oleh sora9n
Biasanya, menjelang akhir tahun, berbagai majalah dan TV sering menampilkan berbagai kilas balik. Tentu saja tujuannya untuk mengingat kembali apa saja yang telah berlangsung sepanjang tahun yang akan lewat tersebut.
Nah, sebagai media yang khusus mem-post berbagai item bertema sosial, blog ini pun tak ketinggalan. Berikut ini kami rangkumkan beberapa peristiwa sosial yang sempat meletup di Indonesia selama tahun 2007…
…yang layak dikritik.
Tentunya post ini tidak bertujuan untuk menjelek-jelekkan bangsa dengan mengungkit keburukan yang telah lalu. Sebaliknya, kami mengharapkan agar post ini bisa menjadi bahan perenungan untuk perbaikan diri di tahun depan. Siapa tahu, dengan mengingat keburukan (dan kesalahan) yang dialami di tahun ini, kita jadi lebih terpacu untuk tidak mengulanginya di kemudian hari.
Berikut ini rangkaiannya. Selamat membaca.
Kilas Balik #1: Video Mesum Anggota DPR (Maret 2007)
Anda mungkin masih ingat kisah yang satu ini. Anggota DPR dari Fraksi Golkar, Yahya Zaini, mendadak tenar melalui video porno dirinya dengan artis Maria Eva. Konon, video ini direkam dengan menggunakan handphone, sebelum akhirnya menyebar lewat situs internet YouTube. Kasus ini kemudian menjadi marak di masyarakat, dan bisa dianggap sebagai salah satu peristiwa yang paling mencoreng citra DPR RI sepanjang sejarah.
Kilas Balik #2: Rencana Pengadaan Laptop untuk Anggota DPR (Maret 2007)
Bulan Maret, boleh jadi, merupakan bulan yang berat untuk para wakil rakyat di Senayan. Belum habis masyarakat mengkritik mereka karena aksi porno anggotanya, mereka kembali bersuara kontra. Penyebabnya? Apa lagi kalau bukan rencana pengadaan laptop untuk setiap anggota DPR.
Pada saat itu, Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR menyatakan akan membuka tender pembelian laptop untuk 550 orang anggota dewan, dengan perkiraan harga Rp. 21 juta per item-nya. Tak pelak, kasus ini langsung meluas di media massa dan mengundang tanggapan kontra — baik dari dalam maupun luar DPR sendiri.
Meskipun demikian, kasus ini berakhir baik. Setelah melalui berbagai pro dan kontra, termasuk dari masyarakat dan intern DPR sendiri, rencana pengadaan laptop ini akhirnya dibatalkan.
[sumber berita di Pikiran Rakyat online]
[sumber berita di situs Republika]
[berita tentang pembatalan proyek di MetroTV online]
Kilas Balik #3: Praja IPDN Tewas Dianiaya (April 2007)
Memasuki akhir bulan keempat tahun 2007, Indonesia digegerkan oleh tewasnya Cliff Muntu, seorang praja IPDN. Menurut berita yang beredar, ia tewas karena dipukuli beramai-ramai oleh para seniornya di kampus. Kasus ini menjadi spesial karena, dua tahun sebelumnya, praja bernama Wahyu Hidayat juga meninggal dengan penyebab serupa.
Pihak IPDN sempat menyangkal bahwa Cliff meninggal akibat dianiaya. Meskipun demikian, hasil otopsi menunjukkan data sebaliknya. Masyarakat yang geram kemudian memprotes pemerintah agar secepatnya membubarkan IPDN pasca terungkapnya kasus ini.
Investigasi lebih lanjut kemudian menunjukkan bahwa terdapat (sekurangnya) 31 praja yang telah meninggal di kampus tersebut — terhitung sejak tahun 1990.
[sumber berita di Pikiran Rakyat online]
[sumber berita di TEMPO Interaktif]
Kilas Balik #4: Masalah Tanah di Pasuruan, Marinir Tembaki Rakyat (Mei 2007)
Peristiwa ini berlangsung di desa Alas Tlogo, kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Saat itu sedang terjadi sengketa tanah seluas 539 ha antara pihak masyarakat dan TNI AL. Tanpa pemberitahuan sebelumnya, tentara tiba-tiba datang dan membuldoser tanah yang sudah ditanami warga dengan ketela pohon. Masyarakat kemudian berdatangan dalam jumlah besar dan mulai meneriaki tentara.
Tentara kemudian melepaskan tembakan peringatan, sebelum akhirnya mengarahkan tembakan sebenarnya ke arah warga. Sebanyak empat orang tewas dalam insiden ini, dan delapan lainnya mengalami cedera.
[sumber berita di Kompas online]
[rangkuman kasus ini di wikipedia Indonesia]
Kilas Balik #5: Pengibaran Bendera RMS dan Bintang Kejora (Juni-Juli 2007)
Kedua peristiwa ini terjadi dalam selang waktu empat hari.
Pada tanggal 29 Juni, sekelompok orang tak dikenal menyusup dalam perayaan Hari Keluarga Nasional di Ambon. Saat itu, mereka hendak mengibarkan bendera tersebut di depan tribun tempat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berada. Untungnya, gelagat mencurigakan ini tercium oleh aparat keamanan. Grup ini akhirnya diringkus tepat ketika mereka hendak membentangkan bendera tersebut.
Tanggal 3 Juli, Konferensi Masyarakat Adat Papua dibuka. Tak dinyana, konferensi yang dihadiri sekitar 900 orang ini diiringi dengan tarian khusus dengan atribut bendera bintang kejora kebanggaan OPM. Adapun aparat yang menjaga terlambat mengetahui kejadian tersebut, karena sejak awal panitia berpesan agar tidak memasuki GOR tempat berlangsungnya acara.
Kasus ini akhinya diproses oleh kepolisian, setelah peristiwa tersebut terungkap melalui video dokumentasi acara.
[sumber berita di ANTARA News]
Kilas Balik #6: Praja IPDN rides again (Juli 2007)
Baru lewat sekitar dua bulan pasca meninggalnya Cliff Muntu, praja IPDN beraksi kembali. Kali ini yang menjadi korbannya bukan lagi praja, melainkan masyarakat sipil di luar kampus.
Tukang ojek bernama Wendy Budiman (21) dilaporkan tewas dipukuli, setelah sebelumnya sempat berselisih omong dengan praja yang sedang pesiar. Terdapat dua versi mengenai cerita ini:
Versi pertama menyatakan bahwa Wendy memulai masalah dengan melecehkan praja wanita IPDN. Sedangkan versi kedua menyebut bahwa Wendy tak sengaja mematikan puntung rokok seorang praja di dalam lift, yang akhirnya menyulut kemarahan praja. Meskipun demikian, kedua versi sama-sama mengakui bahwa Wendy tewas karena dikeroyok oleh sekelompok praja.
Peristiwa ini sempat membangkitkan gelombang kedua penolakan masyarakat atas IPDN — walaupun dengan gaung yang lebih kecil dibandingkan saat terkuaknya kasus Cliff Muntu.
Kilas Balik #7: Indonesia Raya 3-Stanza (Agustus 2007)
Memasuki bulan Agustus 2007, media Indonesia digegerkan oleh pengumuman Roy Suryo. Pria yang dikenal sebagai “pakar telematika” ini mengumumkan bahwa ia baru saja menemukan versi asli lagu “Indonesia Raya”. Perbedaannya dengan versi yang sekarang, menurut klaimnya, adalah bahwa lagu “Indonesia Raya” yang ditemukannya terdiri atas tiga buah stanza; jauh lebih panjang daripada versi yang biasa diajarkan di sekolah.
…
…
Oke, saya tak akan berpanjang lebar lagi. Sebaiknya Anda cek [post-nya Mas Sandy] (beserta link-link-nya) jika Anda penasaran mengenai kasus ini.
IMHO, kasus ini ini merupakan perpaduan konyol antara ketidaktahuan, hasrat untuk populer, dan keawaman masyarakat yang terlalu tinggi.
Meskipun begitu, menarik untuk dicatat bahwa wapres dan para menteri (serta wartawan infotainment) tidak menyadari bahwa ini bukanlah penemuan baru… karena lirik lagu 3-stanza itu pernah ada di buku lagu wajib waktu saya SD dulu.
[daftar berita dan post terkait di blog Sandynata]
Kilas Balik #8: Bersihar Lubis dan Pembakaran Buku (November 2007)
Bersihar Lubis, wartawan, diseret ke meja hijau oleh Pemerintah Kota Depok. Penyebabnya, ia dianggap menghina pemerintah daerah tersebut dengan kata “dungu” — karena memprotes tindakan mereka yang membakar buku sejarah untuk tingkat sekolah.
Sebagai informasi, buku-buku yang dibakar adalah yang tidak mencantumkan kata “PKI” dalam menyebut Gerakan 30 September (“G30S”, bukannya “G30S PKI”). Adapun kini Bersihar sedang menjalani proses hukum terkait dengan berlangsungnya kasus tersebut.
[post terkait di blog Bang Aip]
Kilas Balik #9: Pengadaan Mesin Faks untuk DPR (Desember 2007)
BURT DPR mungkin memang tak ada matinya (
). Belum setahun berlalu sejak kasus laptop yang menghebohkan, mereka kini mengusulkan agar anggota DPR diberi kelengkapan berupa mesin faksimili yang setiap unitnya berharga Rp. 1,2 juta. Konon, anggaran untuk ini sudah dimasukkan dan disetujui dalam anggaran negara tahun 2007.
Meskipun demikian, rencana ini tidak berjalan mulus. Sejumlah anggota DPR sendiri menyatakan akan menolak rencana ini. Angggota DPR dari fraksi PAN, Alvin Lie, bahkan berencana melaporkan kasus ini karena tidak terdapat pemberitahuan sebelumnya pada para anggota dewan.
[sumber berita di MetroTV online]
[sumber berita di website ICW]
***
Dan, dengan demikian, selesailah kilas balik sosial untuk tahun ini. Tentunya, seperti yang telah ditulis di awal tadi, post ini tidak dimaksudkan untuk menghina dan menjatuhkan bangsa — melainkan agar dijadikan refleksi sebelum memulai kehidupan di tahun yang akan datang. Layaknya manusia, suatu bangsa juga akan menjadi besar karena belajar dari kesalahan di masa lalu. Betuuul?
Akhir kata, Selamat Tahun Baru 2008. Mudah-mudahan kita semua (dan bangsa Indonesia pada umumnya) bisa menjadi lebih baik lagi di masa depan.
Amin.
—–
Ps:
Sampai jumpa di tahun depan — dan selamat berlibur panjang bagi yang mendapatkan. Enjoy!
Desember 27, 2007 at 2:33 am
P..tamaxxxx*siul-siul*
Malahan beberapa bulan sebelum ini, menurut yang dilansir wartakota (CMIIW), banyak kondom bekas pakai yang terbuang di lingkungan gedung DPR-RI.
Heheheeee…
Ahhh… Yang terangkat ke permukaan kebanyakan DPR yaaaah…
Lha kan yang ngurusin bidan pendidikan negara kita ini Pak Wapres.
Desember 27, 2007 at 3:44 am
Thanks buat sharing, bisa di-baca-baca ulang nih postingan-postingan yang di-publish di kaleidoskop-nya.
Hanya saja kok bukan makin bagus yaks, malah makin mem-buruk
Desember 27, 2007 at 9:27 am
Ini yang di rame di media mainstream aja ya yang dibahas? Gak ada niat ngebahas yang rame di WP?
OOT, naskah saya sudah selesai ya.. silakan direview dulu layak naik apa ndaknyaDesember 27, 2007 at 9:37 am
Makasih atas ucapan selamatnya
*orang yang mendapat liburan panjang*
Desember 27, 2007 at 10:22 am
Pada akhirnya, DPR masih tetap diuntungkan.
Memang dalam segi pemasukan dan income, menjadi seorang DPR adalah pekerjaan surgawi… :rolleye:
Desember 27, 2007 at 11:10 am
tahun 2007 , ada fenomena bernama sarah di blogesphere
hihihihihihih
Desember 27, 2007 at 9:35 pm
@ Mihael “D.B.” Ellinsworth: Menjadi anggota dewan memang sangat-sangat menguntungkan. Andai Anda anak seorang anggota dewan… Anda bisa ngenent sepuasnya 24 jam non-stop GERATIS, Anda bisa teleponan sama cewe-cewe pake telepon rumah GERATIS… Bagaimana tidak, semua fasilitas disediakan negara dengan duit rakyat.
Desember 28, 2007 at 8:21 am
itu anggota dewan yg minta rumah nggak disebutin mas e
Desember 28, 2007 at 1:00 pm
niat bgt mbuat kaleidoskopnya….
Desember 28, 2007 at 5:31 pm
aliran sesat alqiyadah gak ikutan dimasukkan?
Desember 28, 2007 at 5:39 pm
@bambangp: Kayaknya ini introspeksi buat pemerintah dan kita semua deh, mas.
Eh, sesat ya itu?
Desember 29, 2007 at 10:25 am
@ rozenesia
Waduh…? ^^;;
Mbuh.
:::::
@ extremusmilitis
Memburuk? Tanya kenapa…
:::::
@ Amed
Lha, kaleidoskop WP bukannya udah dibikin mas Amed tempo hari? (o_0)”\
Lagian Berry juga udah bikin daftar perang, jadi kayaknya udah lumayan terwakili IMHO. (o_0)
Ah, terima kasih. Akan segera saya baca.
:::::
@ danalingga
Hehehe, saya juga dapet kok.
:::::
@ Mihael D.B. Ellinsworth
Bisa dibilang, sih. Dari 9 kasus yang dirangkum di atas, 3 diantaranya dilakukan oleh anggota/para anggota DPR…
Dan bukan cuma income aja. Sarana-prasarana juga makin banyak digelontorkan sejak BURT didirikan, e.g. laptop, rumah, dllsb. (o_0)”\
:::::
@ Funkshit
Hueh? ^^;;
:::::
@ rozenesia (lagi)
Dan, ironisnya, sebetulnya mereka nggak perlu dibiayai segitunya amat. Konon katanya, kelengkapan-kelengkapan itu harusnya bisa dibiayai dengan modal gaji pokok + tunjangan pokok mereka… CMIIW. (o_0)”\
:::::
@ dobelden
Euh, iya, kelupaan.
Ah, sudahlah. Udah banyak dari DPR, jadi nggak enak juga ntar nulisnya. ^^;;
:::::
@ toim
Enggak niat banget juga, sih. Cuma modal google, kok.
:::::
@ bambangp
Wah, iya. Saya sendiri waktu itu cuma kepikiran tema2 yang sosial-pemerintah, jadinya yang semacam itu nggak saya masukin… (o_0)”\
:::::
@ rozenesia (lagi-lagi)
Fokusnya memang lebih ke sosial-politik, kok.
AFAIK, “kesesatan” itu difatwakan karena Al-Qiyadah mengakui nabi baru setelah Nabi Muhammad. Ini bertentangan dengan doktrin inti Islam, yang salah satunya menyatakan Nabi Muhammad sebagai utusan terakhir.
Kalau nggak salah sih begitu. Mirip2 kasusnya Ahmadiyah, IMHO.
Desember 29, 2007 at 1:47 pm
Maka dareee itu, mengapa banyak orang berlomba-lomba mengeluarkan duit segitu banyak untuk menjadi anggota dewan. 5 tahun hidup terjamin tanpa keluar duit sepeserpun, plus menikmati hasilnya saat udah nggak menjabat nanti.
(kalau sistemnya begini, apa nggak mustahil anggota dewan akan kehilangan para idealisnya *positif tentunya*)
Desember 29, 2007 at 8:41 pm
kilas balik sudah. semua yang ditampilkan suram. mari menatap ke depan… perbaiki negaramu (kalo bisa he.. hee..)
Januari 3, 2008 at 11:28 am
very happy a brand new year…
Januari 3, 2008 at 1:25 pm
lama gak baca kangen juga…
Januari 3, 2008 at 3:07 pm
wakil rakyat sudah lupa pada yang diwakili. Kini mereka cuma mau memperkaya diri sendiri.
Januari 4, 2008 at 3:47 pm
@ bodrox
Mari…
@ ulan
Happy new year juga. ^^
@ LeftClick
Wah, iya, mas ini lama nggak berkunjung. Silakan jalan-jalan (lagi) di blog ini kalo begitu.
@ kucingliar
*bisik-bisik*
Seenggaknya sih, 3 dari 9 kilas balik di atas itu asalnya dari gedung DPR lho.
Januari 7, 2008 at 7:57 pm
Happy Nu Year