus 13, 2007 at 4:07 pm
Yg kasihan tuh anak-anak / ponakan kita, kecil2 sudah diracuni pemikirannya. Ada yg pengen punya peri pribadi, ada yg mengkhayal bisa keluarkan sinar dari tapak tangannya.
kasihan anak-anak…
Agustus 14, 2007 at 7:35 pm
Andai saja hidup ini semudah dan se-naik si setantron itu
Coba deh mampir ke negeri si bau kelek disini.. jauh dari gambaran adegan si setantron itu
Seneng udh bisa mampir kesini… salam hangat dari afrika barat!
Agustus 15, 2007 at 3:53 am
sora ketularan Ma ya?
Agustus 15, 2007 at 3:56 am
Harusnya kita kasihan pada mereka yang menonton mereka, Sora…
Agustus 16, 2007 at 11:06 am
@ manusiasuper
Mari…
:::::
@ caplang™
Kalau rakyat tampan?
:::::
@ CY
Betul… belum lagi kalau mereka melihat adegan anak2 SMP/SMA (yang dianggapnya lebih dewasa) malah menghabiskan waktu dengan pacaran dan hura-hura. Bisa jadi ini justru merusak mental mereka secara perlahan-lahan, lho.
:::::
@ Domba Garut
Ah, terima kasih. Salam hangat juga dari Indonesia.
:::::
@ Mrs. Neo Forty-Nine
Ketularan mbak Ma? Rada-rada sih, soal gambar kepala bawang itu.
Iya, harusnya kita kasihan pada mereka yang menonton mereka. Sekarang saya jadi khawatir karena si mbak khawatir pada mereka yang tontonannya mengkhawatirkan itu.
Agustus 16, 2007 at 1:49 pm
Hiohiohiohio…
Sinetron…fiuuuffff….
Selalu aja bawa sial tuh….
Agustus 17, 2007 at 3:19 pm
kok technorati ku gak nambah yach padahal dah ada 1 link ke nyangkut ke Rumah
, omaigat gak asik ah *hehehehe*
sora tolong ceritanya di selesaikan biar gak nanggung iba nya sama pemeran utama di setantron™.
dah ah capek
Agustus 17, 2007 at 5:55 pm
Hmm… jangan lupa, di sinetron juga suka ada yang begini:
Ditambah SFX yang menegangkan.
________________________________________
Indonesia butuh film perang.
Agustus 17, 2007 at 5:56 pm
Wah, gambar ngga bisa masuk ya. Maksud saya adegan2 yang suka dizoom beserta SFX yang menegangkan.
Agustus 17, 2007 at 7:54 pm
@ Xaliber von Reginhild
Ahihihihi… gambarnya ituh.
He eh, kenapa ya? rata-rata penokohan antagonisnya selalunya mirip2 begitu?
Film perang? Biaya tinggi. Kalau film dokumenter mungkin bisa sih.
Agustus 20, 2007 at 3:55 pm
..tante-tante jahat itu kayanya mukanya ngga pernag demek pulak. Di rumah, di kantor, di mall..dandanannya samaa aja. Bergincu tebel, berdempul tebel. rambut kaga pernah brantakan… heran sayah, pada ga punya daster apah….
Agustus 27, 2007 at 4:47 pm
[...] langsung diimprove dengan memberi label – label muslim seperti jilbab pada karakter utama. Semua pemeran dan sutradara berlomba – lomba menyelipkan kata “Assalamu’alaikum” pada tiap [...]
Agustus 31, 2007 at 9:32 pm
jejakpena:
Biar kelihatan sangar, mungkin.
Dokumenter… rata-rata akan pada malas nonton, kalau dari pengalaman saya… Iya sih biayanya tinggi, tapi lebih baik daripada membuat puluhan sinetron.
*perlu minta bantuan Raam Punjabi untuk dana*
September 1, 2007 at 1:04 pm
Hidup sinetrooonnn!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
September 5, 2007 at 10:46 pm
jangan2 alesan rating itu cuman mitos nih
September 12, 2007 at 4:30 pm
huluhh gambar2nya lucu2 sekalihh
September 20, 2007 at 5:11 am
sinetron jaman sekarang bikin geli,
yang cewek sok lemah, yang cowok sok hebat,.
ujung-ujungnya nangis-nangis karena hal ga penting.
satu-satunya bagian dalam sinetron yang sara suka cuma bagian-bagian paling “menggelikannya”, buat penghilang stress
Oktober 31, 2007 at 5:55 pm
whahahahaha…
bisaa aja..
November 3, 2007 at 6:00 pm
[...] yang sepanjang hidupnya bahagia terus — kalaupun ada, pastilah mereka cuma eksis sebagai para tante galak di serial SETANTRON™ [...]
November 12, 2007 at 8:13 pm
[...] kesalahan berlogika macam inilah yang turut dipopulerkan dalam budaya pop, terutama dalam film-film SETANTRON™. Apalagi kalau temanya sudah menyangkut percintaan remaja — sudah pasti dialog semacam di [...]
November 14, 2007 at 8:01 pm
[...] sudah dulu latihan akting ala setantron™-nya. Nah, saatnya masalah [...]
November 20, 2007 at 2:36 pm
[...] saja Anda bakal kerepotan. Bukan saja Anda dicap lemah dan harus dilindungi oleh pria — Anda bahkan akan terus dipersalahkan untuk hal-hal yang sebetulnya bukan murni [...]
Maret 9, 2008 at 8:00 am
[...] Saya jelaskan, bahwa mungkin saja ada di antara mereka yang hobinya pacaran terus dan memakai baju ketat ke sekolah. Tapi TIDAK semuanya seperti itu. Saya jelaskan bahwa teman-teman saya pun ada yang dari keluarga tidak mampu. Yang tinggalnya dekat pasar yang selalu kebanjiran pun ada… dan tak banyak teman saya yang berlimpah kekayaan, lantas terang-terangan menyebutnya untuk menyombongkan diri. Intinya, dunia di Jakarta tidaklah sekejam itunya amat. [...]
Mei 3, 2008 at 12:53 pm
hehehe, anda berbakat jadi sutradara.
cerita yang anda tuliskan sangat indonesia banget. alias ceritanya yang itu2 saja. hehehe…
Juli 24, 2009 at 1:20 pm
[...] sinetron tersebut dibuat secara kejar tayang. Dengan akting yang teramat biasa, juga dengan jalan cerita yang begitu saja. Saya tidak tahu bagaimana dengan Anda — tapi, yang jelas, saya akan kecewa sekali kalau nama [...]