oleh sora9n
Biasanya, saya suka membahas hal-hal yang rada umum di blog ini. Misalnya soal fundamentalisme yang tempo hari, atau soal topik-topik yang “Indonesiana”. Tapi, untuk kali ini, saya hendak membicarakan hal yang lebih membumi™ — terutama bila dibandingkan dengan post-post sebelumnya.
Jadi, untuk kali ini, saya hendak membahas soal kota Bandung. Kota yang, kebetulan, saya tinggali selama beberapa waktu terakhir ini. Kota yang terkenal dengan sejarah heroik “Bandung Lautan Api” ini ternyata mempunyai sisi lain tersendiri — yang belakangan ini sering muncul di berbagai koran lokal kota tersebut.
Mas Fertob pernah membahas soal kota ini di salah satu post-nya. Waktu itu beliau bertanya, “Bandung Lautan Apa?”
Sedihnya, saya punya satu jawaban yang kurang mengenakkan. Ternyata Bandung itu lautan peluru.
Iya, lautan peluru. Entah itu peluru nyasar, ataupun peluru yang sengaja ditembakkan untuk tujuan tertentu. Tentu saja ada korban sipil yang berjatuhan; walaupun tak semuanya harus meregang nyawa. Meskipun begitu, lebih sedih lagi, berita ‘kecelakaan’ macam inilah yang akhir-akhir ini rutin mewarnai headline berbagai koran lokal.
Seperti apa ceritanya? Here goes.
***
12 April 2007 — Kelompok Bersenjata Rampok Toko Emas, Dua Tewas
Sekelompok orang tak dikenal merampok toko emas ABC yang berlokasi di Jalan Pasirkoja, Bandung, sekitar pukul 19.00. Kelompok ini menembakkan peluru secara membabibuta, dan mengakibatkan tewasnya dua warga sipil. Sebanyak empat polisi dan empat warga sipil mengalami luka dalam insiden tersebut, dan terpaksa dilarikan ke RS Immanuel Bandung.
[sumber berita di ANTARA News]
13 Agustus 2007 — Pegawai Supermarket Tewas Tertembak; Asal peluru Misterius
Rahmat Nugraha, seorang staf personalia di sebuah toserba di Pasteur, tertembak ketika sedang menaiki motor di daerah Kiaracondong. Peluru mengenai bagian dada dan mengakibatkan terjadinya pendarahan hebat.
Rahmat kemudian meninggal dalam perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. Sejauh ini tidak diketahui siapa pelaku penembakan, atau dari mana peluru nyasar tersebut berasal.
[sumber berita di Kompas Online]
[sumber berita di Pikiran Rakyat]
19 Agustus 2007 — Peluru Nyasar oleh Polisi, Dua Warga Terluka
Peringatan 17 Agustus di Cileunyi diwarnai dengan acara dangdutan. Mendadak, terjadi pertikaian antara warga yang saling menghunus senjata tajam, dan memicu terjadinya kekacauan massa di arena tersebut.
Bripda Zaenal Arifin kemudian melepaskan tembakan peringatan sebanyak tiga kali. Nahas, menjelang tembakan ketiga tubuhnya terdorong oleh arus massa — sehingga arah pistol yang dipegangnya menjadi oleng. Peluru yang sedianya ditembakkan ke udara kemudian lepas dan melukai dua warga sipil yang menghadiri acara.
14 November 2007 — Ricochet dekat Lapangan Tembak; Kepala Warga Terserempet Peluru
Kampung Cilisung, Kabupaten Bandung. Pangkalan Udara (Lanud) Sulaiman sedang mengadakan latihan tembak rutin di lapangan tembak mereka, yang lokasinya berdekatan dengan pemukiman warga.
Pada saat yang sama, Ny. Imas Kurniati (41) sedang menjemur handuk di halaman rumahnya. Mendadak ia mendengar bunyi berdesing yang melewati pelipis kirinya — sebuah peluru hampir menembus kepalanya. Mujur, peluru tersebut hanya meninggalkan luka kecil dan pendarahan ringan.
Belakangan, berdasarkan laporan warga, ditemukan bahwa (sedikitnya) terdapat tujuh titik penemuan proyektil di seluruh kampung.
Pihak Angkatan Udara menyampaikan dugaan bahwa peluru-peluru tersebut merupakan pantulan (ricochet) dari aktivitas latihan tembak, dan menyatakan bersedia menanggung biaya pengobatan korban yang terkena peluru nyasar.
[sumber berita di Pikiran Rakyat]
***
Sebetulnya masih ada lagi dua kasus yang terjadi di Jawa Barat (i.e. yang terjadi di Cianjur dan Bojong, Sumedang) — tapi biarlah post ini membahas yang sedang terjadi di Bandung saja.
Apa Bandung sedang bertransformasi menjadi kota yang kejam ya, setelah sebelumnya diresahkan oleh berbagai kelompok geng motor? (o_0)
—–
Terkait Tentang Bandung:
November 15, 2007 at 4:08 pm
asal pelurunya sih macem2 ya..
tapi penyebabnya cuma satu→ kejahatan!
coba deh dipikirin..
November 15, 2007 at 4:09 pm
mestinya geng motor itu yg ditembaki
November 15, 2007 at 4:15 pm
@ morishige
Pertamax-nya dikirim ke akismet, gak boleh nyampah.
Lah, terus yang jahat siapa?
:::::
@ caplang™
Ah, betul. Mungkin memang sebaiknya begitu ya…
*BTW, kalo gitu Bandung bakal jadi kota yang kejam banget dong?
*
November 15, 2007 at 4:31 pm
bandung lautan apa??
1. lautan api
2. lautan asmara
3. lautan peluru
hihi..
November 15, 2007 at 4:43 pm
#1
yang ini jelas penyebabnya niat untuk melakukan kejahatan…
#2
ini juga kejahatan. kenapa? kalo peluru misterius itu ternyata berasala dari aparat yang salah tembak, pasti sudah diusut. kemungkinan besar pistol dan pelurunya dibeli di pasar gelap.
#3
bukankah pertikaian yang sudah yang sudah menggunakan senjata tajam itu termasuk kriminalitas??
nah, yang keempat sepertinya memang tidak disengaja..
November 15, 2007 at 9:08 pm
bagaimana klo pabrik senjata dan pelurunya di seluruh muka bumi ditutup diganti dengan pabrik tempe ato peyek?
November 15, 2007 at 11:34 pm
pengennya sih nanya…
isilop pada kemane semua yah?
yang digaji buat jagain bandung kemana yah?
ah mahalnya sebuah keamanan
November 16, 2007 at 5:36 am
jadi takut ke bandung…
November 16, 2007 at 9:50 am
klo maen pistol2-an gini, inget di amrik (liat di tipi2).Indonesia mah susah klo cari pistol bnr-an.Paling dirakit sendiri trus bwt ngrampoq.
November 17, 2007 at 12:12 pm
tapi bandung tetep banyak cewek cakepnya kan?
kalo iya, walopun dihadang lautan peluru, saya bakal tetep tidak peduli
November 17, 2007 at 12:45 pm
Hueeh, ngerinya
Di tempat kita kepemilikan senjata api oleh sipil masih bebas banget dan susah terjaring hukum ya.
November 17, 2007 at 2:59 pm
@ morishige
Nah, itu berarti nggak semuanya berasal dari “kejahatan” toh?
:::::
@ joyo
Wah, jangan begitu… ntar yang marak malah bambu runcing dong.
:::::
@ pakir band with
Wah, entah ya. Yang jelas, makin banyak berita kriminalitas sejenis yang smasuk koran lokal akhir-akhir ini.
:::::
@ cK
BTW, itu baru sebagian lho. Pas postingan ini dirilis, koran paginya berisi berita peluru nyasar lagi. Sebelumnya ada geng motor. Tahun lalu malah ada gelombang penculikan anak SMA…
Bandung itu memang nggak aman. Makanya, jangan ngelaba mulu ke Bandung!!
:::::
@ toim the shinigami
Kemungkinan sih memang rakitan sendiri; kalo nggak beli di black market. Perizinan pistol Indonesia kalo nggak salah masih ketat banget; pakai surat-surat apa gitu dari kepolisian (AFAIK, CMIIW) (o_0)”\
:::::
@ Shelling Ford
Benar-benar bajingan tampan dari MIPA selatan™ ini…
:::::
@ jejakpena
Ah, tapi masih mendingan di sini daripada di Amerika, IMO. Katanya di sana anak SMA bisa nitip beli senjata, dulu…
*teringat kasus Columbine High School*
November 19, 2007 at 3:49 pm
Tapi yang jelas di Bandung banyak kue/ makanan enak ya mas
@ caplang
Geng motor itu mencoreng sosok bikers ya bro
November 19, 2007 at 4:25 pm
@ sigid
Iya sih, banyak makanan enaknya. Sayangnya saya jarang beli… masalah ekonomi mahasiswa, soalnya.
November 19, 2007 at 4:27 pm
iya juga yak…
November 19, 2007 at 10:04 pm
pasti lautan peluru lah…
Bukannya Pindad yg pabrik senjata & ammo tu ada disana? Jg begitu banyak instalasi militer dsana?
Asal ada peluru, gak tll sulit merakit alat tuk menembakkannya. Di negara dimana pemilikan senjata api oleh masyarakat adalah illegal, maka pasti hanya para penjahat yang bersenjata api. Trus kita2 kalo ditodong pistol gimana dong…? Mengiba? Cih..
Tapi aparat kalo salah/nyasar tembak tu jg masalah sendiri…
November 20, 2007 at 12:54 am
lha…
serem juga ya? untung aja furwokerto damai sangadh, mhuahuahua
November 20, 2007 at 9:41 am
Idem sama Shelling Ford.
November 20, 2007 at 2:41 pm
@ jensen99
Kalau instalasi militernya, saya nggak tahu. Tapi Pindad memang lokasinya di deket sini, sih. (o_0)”\
Ya, asalkan ada peluru yang bisa dibeli, pistolnya bisa aja dirakit sendiri. Tapi bisa juga lewat black market IMO… orang Indonesia kayaknya belum banyak yang bisa ngerakit handgun (CMIIW). ^^
:::::
@ hoek
Begitulah adanya Bandung… seenggaknya dari berita2 di koran lokalnya, sih.
:::::
@ rozenesia
Oh, jelas dong. Bandung kan banyak cewek cakepnya. Mana kelimpahan lagi dari Jakarta…
Di Jokja nggak ada kan??
*provokator mode = on*
November 20, 2007 at 6:43 pm
Instalasi militer yg pny TNI antara lain Seskogab. Yg punya AD a.l: Seskoad, Makodam III Siliwangi, Pusdikif Kodilatad & Yonif 330 TriDharma. Yg punya AU a.l: skadron 462 & Den Bravo Paskhas.
Tanpa mengesampingkan senjata pabrikan yg lewat pasar gelap, orang kita yg bisa merakit senjata cukup banyak kok. Jumlahnya akan meningkat pesat kl di suatu daerah lg ada konflik.
November 20, 2007 at 8:33 pm
@ jensen99
Hee, begitu? (o_0)”\
*baru tahu*
Yang saya tahu cuma Kodam Siliwangi aja, yang tempatnya deket Dago itu. Ternyata banyak juga yang lain. ^^
Ah, soal kemampuan merakit senjata api, kayaknya ada benarnya juga. Soalnya banyak senjata rakitan yang disita pas zamannya GAM sama kerusuhan Poso… katanya di berita TV sih.
(AFAIK, CMIIW)
November 29, 2007 at 8:42 pm
Tampaknya perlu ada Batman ‘ala Bandung neh..
November 30, 2007 at 7:34 pm
@ kunderemp an-narkaulipsiy
Hmm… iya ya. Betul juga.
*mendaftarkan diri, berniat jadi superhero kota Bandung*
Desember 6, 2007 at 1:44 am
wah setuju2,..
dan mungkin beberapa bulan lagi, bandung bisa dibilang lautan circle k,..
Desember 18, 2007 at 4:38 pm
Jangan-jangan peluru itu berasal dari luar angkasa dan bertujuan memecah manusia(imajinasi….)
Mungkin lebih cepat jadi lautan sepeda motor
Jangan, posisi itu sudah saya isi lol
Desember 19, 2007 at 4:07 pm
@ bayu
Hm, betul juga. Di deket kampus saya aja ada dua circle K lho. Jaraknya cuma sekali naik angkot gitu.
@ Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji
Weh… udah siap mengamankan Bandung pakai Gundam nih mas? ^^;;
Mei 13, 2008 at 11:41 am
ada yang mau jual senjata api, aku beli