Ditulis oleh sora9n
Akhirnya saya menulis lagi di blog ini, setelah beberapa waktu berlalu. Saya sendiri tak hendak bercerita banyak, apa saja alasan yang membuat saya seolah terhenti menulis selama beberapa hari tersebut — meskipun begitu, beberapa hari terakhir yang sibuk itu juga membuat saya menyadari adanya satu hal yang memprihatinkan.
Masyarakat kita, sebenarnya, sangat gampang untuk ditipu dan dicuci otaknya — terutama lewat jalur media massa.
Kurang lebih, beginilah ceritanya.
Sekitar seminggu yang lalu, saya menulis sebuah post yang membahas tentang maraknya ilmu semu di masyarakat kita. Yah, ilmu semu. Dengan kata lain, omongan yang diaku-aku sebagai “fakta ilmiah” — padahal isinya sama sekali kosong dan menyesatkan. Tokohnya? Siapa lagi kalau bukan Roy Suryo dan Harun Yahya (HY) yang legendaris itu.
Soal Roy Suryo, kelihatannya OK. Hampir semua orang (setidaknya yang menulis komentar di post saya itu) setuju bahwa beliau memang pakar asbun. Tapiiii….
Ternyata. Hal yang sama tidak berlaku untuk tokoh kedua, yaitu Pak Harun Yahya.
Lho, kenapa?
Ada hal yang membuat saya miris pada kasus Om Harun ini. Kalau Anda melihat post terkait di blognya Geddoe, akan terlihat bahwa ada orang-orang yang taklid pada buku-buku beliau. Meninggikan beliau sampai taraf tertentu, sehingga tak bisa membuka diri pada kemungkinan bahwa penjelasan beliau tidak akurat — betapapun panasnya diskusi sudah berlangsung di post tersebut. Bahkan orang-orang ini mati-matian membela doktrin “evolusi tidak mengakui Tuhan” — BETAPAPUN orang-orang sudah menjelaskan konsep Theistic Evolution dan hipotesis proses kerja Tuhan.
Dan, betapapun sudah dijelaskan bahwa “Teori Evolusi masih diakui sebagai teori ilmiah”, orang-orang ini tetap bersikeras dengan doktrin HY bahwa “teori evolusi sudah runtuh”.
Beberapa orang bahkan percaya bahwa beliau adalah ilmuwan muslim™ tokoh anti-evolusi™ yang diakui di dunia baru™ — walaupun kenyataannya sangat jauh panggang dari api.
Kok bisa begitu?
Dari situ, saya kemudian mencoba berhipotesis. Berpikir, mengapa pengaruh Harun Yahya bisa begitu kuat di Indonesia ini. Mengapa orang-orang bisa cuma membaca bukunya saja, dan mengabaikan karya para ahli biologi modern yang berhasil menjelaskan evolusi dengan lubang seminimal mungkin.
Akhirnya, saya sampai pada kesimpulan berikut:
Pertama, karena Harun Yahya dianggap sebagai ‘dewa penyelamat’ sains Islam. Beliau telah diterima (dalam opini masyarakat) sebagai ilmuwan Islam zaman baru — yang mengadvokasi umat agamanya di tengah keterpurukan global yang mereka alami.
Kedua, beliau menerapkan teknik pemotongan berita yang hebat[1]. Beliau mengambil fakta-fakta ilmiah menyangkut kelemahan Teori Evolusi dari berbagai zaman, tanpa mengacu ke pencapaian ilmiah biologi modern. Yang paling parah, beliau melakukan semuanya tanpa sedikitpun menjelaskan capaian ilmiah teori tersebut hingga kini. Alhasil, pembaca makin percaya bahwa evolusi memang di ambang kehancuran.
Ketiga, ia juga mencampurkan ‘teori’ keruntuhan Darwinisme dengan hal-hal yang pasti dibenci umat Islam. Dengan lihai (walaupun masih banyak fallacy-nya), ia menunjukkan bahwa teori evolusi adalah akar dari paham-paham materialisme, atheisme, fasisme, komunisme, zionisme, freemasonry, dan lain sebagainya yang pasti dibenci oleh umat muslim mainstream.
Keempat, terakhir — HY mengemas semua poin yang disebut sebelumnya dengan publikasi yang mumpuni. Ia mengenalkan diri sebagai “ilmuwan muslim abad 21″, melalui video dan buku-bukunya yang luks itu. Akibatnya? Tentu saja dia diterima dengan mulus sebagai pahlawan di masjid-masjid kampus dan sekolah.
Alhasil, diakuilah ia sebagai “pahlawan Islam”. Ilmuwan yang agamis-religius. Hanya karena ia memanfaatkan empat poin di atas tadi secara optimal.
Tapi, kalau ide yang disampaikannya benar, harusnya tak masalah, bukan?
Kenyataannya, semua dalilnya tentang keruntuhan Teori Evolusi itu sangat lemah. Bahkan ada yang salah kaprah. Silakan baca link-link berikut sebagai rujukan:
[tulisan Harun Yahya di situsnya dalam menyanggah evolusi]
[29+ Evidences of MacroEvolution]
["Introduction to Evolution" di Wikipedia]
[Kategori "Evolusi" pada Dongeng Geologi]
Kembali ke topik
Di judul di atas tadi, saya menyebut tentang “masyarakat yang gampang ditipu”. Sejujurnya, inilah yang saya maksud.
Kita membaca buku-buku HY. Karena ia menyokong keyakinan yang (mayoritas) kita anut, maka kita mulai terbawa setuju. Kemudian kita membaca fakta-fakta yang berbungkus ilmiah itu. Lantas kita makin terbawa.
Kemudian, HY mulai menyebutkan bahwa evolusi adalah akar dari semua masalah — fasisme, liberalisme, komunisme, dan lain sebagainya. Paham-paham yang membuat dunia jadi kacau. Yang membuat pecahnya berbagai perang di dunia kita.
Gongnya, ketika dia menyatakan diri melawan semua itu sambil menjatuhkan teori evolusi. DIA PUN DIANGGAP PAHLAWAN OLEH MAYORITAS UMAT MUSLIM!!!
Padahal, kalau kita lihat. Argumennya lemah — bahkan buku biologi SMA pun sudah membahas evolusi dengan lebih obyektif. Pendapatnya kurang berkualitas (dia bahkan tak paham teori common descent). Tapi kemasan yang hebat itulah yang membuat orang-orang taklid dan membela idenya habis-habisan.
Akhir Kata…
Jadi. Apakah masyarakat kita gampang ditipu, atau tidak?
Yah, kalau masih banyak orang yang memilih percaya pada kibulan Roy Suryo dan propaganda Harun Yahya, saya tak bisa berkata banyak. Yang jelas, saya cuma menyarankan sesuatu hal — yang isinya pernah disarikan di lagunya Sherina jaman dulu.
Lihatlah lebih dekat, dan kau akan mengerti.”
Mudah-mudahan kita semua bisa lebih berhati-hati dalam menyaring info di masa depan. Tapi, kalau ada yang lebih suka percaya pada kata-kata manis nan kosong macam itu ya, apa boleh buat. Saya kan sudah menyampaikan apa yang saya tahu.
Footnote:
[1] Tulisan tentang topik terkait akan saya post beberapa hari selepas tulisan ini.
September 1, 2007 at 7:36 pm
Selama evolusi masih dikait-kaitkan dengan pandangan anti-Tuhan, hal seperti itu akan terus terjadi. Terus, terus, dan terus terjadi…
September 1, 2007 at 7:58 pm
Gak papa. Dari kejadian yang kebetulan lumayan berurutan ini jadi pelajaran juga buat ke depan. Mudah-mudahan benar bisa jadi pencerahan.
Satu lagi, isu ini begitu mencuat di internet, entah bagaimana kalau di dunia nyata sana. Karena seperti kebanyakan, alur informasi begitu dinamis di dunia maya tapi begitu dibenturkan untuk sosialisasi di dunia nyata, gak semudah itu.
Waduh, bener deh, kadang dengan `apa boleh buat`, bisa bikin sedikit lebih baik.
September 1, 2007 at 9:12 pm
wah kalo pak HY aku cuman dengar” aja…lum pernah liat pilemnya sampe abis..paling yang di toko buku Gr…..a aja aku liat nya ..itupun sekilas hehehe
September 1, 2007 at 9:15 pm
Ah.. ilmuwan mesjid rupanya.
September 1, 2007 at 9:38 pm
*misuh-misuhnya pindah kemari nggak ya?*
September 1, 2007 at 10:18 pm
wah…wah, brarti kita harus hati2 dan sering waspada donk ya…
banyak orang ngaku2 pinter ternyata…..nipu
September 1, 2007 at 10:45 pm
Walah, Harun Yahya? again?
masalah itu Ma ga ngerti, no comment,,
tapi ada yang Ma suka dari tulisannya,,
dan
TOP!
September 1, 2007 at 11:47 pm
saya tertipu…
September 2, 2007 at 1:10 am
Sebenarnya tidak ada yang salah atau tertipu deh, karena semuanya punya landasan berfikir.
sekali lagi kalo memang bukan ahlinya yang bahas tunggu saja kehancurannya
September 2, 2007 at 10:08 am
*setuju dgn arul*
Tapi kalo belum apa-apa sudah pake quote-nya Mr. Geddoe, ya emoh….
September 2, 2007 at 11:43 am
kok gituh ?
ya udah klo kmuh msih mau mnganut teori evolusi ya gapapa . brrti kmuh kturunan kera . akuh sih gag mau jadi ktu , runan kera .
lagian klo emang kta kturunan kera , knapa kera msih ada smpai skrg ?
trus kan mnusia prtama tuh adam dan kta kturunanny , gag mngkin teori evolusi benar .
jadi saia cuma mo bilang harun yahya tuh bener , dia udah berusaha utk mruntuhkan evolusi , tpi malangnya evolusi msih diakui smpe skrg .
huh .
trserah mo nggp akuh apa . ktipu , okeh . bego , okeh . akuh mmang tag tau ap2 . sejauh yg akuh tau tag ada yg namanya TEORI EVOLUSI dlm al qur’an .
September 2, 2007 at 11:48 am
ketahuan banget kalau HY emang mirip banget dengan tukang iklan DR-TV atau TV-media dsb.membungkus barang biasa aja, dengan bahasa ilmiah, jadi barangx laku keras. anti evolusi Rp.99.999,- pesan sekarang dan dapatkan bonus anti-zionisme
September 2, 2007 at 11:49 am
Teori evolusi == keturunan kera?
September 2, 2007 at 12:01 pm
Tidak bisa tidak, teori evolusi berkenaan dengan penolakan peran Tuhan Semesta Alam dalam urusan penciptaan. Dan teori evolusi juga benar-benar semu, penuh prasangkaan, bahkan juga termasuk ketika membahas sampai ke biologi modern.
juga ada. Dan jelas-jelas ada. Lalu, pro evolusi membuat post modern evolusi, bahwa mahluk hidup tidak semuanya berubah. Bahwa ada kejadian mahluk hidup jutaan lalu kemudian musnah secara bersamaan, lalu muncul mahluk baru juga secara bersamaan.
, ataukah juga kita bisa bertanya, mengapa seeh kita membela yang tertipu dan siapa (yang sebenarnya ditipu/tertipu).
Usaha mengaitkan teori evolusi sebagai benar dan benar-benar terjadi seperti yang disebut sebagai prasyarat ilmiah juga tidak lebih dan kurang hanyalah pendekatan taksonomi ilmu (khususnya biologi). Tapi sori, saya bukan biolog, jadi nggak bisa jelaskan banyak.
Kalau pun dua-duanya dalam prasangkaan anti dan pro evolusi, dalam menelaah setidak-tidaknya dua-duanya harus proposional. Toh dalam prasangkaan, mahluk hidup yang ada sejak 65 juta tahun yang lalu dan sampai kini juga masih hidup dan sehat-sehat saja
Tapi, mahluk hidup berubah menjadi mahluk hidup yang lain setelah jutaan tahun atau baru kemarin sore, tidak bisa dibuktikan (kelamaan nunggunya).
Masyarakat boleh jadi gampang ditipu (terutama saya)
Yang jelas juga, yang menolak evolusi termasuk juga ahli biologi. Itu yang saya tahu.
September 2, 2007 at 12:07 pm
apa benar demikian? Tolong di paparkan lagi di mana penolakannya? Biar saya yang awam ini tidak di tipu oleh teori evolusi maupun yang anti teori evolusi.
September 2, 2007 at 12:38 pm
Yaa… dan saya juga nggak pernah menemukan rumusan Newton atau geometri ruang di Quran. Apa lantas saya menolak keberadaan Hukum Newton atau juga menolak Quran? Nggak. Di sini inilah fungsi sains menunjukkan jalan. It only show you the path…
Ehm, saya sendiri bukan pendukung 100% Teori Evolusi, tapi setidaknya, saya jadiin referensi saja. Yang jelas saya percaya: Tuhan itu Maha Mendesain. Dan Kejeniusan-Nya itu ditunjukkan dgn kerumitan desain, dan bukan sulap ala sim-sala-bim
September 2, 2007 at 12:55 pm
Mas Dana
Tidak bisa tidak, teori evolusi berkenaan dengan penolakan peran Tuhan Semesta Alam dalam urusan penciptaan.
Kesimpulan yang diambil dari pendekatan ini :
Otobiografi Darwin :
Argumen disain yang selama ini sangat meyakinkan, ternyata telah gagal. Kini hukum seleksi ilmiah telah ditemukan. Sekarang kita tidak dapat lagi mengatakan bahwa engsel kerang yang indah, misalnya, harus merupakan hasil perbuatan suatu Wujud yang cerdas (Tuhan), sebagaimana engsel pintu harus merupakan hasil perbuatan manusia.
(Band., Nora Barlow (ed.), The Autobiography of Charles Darwin (London:Colin, 1958), h. 87. Dikutip dari, Mulyadhi Kartanegara, Mengislamkan Nalar, Erlangga, 2007, h. 12)
Jadi, justru karena penelitiannya tentang tengkorang dan tulang belakang hewan yang ada kemiripan atau dimirip-miripkan, dari fosil-fosil itu, maka Darwin mulai mengingkari keberadaan Allah. Sebelumnya, dia adalah seorang Kristen yang shaleh.
Bahwa ada usaha untuk kompromi dengan evolusi theistik, bahwa keberadaan mahluk hidup baru muncul gradual dari genetika mahluk yang ada, buat saya, ketika berusaha memahaminya (setidaknya sampai saat ini), tidak memiliki makna besar dari pola pikir yang ada….
September 2, 2007 at 1:25 pm
bentar mas argo, ini ucapan darwin sendiri atau gimana?
Dan jikapun darwin berucap begitu apakah lantas berarti teori evolusi menolak keberadaan Tuhan?
Misalnya nih kalo ada orang yang berpandangan bahwa jikapun memang teori evolusi itu benar, mungkin saja memang Tuhan berperan sebagai pencipta sistem, dan terus mengawasi jalannya sistem tersebut.
Jadi tak ada tuh menolak Tuhan, dan jikapun anda mengganggap hal tersebut menolak Tuhan, sepertinya yang di tolak itu adalah gambaran bahwa Tuhan menciptakan mahluk itu lansung sesempurna mahluk sekarang ini.
Jadi, justru karena penelitiannya tentang tengkorang dan tulang belakang hewan yang ada kemiripan atau dimirip-miripkan, dari fosil-fosil itu, maka Darwin mulai mengingkari keberadaan Allah. Sebelumnya, dia adalah seorang Kristen yang shaleh.
mengingkari keberadaan Allah menurut gambaran yang anda kenal, tapi bisa saja justru dia menyadari keberadaan Allah dalam versi yang lain bukan?
Dan lagian kristen soleh tidak sebanding dengan ber Allah secara benar. Soleh itu kan hanya pandangan masyarakat aja toh.
jadi yang menurut anda yang memilik makna besar dari pola pikir yang ada itu yang bagaimana?
Soalnya terus terang saya tidak mengerti apa yang hendak mas sampaikan dalam kalimat ini.
Oh iya mas, sepertinya kita OOT nih. Yang hendak di sampaikan artikel ini saya kira bahwa apa yang di sampaikan oleh harun yahya itu tidak bisa menjadi landasan (teori) ilmiah baru untuk mengkoreksi teori evolusi. Tapi kenapa ya masyarakt Indonesia khususnya banyak yang mengganggap kalo harun yahya itu telah menyampaikan sebuah teori ilmiah baru yang menggantikan teori evolusi. Gimana kalo fokus di sini mas. Sebab 10000000 kali penulisan tentang lobang lobang yang ada di teori evolusi, tetap aja teori evolusi terus yang di pakai sebab belum ada teori yang lebih mumpuni.
September 2, 2007 at 1:26 pm
halah, quotenya error tuh. Tolong di benarin ya mas editor.
September 2, 2007 at 2:18 pm
Mas Lingga,
bentar mas argo, ini ucapan darwin sendiri atau gimana?–> itu dikutip dari otobiografinya Darwin seperti ditulis tadi itu lho. (Buku karangan Nora B).
Saya sendiri jujur… TIDAK PERNAH BACA lengkap teorinya HY. Jadi mohon maaf, saya tidak bisa menganggap sebagai bacaan ilmiah.
Namun, penciptaan tidak bisa diilmiahkan sama sekali, karena itu juga sama sekali di luar ranah ilmu (setidaknya sampai saat ini). Pertanyaan penciptaan, sama dengan pertanyaan : Batas alam semesta dimana?, sebelum bigbang (kalau teori ini benar), hukum apa yang berlaku? (ataukah kapan hukum fisika itu dimulai?).
.
Jadi, ilmu pengetahuan manusia, tidak bisa menjelaskan mengapa ada atom, mengapa ada disain alam yang sempurna. Teori evolusi (sebenarnya lebih tepat hipotesis) adalah usaha untuk menjelaskan disain itu, dan satu disain besar genetika mahluk hidup melahirkan begitu banyak mahluk hidup. Jadi versi teori evolusi menjadi satu-satunya yang menjelaskan prasangkaan ilmiah ini. Prasangkaan dalam bahasa ilmu tentu menjadi hipotesis
Kembali ke hipotesis evolusi. Bagaimana menjelaskan ikan yang sampai sekarang ternyata masih ada sejak kurang lebih 65 juta tahun yang lalu?. Jawabnya : Oh ini kan tidak bermutasi (prasangkaan), oh ini tidak termasuk dalam perubahan acak (prasangkaan). Kalau yang ini mirip, ikan ini bermutasi dan pindah ke darat (kesimpulan bermutasi saja jelas prasangkaan).
Tapi kan jelas, ikan yg ada sejak 65 juta tahun lalu tidak berevolusi bukanlah prasangkaan. Bukti kok.
Kembali ke topik lagi.
.
Penciptaan, karena bukan di ranah ilmu, ya memang ini menjadi pengakuan. Ini adalah dimensi khas agama. Karena percaya agama, maka percaya juga yang difirmankan. Dan firman bukanlah bahasan ilmu. Kalau ini dibenarkan, ya… dianggap tertipu dan bodoh
Jadi, tidak ada teori yang lebih mumpuni sepanjang agama dipinggirkan dalam khasanah budaya (dalam masalah penciptaan).
Mengenai genetika sebagai usaha menjelaskan post evolusionistik, memberikan contoh-contoh mutasi tidak mengubah persepsi yang ada, karena tidak ada hal yang baru di situ. Karena diketahui, kombinasi genetis yang baru atau dibuat, tidak pernah menjadi mahluk hidup baru dengan segala karakteristiknya. Yang ada selalu mahluk hidup memiliki genetika tertentu yang unik.
HY, kalau saya tidak salah persepsi, tidak membuat teori ilmiah baru. Dan juga tidak akan bisa, untuk urusan ini. Jadi, persoalan hipotesis evolusi dikembangkan juga dari mirip-miripan (atau ilmiahnya taksonomi), maka dianggap teori, penolakan juga dilakukan karena keyakinan agama dalam penciptaan. Jadi, jelas keduanya tidak bisa dibuktikan.
Satu lagi, kalau misal saya menggali sumur, di kedalaman 100 meter saya ketemu mobil Jepang, 100 meter berikutnya mobil eropa, lalu 100 meter berikutnya ketemu mobil Amerika. Semua sama bannya empat. Maka saya ambil kesimpulan bahwa mobil itu telah berevolusi karena kemiripannya… Kalau tidak terbantahkan, maka saya buat penjelasan bahwa evolusi yang terjadi adalah evolusi pikiran, terjadi loncatan pikiran yang masuk dari industriawan Jepang ke industriawan Amerika, dan seterusnya.
Jadi, memang macam-macam akan didalihi oleh pro evolusionist dan tentu saja hal yang sama oleh kontra teori ini.
Kalau saya, karena bukti bahwa ada fosil ikan yang sampai sekarang masih ada juga yang hidup
sejak 65 juta tahun yang lalu. Maka saya tidak percaya teori evolusi. Dan yang percaya evolusi juga sebaliknya, karena alasan itu.
Ya gpp kan. Yang satu dan yang lain punya alasan untuk saling menghormati pandangan ini. Dalam pengajaran, semestinya kedua bukti itu saling disajikan. Jangan tutupi satu dengan lainnya atau saling membodohkan.
Dalam bidang pengajaran, tidakkah keduanya disajikan secara proposional….
September 2, 2007 at 2:45 pm
Mmmmm…..
sora9n bagus….
agorsiloku juga bagus…
Tampaknya dalam dunia pengajaran dua-duanya mesti disandingkan bersamaan dan proporsional…
September 2, 2007 at 3:05 pm
@ mas agor
Ya mas agor saya setuju sekali bahwa tidak semua bisa di jelaskan oleh ilmu pengetahuan tentunya, termasuk juga oleh teori evolusi.
Tapi yang ingin saya tekankan bahwa kita menolak teori evolusi bukan hanya karena menganggap bahwa teori itu telah menolak Tuhan. Sebab untuk alasan ini saya benar benar tidak bisa terima, saya toh tidak menolak Tuhan dan juga percaya akan penjelasan teori evolusi. Walau mungkin hanya secara garis besar saja, dan tidak secara detailnya.
minimal dengan bukti ini kan jadinya baik yang pro maupun yang kontra saling mengajukan argumennya masing masing. Jadi tidak sekedar karena alasan bahwa teori evolusi itu menolak Tuhan bukan?
Untuk hal ini sepertinya mas agor benar dan saya setuju. Mungkin secara tidak langsung artikel ini seperti langsung mevonis bahwa orang kontra evolusi itu adalah orang yang tertipu. Mungkin loh ya mas.
September 2, 2007 at 3:05 pm
Lho, evolusi itu kebutuhan, lho. Sebenarnya adanya makhluk purba yang nggak berevolusi sekalipun, tetap sejalan dengan teori evolusi.
Dan lagi, ikan purba yang katanya nggak berubah-ubah iti (Coelacanth) sebenarnya berubah jauh secara internal.
Kalau memang hanya dengan seonggok ikan teori evolusi bisa dinegasikan, sains sudah berhenti mengajarkannya sejak dulu.
Tapi ya itu pandangan saya.
September 2, 2007 at 3:47 pm
Ya… kurang lebih begitu. Dalam dunia ilmu, siapa menipu dan tertipu tidak jelas (maksudnya nggak usah jadi polemik gitu). Kalau coleacanth itu mau berubah secara internal (tapi kita, minimum saya nggak tahu), ya.. boleh lah…
Teori Newton juga tidak membuktikan segala hal, GUT juga masih mimpi, menjelaskan fisika kuantum juga penuh tanda tanya. Materi gelap saja masih gelap juga.
Teori evolusi menolak penciptaankah?. Awalnya saya punya pandangan begitu, bahwa ada kompromi, kelihatannya ada usaha (masih minor) arahnya ke situ.
Tentu tidak gara-gara ikan purba yang masih hidup dari generasi ke generasi, terus sains akan berhenti. Bukan begitu kopral?
Di ujung sana, ilmu pengetahuan (falsafah positivisme), tetap mengakui ada sesuatu yang teramat cerdas dan rumit yang menjadikan segalanya.
Almarhum Newton menegasi dengan kalimat indah :
“Kita mengenal-Nya hanya melalui perancangan-Nya yang paling bijak dan luar biasa atas segala sesuatu… [Kita] memuji dan mengagungkan-Nya sebagai hamba-Nya…” (Sir Isaac Newton, Mathematical Principles of Natural Philosophy, Great Books of the Western World 34, William Benton, Chicago, 1952:273-74).
Begitu juga dengan Albert Einstein yang menyimpulkan agama dan ilmu adalah sisa yang saling melengkapi. Hawking bertanya, tentang rumus tunggal penciptaan. Pada khasanah manusia, berakal dan berpikir adalah bagian dari rahmatNya.
Jadi, apakah teori evolusi menolak Tuhan. Wah, kalau mo dikait-kaitkan bisa. Tapi diskusi selalu akan lebih hidup bukan karena kita merasa yang paling benar di muka bumi ini, tapi berusaha untuk memamahami bahwa terlalu banyak yang kita tidak tahu dalam kehidupan ini.
Soal tertipu siapa saja tertipu oleh ilmu dan agama dan tertipu karenanya, tersesatkan, dan dengan ilmu dan agama pula manusia mendapatkan petunjuk. Yah… sedikit so alim… tapi begitulah… hujan adalah rahmat sekaligus juga musibah (menjadi banjir) atau juga sebagai peringatan (karena genteng bocor menimpa tempat tidur). Sakit adalah musibah dan “rahmat” bagi dokter dan perawat untuk menggali “sesuap nasinya”.
Artikel di atas, memang merujuk bahwa orang kontra evolusi adalah orang yang tertipu
Namun, secara keseluruhan postingan, jernih. Jadi ok-ok saja. Karena orang tertipu, tidak akan tertipu sepanjang persepsinya tidak tertipu.
.
Jadi jangan risaukan siapa yang tertipu?
September 2, 2007 at 4:07 pm
Wah, jadinya melebar ke mana-mana nih. Hehehe.
Nyampah aja ah.
No comment gitu.
Sudah cukup diskusi di dua tempat. Gak perlu sampe tempat yang lain lagi.
September 2, 2007 at 5:21 pm
kalo saya kok melihatnya lebih kepada ‘kejadian yang bertahap’ gitu. Toh di dalam al-Quran pun ada. memang tidak membenarkan teori evolusi, tapi juga menunjukkan bahwa tidak semua dr teori evolusi itu tidak dapat diterima.
(Q.S.71:13-14)Mengapa kamu sekalian tidak meyakini kebesaran Allah sedangkan Dia telah menjadikan kamu berfase-fase.
ayat tersebut seringkali digunakan para cendikiawan muslim pendukung teori evolusi bersamaan dengan surat Al-Hajj ayat 5.
Btw, Ibn Khaldun menyebut soal teori evolusi 5 abad sebelum darwin loh..hehe
lagipula, perubahan yang dimaksud Darwin itu tidak hanya perubahan secara fisik, namun juga struktur dan fungsi organ tubuh.
*ngomong ngaco gara2 flu*
September 2, 2007 at 5:37 pm
Setuju sama Mas Sora, jangan mudah ditipu!
hehehe
Darwin: Ilmuan sejati
Harun Yahya: hmmmm…mungkin lebih dekat ke tukang jual obat
September 2, 2007 at 5:48 pm
truth is only there to those who seek it.
the problem is, only few people seek it. another few mistaken it, and lots of the rest got biased.
*garukgaruk*
btw, kok arahnya jadi ngomongin evolusi (lagi), sih? bukannya lagi ngomongin tanggapan masyarakat yang mudah bias oleh misinformasi, yah?
~nontonDuluAjaDeh
~
September 2, 2007 at 9:48 pm
hmmm yg jelas sayah belom pernah bersentuhan dengan teori evolusi.. dan sayah jga kurang bersentuhan dengan si HY, hehheheh kalo emang masyarakat lebih tertipu kepada HY karena bahasanya kali ye… habis selama ini teori evolusi lebih banyak membahas yg lebih berat2 sih..
September 2, 2007 at 10:47 pm
*snaps*
*meratap dalam doa ala sinetron Maha Kasih 2*
Ya Tuhan…kalau memang benar Engkau menciptakan manusia ces-pleng langsung jadi tanpa lewat evolusi, kenapa Engkau menciptakan manusia ignorant semacam ini? T_T
…Wait. Actually that proves IT. Coba bayangkan… seandainya evolusi memang benar ada, pastilah ada variasi makhluk antara yang ingin pintar dan tekun belajar dengan yang masa bodoh dan tidak mau belajar. Dan karena evolusi adalah survival of the fittest, pastilah makhluk-makhluk yang masa bodoh dan tidak mau belajar ini akan punah karena kalah bersaing dengan yang lebih pintar dan mau belajar. Tapi sekarang kita memiliki bukti nyata -banyak malah- bahwa makhluk-makhluk yang masa bodoh dan tidak mau belajar ini masih bisa bertahan hidup. That only proves that EVOLUTION DOES NOT MAKE SENSE. Ergo, THE ONE THAT MAKES SENSE IS CREATIONISM! Q.E.D.
*head implodes*
September 2, 2007 at 11:12 pm
*ngakak baca komen di atas*
September 3, 2007 at 8:05 am
jadi … siapa yang tertipu ??
September 3, 2007 at 8:05 am
Nambahin sedikit tentang “sesat-menyesatkan” dan “tipu-menipu”, James Redfield dalam pandangan New Age-nya di buku Celestine Prophecy kira-kira pernah menulis seperti ini : “Harapan seorang peneliti/ilmuwan dalam memulai percobaan/observasi-nya kadang berimbas pada hasil penelitian yang dia temukan” Dalam pandangan Redfield bukan berarti sang peneliti/ilmuwan melakukan kebohongan/menipu atau dibutakan oleh pemikirannya tetapi kadang alam/Mother Nature/Gaia membuat objek yang diobservasi sesuai dengan apa yang diharapkan oleh sang peneliti.
(pragmatis lagi)
Jadi tentang coelacanth yang ditemukan mungkin buat yang pro-evolusi (spt saya) jelas tampak berbeda dengan coelacanth yang sudah memfosil Sementara bagi yang skeptis akan evolusi mungkin tampak jelas sama.
Maka dalam pandangan Redfield faktor niat sebelum melakukan sesuatu berpengaruh besar. Dari situ saya berpendapat asal niatnya baik semisal menciptakan obat yang lebih mujarab, tanaman dan hewan yang lebih sehat, maka penelitian dengan berbasis teori evolusi ataupun paham kreasionis sama-sama baik.
Jadi bila nanti saya terserang penyakit dan obatnya saat itu ternyata penelitiannya dibangun berdasar paham kreasionis, manfaat obat tsb tetap terasa karena pikiran saya tidak menolaknya sejak sebelum minum obat
September 3, 2007 at 10:35 am
hm…… media memegang peranan penting dalam sebuah isu sosial jadi masyarakat sangat mudah terkena pengaruhnya (baik/buruk) waspadalah karena dengan melihat lebih dekat maka akan tampak jelas apa yang kita lihat. jangan tertipu oleh fatamorgana
September 3, 2007 at 11:30 am
*ngakak sampe guling2*
*serius mode:ON*
betul itu.itu sangat masuk akal. ga mungkin kan evolusi itu benar?
September 3, 2007 at 11:58 am
yang masih menempatkan teori evolusi dan teori creationism sebagai dua pihak (yang berbenturan) itulah yang justru terpengaruh oleh tulisan HY.
gampang banget masyarakat kita dikerjain. pelajaran berharga memang dari HY. cara mempengaruhi orang lain adalah dengan menempelkan sesuatu pada apa yang melekat di pikiran orang tersebut.
hahaha.. terima kasih sudah menghibur..
September 3, 2007 at 12:09 pm
Nice post, kebenaran itu bagaikan sabut kelapa yang tenggelam.
Pada saatnya ia akan mengapung dengan sendirinya, tanpa harus dibela dengan membabi buta.
September 3, 2007 at 12:10 pm
*Baca komennya Catshade*
Waduh, jangan-jangan nanti saya yang akan punah.
*Belajar lebih tekun*
September 3, 2007 at 12:11 pm
Apakah anda pernah membaca buku “Dialog dengan Jin” karya Muhammad Isa Dawud?
kira-kira Harun Yahya pakai metodologi yg sama.
September 3, 2007 at 1:22 pm
Saya pernah, waktu masih bocah, terpana dengan buku itu. Sampai mau berburu kucing hitam buat dipukuli, kali aja kalau udah semaput, bakal muncul wujud jin.
Memangnya ada persamaannya, ya?
September 3, 2007 at 2:45 pm
@ all
Sebelumnya, perlu saya tekankan lagi bahwa yang dibahas di topik ini adalah kebohongan publik yang dipublikasikan oleh Harun Yahya dan dipercayai oleh masyarakat, dan bukan membahas kemusykilan maupun keberhasilan teori evolusi.
Ada beberapa kebohongan HY yang jelas-jelas diumumkan pada publik, yaitu:
1. Teori evolusi sudah runtuh (kenyataan: teori ini masih diakui)
2. Beliau mengklaim tulisannya bersifat ilmiah (salah, karena beberapa rebuttal-nya justru tidak akurat)
3. Teori Evolusi dianggap sebagai “root of all evil”, yang sebetulnya lebih merupakan persangkaan (wishful thinking) dari HY — baca di “The Disasters Darwinism Brought To Humanity”, terbitan tahun 2001.
***
Tidak masalah jika HY hanya menjual opininya saja (bahwa evolusi sudah runtuh, dst), tidak ada yang melarang. Masalahnya adalah kebohongan dan propaganda yang dia gadang-gadang demi meraih simpati umat muslim.
:::::
@ Pak Agor | Danalingga
Ya, itulah yang saya maksud. Masalahnya, coverage HY untuk teorinya dan evolusi sangat tidak berimbang. Sehingga inilah yang kemudian turut menggiring opini masyarakat untuk mempercayainya.
Euh… yang saya maksud “tertipu” itu adalah mereka yang percaya pada doktrin HY, bukannya kreasionisme pada umumnya. Lha, kalau kreasionisme kan bisa saja dia mensintesis dari ide dan pemikirannya sendiri.
Seperti yang disampaikan oleh Pak Agor, evolusi dan kreasionisme adalah sama-sama persangkaan. Di sini toh nggak masalah. Yang salahnya, IMO, adalah kalau kita menelan ketiga “fakta” yang dipropagandakan HY tanpa mempelajarinya lebih dulu.
:::::
@ fauzan.sa
Nobody asked you to comment, d00d. You should’ve passed if you didn’t wish.
Waw, dua tempat? Anda kan cuma komen dua kali di blog saya. Yang saya tahu sering sih mas/mbak “Sahabat”.
:::::
@ Fadli
Ah, saya pernah. Saya denger buku itu sempat diperdebatkan beberapa tahun kemudian, sih…
BTW, IMO, ada bukunya beliau yang aroma pseudoscience-nya lebih kuat. Yang judulnya “Para Penghuni Bumi sebelum Kita”… di buku itu beliau berspekulasi bahwa bangsa Jin diturunkan sebagai khalifah di bumi sebelum nabi Adam.
Tapi, tetap ada bedanya dengan HY. Beliau kan nggak menyebarkan doktrin palsu “evolusi telah runtuh” — ataupun menyatakan diri sebagai “ilmuwan muslim zaman baru”…
September 3, 2007 at 3:00 pm
Lho? “Dajjal Akan Muncul Dari Segitiga Bermuda”, itu juga menggunakan referensi yang dikatakan ilmiah. Padahal sejarah tidak selalu berarti ilmiah, kalo hanya bersandar pada apa yang disebut manuskrip
Eh, setuju dengan sora9n: buku Muhammad Isa Dawud tidak/belum menyerang teori2 lain
September 3, 2007 at 3:05 pm
Tapi buku Muhammad Isa Dawud itu bagus lho untuk mengembangkan imajinasi.
September 3, 2007 at 3:51 pm
Saya pikir tugas keduanya belumlah selesai, baik H Y yg tak lengkap bukti2 ilmiah dan Darwin yg masih banyak link2 belum berhubungan.
Menrut saya keduanya seperti orang buta yg sedang meraba2 seekor gajah, yg satu bilang gajah itu seperti ular ia panjang karena ia pegang belalainya, dan yg satu lagi gajah itu seperti piring yg lebar karena yg ia pegang adalah telinganya.
Sampai saat ini belum ada alat yg dapat melihat masa lalu walau pun hanya sedetik yg telah berlalu apalagi yg ud jutaan tahun silam.
September 3, 2007 at 3:52 pm
Kebetulan saya proof reader untuk edisi revisi ‘penghuni bumi sebelum kita’. emang aneh bgt itu buku.
sama anehnya kayak ‘dialog dengan jin muslim’. semuanya sama sekali tidak ilmiah.
September 3, 2007 at 3:58 pm
@ Kopral Geddoe
Aku lebih milih Doraemon dulunya…
September 3, 2007 at 4:53 pm
auuk ahhh ..pusiink …
merokok aja ke lobi yuukkk
September 3, 2007 at 5:24 pm
*ikutan ngakak liat komennya Catshade*
Teori evolusi emang bener ko, mereka2 yang bodoh itu kan sudah terseleksi, biarpun gak punah, tapi mereka terseleksi dengan cara menjadi penghuni mayoritas di negara2 dunia ketiga. hohoho2x
berarti termasuk saya juga
September 3, 2007 at 6:43 pm
WOW….
aseek….ada ribut-ribut lage
sora mbahas soal kesalahan yang dilakukan oleh Harun Yahya dan ngingetin sama kita soal “melihat lebih dekat”
tapi mas agorsiloku dkk pada ribut-ribut nyatain kalo teori evolusi salah…(kalo emang salah, kasih dunk teori yang bisa nggantiin teori itu? bukannya pake teorinya HY yang mirip banget kaya sales MLM
emang yang bener tuh yang mana c? teori harun? atau teori darwin?
btw negh mas sora, menurut mas sora sendiri, teori evolusi sendiri bener ato salah? atau bener tapi masih ada salahnya, atau salah tapi masih ada benernya?
makasih atas jawabannya.
September 3, 2007 at 7:23 pm
@ hoek
Salam kenal,
Teori Evolusi? Ya, itu — ada benernya, tapi juga ada salahnya. Dan nggak bisa dibuktikan lagi secara telak, apa yang sebetulnya terjadi di masa lalu.
Karena segala sesuatu mengawali evolusi udah terjadi di masa lalu, maka kejadiannya nggak bisa diamati lagi. Makanya mustahil memastikan, mana yang sebetulnya sudah berlangsung…
…tapi, kalau dilihat dari gejala alam masa kini sih, teori evolusi bisa menjelaskan lebih banyak hal daripada kreasionisme. Menurut saya lho.
September 3, 2007 at 7:56 pm
~sebelum pergi komen dulu~
Postingannya memang membahas fenomena misinformasi di masyarakat kita sih, jadi maaf kalau ini masuk OOT.
Kayanya dari beberapa tulisan yang udah ada dan dibahas dengan runtut, masih ada yang minta jawaban hitam putih : benar atau salah, percaya atau tidak, atas teori evolusi ini, bahkan langsung dituding, mengakui evolusi sama dengan meniadakan Tuhan. Padahal sudah dijelaskan juga ada konsep `theistic evolution`.
Jadi ingin mengutip reply komen Pak Rovicky di blog beliau :
Jadi, kalau belum apa-apa sudah angot minta evolusi diruntuhkan, apalagi dengan bekal teori-banyak-fallacy-nya buku HY, bagaimana usaha kita mencerahkan diri?
~submit komen, pergi~
September 4, 2007 at 4:07 pm
Wait. Actually that proves IT. Coba bayangkan… seandainya evolusi memang benar ada, pastilah ada variasi makhluk antara yang ingin pintar dan tekun belajar dengan yang masa bodoh dan tidak mau belajar. Dan karena evolusi adalah survival of the fittest, pastilah makhluk-makhluk yang masa bodoh dan tidak mau belajar ini akan punah karena kalah bersaing dengan yang lebih pintar dan mau belajar. Tapi sekarang kita memiliki bukti nyata -banyak malah- bahwa makhluk-makhluk yang masa bodoh dan tidak mau belajar ini masih bisa bertahan hidup. That only proves that EVOLUTION DOES NOT MAKE SENSE. Ergo, THE ONE THAT MAKES SENSE IS CREATIONISM! Q.E.D.
*ngakak lagi*
makhluk2 yg masa bodoh dan tidak mau belajar sptnya makin banyak populasinya bukan malah punah, kenapa? Krn makhluk2 yg lebih pintar dan mau belajar pada debat2 panas sampai bunuh2an shg populasi yg pintar dan mau belajar menurun drastis sementara yg bodoh dan malas belajar tambah banyak, dan malah ngumpul di negara2 dunia ketiga…. wakakaka
*serius mode*
Mas Agor, kalo gara2 mempelajari teori evolusi si Mbah Darwin jadi menyangkal keberadaan Tuhan itu kan orgnya yg salah, belum tentu teori yg sdg dipelajarinya yg salah, itu kan si Mbah aja yg imannya ga kuat.
So.., dont judge the book from the cover
Kenapa Mas blg penciptaan tdk bisa diilmiahkan? bukankah selama ini ciptaan2 selalu bisa dipelajari keilmiahannya.
Kuncinya hanya waktu, Tuhan penguasa waktu sdgkan kita bukan. Jadi proses penciptaan suatu makhluk oleh Tuhan bisa saja berlangsung selama waktu tertentu (yg bagi Tuhan 1 hari bagi kita mungkin 100 tahun) sampai bentuknya seperti yg di kehendaki Tuhan.
Seperti kita membuat kue Bika Ambon misalnya, awalnya kan cuman adonan cair, setelah proses panggang sekian menit bentuknya berevolusi jadi padat. Kalo yg ga tau dan ga melihat akan punya persepsi kalo si A menciptakan kue Bika yg langsung berbentuk padat.
*Halah.., udah OOT panjang pula*
*pergi nyari Bika Ambon, makan di depan Geddoe*
September 5, 2007 at 1:12 pm
Serahkanlah urusan kepada ahlinya, HY ini menurut saya terjebak.
Pada beberapa bahagian ia memang capable, namun karena nafsu dia jadi tersugesti sebagai yang paling benar.
September 11, 2007 at 1:19 pm
tanpa harus baca tulisan harun yahya, kalo anda mau berpikir tentang teori darwin pas diajarin di SD sampe SMA, sebuah teori yang aneh, segitu lucunya makhluk hidup bisa berubah. seleksi alam??? karena jerapah berleher pendek selalu berusaha mencapai pohon yg tinggi untuk mencari makanan, lalu muncullah jerapa berleher panjang. evolusi??? mo leher pendek mo leher panjang, jerapah tetap jerapah kan.
perubahan terjadi krn mutasi??? fakta saat ini jg menunjukkan, mutasi hanya bisa merusak. gen yg termutasi bahan kimia di teluk buyat jadi kyk apa? anchur kan?
makhluk hidup terjadi secara kebetulan?? waw sama aj kyk qt beli batu bata, pasir, semen ditungguin aja smp trjdi suatu peristiwa kebetulan biar alam yg mengubahnya menjadi rumah.
liat secara objektif deh, masuk akal g siy teori darwin?g perlu sangkut pautin dg pendapat org lain.
September 11, 2007 at 1:23 pm
@ atas
True dat. It’s so ridiculous that virtually every scientist from the last 140 years believe in it.
September 11, 2007 at 2:10 pm
@ theea
Salam kenal,
Mas/mbak, yang Anda sebut itu bukan teori evolusi Darwin… itu teori Lamarck yang sekarang nggak begitu diakui, lho.
Coba baca dulu link ke pengenalan evolusi di wikipedia yang ditulis di post di atas.
Mutasi gen yang menguntungkan bisa terjadi, kok. Misalnya kasus resistensi antibiotik. Mikroorganisme yang diberi dosis tanggung akhirnya mengalami mutasi gen dan jadi lebih kebal pada ‘penyerang’-nya itu…
(walaupun jumlah kasusnya juga relatif kecil, sih
)
Coba baca tulisan saya [yang ini].
:::::
@ Kopral Geddoe
Hati-hati ad-hominem, akhi…
September 11, 2007 at 2:21 pm
Oks, oks, maap, maap.
September 13, 2007 at 5:20 pm
walah tambah seru nih, eh kalau masalah harun yahya gak ngerti common descent kayaknya ada yang bantah tuh
di situs antifaithfreedom.wordpress.com
saya udah baca di sana
dan sempet ngecek buku The Evolution Deceit harun yahya
kayaknya kutipannya bener(punya saya versi indo), coba lihat Mas biar tambah seru
September 14, 2007 at 1:09 am
hehhe…..!!!
Penulis Benar,
Komentator Benar,
Saya Benar,
Semua Benar,
Darwin Benar,
HY Benar
Tidak Ada Yang Salah Kok…!!!
Mari Kita Salaman, Saling Memaafkan, Mumpung Lagi Puasa Nih…
)
(Bersalaman Sambil Berpelukan
September 14, 2007 at 8:43 am
Hehehe… iya betul.
September 20, 2007 at 12:17 pm
ternyata muncul lagi nih evolusi…
bahkan komen balasan Pakdhe Rovick terhadap komentar saya waktu itu keluar juga …
By the way, anyway….
Evolusi sampai sekarang dianggap masih “sekedar” suatu teori.
Sedangkan suatu teori yang dikemukakan masih harus diuji kebenarannya melalui bukti-bukti ilmiah juga.
tapi, secara umum, banyak yang telah menganggapnya sebagai suatu kebenaran yang mutlak.
by the way lagi….
menurut kalian, apa sih evolusi itu?? just curious…
September 20, 2007 at 2:13 pm
@ mas agus
Waduh, bakal panjang nih jawabannya. Kalau menurut saya, sebaiknya Mas merujuk ke post di blog saya yang [ini] dan [ini], beserta komentar-komentarnya. Dari situ tercermin kok pandangan kita di blog ini pada umumnya tentang teori tersebut.
Kalau secara garis besar, intinya (menurut saya) adalah bahwa teori evolusi ini masihlah sebuah teori yang belum paripurna. Selanjutnya bisa dibaca di link di atas.
September 27, 2007 at 5:00 pm
HY ini fenomena aneh, tiba-2 muncul bak pahlawan di hadapan muslim. Menurut hemat saya, sebaiknya muslim tidak usah ikut-ikutan HY. Biar HY sendiri lah yg terlibat Creationism milik tetangga sebelah. Umat islam sebaiknya tidak perlu ikut-2an dan mau dibohongi.
Yang aneh lagi, tiba-2 HY mati-matian menghakimi/menghujat agama Buddha di dalam situsnya dgn mengatasnamakan Islam. Saya belum pernah ketemu sebelumnya ada intelektual muslim yg menghujat seperti itu thd agama lain, khususnya agama anak benua.. apalagi thd Buddha. Kalaupun sampai terjadi, paling-paling bersinggungan dgn Kristen krn ada kaitan historis agama Abrahamaic, tidak jauh-2 dari kontroversi Isa-Yesus. Jadi ada kejanggalan/ ketidak-laziman.
Saya sangat meragukan HY itu benar-2 seorg muslim.
Oktober 2, 2007 at 11:28 am
Kaum kreasionis bikin museum
Ada-ada saja ide kaum kreasionis. Mereka ternyata tak ada matinya. Gempurannya terhadap kaum evolusionis kini memasuki wahana wisata dan hiburan dalam bentuk sebuah museum. Namanya: Museum of Creation. Berlokasi di Kentucky, AS, tiap penonton dikutip tiket 10 dollar AS (sekira Rp 90,000). Tak mau ada klaim dan pemikiran orang bahwa sudah ada makhluk hidup sebelum Adam dan Hawa diciptakan Tuhan, maka berbagai macam model dinosaurus dalam ukuran yang sebenarnya pun dipajang di museum itu. Model makhluk raksasa yang dirancang mantan karyawan Universal Studios ini lalu dijejer dengan patung sosok manusia, dan diberi keterangan bahwa dinosaurusdiciptakan pada tahun 6,000 Sebelum Masehi – tepat dengan perkiraan tahun dimana Tuhan menciptakan Adam dan Hawa.
Padahal menurut para ilmuwan, berdasar hasil penelitian dari temuan fosil, makhluk berjuluk dinosaurus tersebut sudah berkeliaran di Bumi sejak 220 juta tahun lalu, kemudian punah sekira 63 juta tahun lampau.
Sebagaimana kita tahu, isi Alkitab sama sekali tak menyebut tentang
keberadaan makhluk dinosaurus yang pernah merajalela di Bumi. Bahkan
sebelum abad 18 M, tak ada orang tahu bahwa dinosaurus pernah hidup di bumi. Beberapa orang menemukan tulang atau gigi dinosaurus, tetapi tidak mengetahui itu apa. Baru pada 1822, Mary Ann Mantell – isteri dokter Gideon Mantell di Inggris – menemukan fosil tulang belulang, lalu diteliti secara seksama dan disimpulkan bahwa tulang belulang tersebut berasal dari hewan yang pernah hidup jutaan tahun lampau.
Pembangunan museum yang digagas oleh Ken Ham dari organisasi ‘Answer in Genesis’ ini diperkirakan menelan biaya sekira 25 juta dollar AS. Menurut perusahaan riset pemasaran yang dikontrak oleh Museum of Creation, museum tersebut diprediksi akan dijejali sekira 300,000
pengunjung pada tahun pertama beroperasi. Mereka optimistis angka tersebutdapat tercapai, mengingat begitu besarnya minat masyarakat terhadap film Jurassic Park yang pernah dirilis Hollywood.
Oh manusia, kalau sudah punya mau, alur kisah kehidupan – bahkan zaman pra-sejarah pun gampang saja dibelokkan sesuai selera yang punya uang dan yang punya kuasa………
Info selebihnya (kapan museum dibuka dan lainnya), silakan baca:
==================================
“With its towering dinosaurs and a model of the Grand Canyon, America’s newest tourist attraction might look like the ideal destination for fans of the film Jurassic Park.
The new multi-million-dollar Museum of Creation, which will open this spring in Kentucky, will, however, be aimed not at film buffs, but at the growing ranks of fundamentalist Christians in the United States.
It aims to promote the view that man was created in his present shape by God, as the Bible states, rather than by a Darwinian process of evolution, as scientists insist.
The centrepiece of the museum is a series of huge model dinosaurs, built by the former head of design at Universal Studios, which are portrayed as existing alongside man, contrary to received scientific opinion that they lived millions of years apart.
Other exhibits include images of Adam and Eve, a model of Noah’s Ark and a planetarium demonstrating how God made the Earth in six days.
The museum, which has cost a mighty $25 million (£13 million) will be the world’s first significant natural history collection devoted to creationist theory. It has been set up by Ken Ham, an Australian evangelist, who runs Answers in Genesis, one of America’s most
prominent creationist organisations. He said that his aim was to use tourism, and the theme park’s striking exhibits, to convert more people to the view that the world and its creatures, including dinosaurs, were created by God 6,000 years ago.”
And
“Market research companies hired by the museum are predicting at least 300,000 visitors in the first year, who will pay $10 (£5.80) each.”
November 7, 2007 at 12:41 pm
@ Harto
Terima kasih informasi + link-nya.
Betul, soal HY, menurut saya dia ini agak ‘unik’. Kesannya, dia itu sangat zealot dalam mempertahankan pandangan keislaman dan reputasinya.
Bahkan baru2 ini dia juga berperan dalam pengeblokan domain wordpress.com di Turki, karena ada beberapa bloger ang menulis tentang sisi buruknya. Pembahasan lebih lanjut tentang beliau bisa dibaca di [link ini].
November 7, 2007 at 10:31 pm
Salam perkenalan;
Nanti dulu, jangan hanya mak orang Malaysia, maka ada yang akan bashing mak pula!
Biarpun, mak faham-faham bahasa Indonesia; Honestly i’m enjoyin reading this article!
Apa-apa pun, nasihat mak; perdebatan tentang agama jangan dibawa sehingga ke peringkat keterlaluan.
nanti Binasa Badan karena mulut (atau otak) hiks
Bye!
November 8, 2007 at 1:29 pm
@ Anouhea Audiya
Salam kenal,
Euh, tidak ada lah yang model begitu. Lha, yang nulis blog ini juga salah satunya tinggal di Malay, kok.
Ah, terima kasih.
Betul, setuju. Yang penting jangan sampai berlebihan, lah. ^^
Makasih sudah main ke blog ini ya.
November 8, 2007 at 2:31 pm
[...] akan dibabat habis. Jelas-jelas Teori Evolusi itu menafikan ciptaan Tuhan[1]. Jelas-jelas seorang ilmuwan muslim zaman baru memproklamirkan bahwa teori itu telah runtuh walaupun [...]
November 14, 2007 at 12:16 pm
[...] data for 6000-year creationisms, huh? Christian fundies. Who spread hoaxes concerning evolution? Harun Yahya, a muslim zealot. Who condemned the scientists accepting Heliocentrism? BOTH. Either it is [...]
Juni 14, 2008 at 6:27 pm
[...] Kedua, terkhusus mengenai argumen kreasionis, utamanya buku Harun Yahya. Kebanyakan argumen tersebut tidak melakukan cover both side. Di satu sisi mereka menampilkan para ilmuwan yang mengkritik evolusi, tetapi di sisi lain sama sekali mengabaikan keberhasilan ilmiah yang sudah dicapai oleh Teori Evolusi. Sehingga terkesan bahwa evolusi benar-benar berada di ambang kehancuran; padahal kenyataannya tidaklah seperti yang digembar-gemborkan. Catatan terkait tentang Harun Yahya: [link]. [...]
November 19, 2009 at 2:51 am
God is Dead..
November 24, 2009 at 4:58 pm
eh, mas atau mbak. gimana rasanya punya thread yg umurnya panjang. masih ada aja yg komen…
o ya masyarakat kita memang mudah tertipu. sudah tak terhutung korban penipuan Scam di dunia maya dan dukun palsu di dunia nyata.
dan, oh, ada yg tahu Joko Suprapto penemu blue-energy ? ahahahaha…. presiden aja ketipu!
kuuuuuuuuuukukukukuuukuk!