Januari 15, 2008
Pisang Terbang
Posted by Kopral Geddoe under Indonesiana, Puisi, Sosial | Tag: Emak-emak, Lalu-lintas, Moralitas, Pisang |oleh Soebiawak a.s..
Sore hari, saya ke masjid.
Hendak jogging di sekitar lapangannya.
Naik motor.
Soalnya masjidnya jauh.
Brum, brum.
Lalu.
Tepat di depan saya,
ada motor lain.
Blingsatan.
Dua orang.
Yang satu di depan.
Yang satu di belakang.
Ketawa-ketawa.
Nah,
di tikungan,
ada ibu-ibu.
Bawa bungkusan banyak.
Ada pisang.
Ada sayur.
Dan entah apalah lagi.
Kelihatannya beliau lelah.
Capek berbelanja.
Ingin lekas pulang.
Motor blingsatan tadi,
sekonyong-konyong menambah kecepatan.
Hendak menikung seekor mobil,
yang ada di hadapan.
Padahal.
Jalan yang ada sangat sempit.
Dan,
sang ibu-ibu sedang berjalan di sampingnya.
Jeger.
Sang ibu tertabrak.
Tidak sampai jatuh,
hanya tangan beliau yang tersenggol.
Bungkusan-bungkusannya terlepas.
Dua tandan pisangnya,
terbang.
Belanjaan sang ibu pun
berserakan di atas aspal.
Ia terkejut.
Memandang ke arah motor yang menabraknya,
dengan air muka sedih.
Dua jagoan di atas motor,
menoleh sang ibu.
Empat detik saja.
Kecepatan tidak berkurang.
Dan akhirnya,
pergi tanpa kata.
Semua terjadi begitu cepat.
Lalu lintas tidak berhenti.
Saya pun tiada dapat menepi.
Sepanjang jalan ke masjid,
terngiang di kepala saya,
wajah sedih sang ibu,
tatapan empat detik dua jagoan di atas motor,
dan dua tandan pisang yang tergeletak di aspal.
Januari 15, 2008 at 10:19 pm
sedihnyaa…
*nahan tawa ngeliat judulnya*
Januari 15, 2008 at 10:19 pm
katanya terbang…???
Januari 15, 2008 at 10:20 pm
kurang ajar tuh dua anak muda… kecil2 sudah ndak bertanggung jawab apalagi tua ntar… lha kamu sendiri kok diam saja lihat spt itu ndak nepi, lebih baik ke mesjid atau nolong ibu itu menurutmu?
Januari 15, 2008 at 10:21 pm
kurang panjang… ntar dianggep spam ama sora
katanya terbang…???
well… nasib sang ibu kurang baik rupanya… dan yang disalahkan adalah sang ibu yang sepertinya mengundang orang untuk menabraknya dengan berjalan ditempat yang sempit
Januari 15, 2008 at 10:21 pm
Hee??
*bingung gara2 Difo bikin pola puisi yang sama lagi*
anw, itu bukan hal yang aneh banget kok,, kejadian kaya gitu udah sering banget kan, bikin miris sendiri aja,,
Januari 15, 2008 at 10:28 pm
Brengsek orang-orang seperti itu.
Bukannya aku sok suci.
Aku juga pernah berandalan seperti itu. Dan hasilnya, aku menabrak seorang pemulung tua. Aku masih ingat, pelipisnya robek sampai tulangnya mengintip. Aku juga masih ingat darahnya muncrat sampai menempel di punggung tanganku.
Tapi aku nyadar diri saat itu.
Dari awal aku akan kecelakaan, aku berusaha mengerem dari kecepatan 100 km per jam. Sedetik sebelum menabrak, aku sempat melirik ke spedometer dan jarumnya menunjuk angka 50 km per jam.
Aku membujuk si kakek untuk kubawa ke rumah sakit tapi si kakek menolak. Berkali-kali kubujuk tetapi beliau menolak. Orang-orang sekitar juga berusaha membujuk si kakek tetapi beliau menolak. Akhirnya, aku keluarkan uang yang baru kuambil dari bank untuk bayar kuliah dan kuserahkan pada si kakek untuk biaya rumah sakit. (aku kemudian menggunakan uang jajanku sendiri untuk bayar kuliah.. gak makan deh.. gak heran waktu di Yogya beratku 48 kilo).
Intinya sih…
Harusnya mereka berani tanggung jawab. Siapapun punya masa-masa bandel seperti itu. Ada masa-masa nakal seperti itu. Tetapi masa tidak ada sih rasa tanggung jawab sedikit pun?
Hmpph…
Mau ke mana jadinya negeri ini?
Januari 15, 2008 at 10:34 pm
anak2 muda sekarang emang kurang perduli sama manusia lain dan lingkungan sekitar, fokusnya dirinya saja, sm orang tua kadang ndak sopan apalagi nolongin.. hayah aku kok malah jadi nenek2 bawel gini… ingatlah kalian ntar juga tua.. hai anak muda.. miris aku lihat anak muda di indonesia…
Januari 15, 2008 at 10:36 pm
ckck
menyedihkan..
Januari 15, 2008 at 11:02 pm
Ah. Kepedulian remaja (?) zaman sekarang yang mulai berkurang. Pada beberapa hal, saya rasa ini serupa dengan kasus seorang remaja sekolah yang sedang asik mendengarkan lewat iPODnya, kemudian tanpa sengaja menyenggol sebotol minuman dan hanya melongo melihatnya jatuh kemudian pecah? Setelah sesudahnya berjalan lagi dengan santai.
Januari 15, 2008 at 11:17 pm
menyedihkan..
kepedulian itu bisa dilatih mulai dari kecil, disekolah, orang tua dll..
Januari 16, 2008 at 12:13 am
Sebuah ketidakpedulian yang parah nian.
Januari 16, 2008 at 3:07 am
kirain ada yang kepleset gara2 pisang terbang
Januari 16, 2008 at 3:35 am
biasalah … jagoan kesiangan nggak tau diri !
kutantang mereka duel di sirkuit sentul !
http://ducatimonster.wordpress.com/2008/01/15/terjual-sudah-monster-m600/
Januari 16, 2008 at 8:42 am
kirain ke masjid mo ngapain
taunya joging…
emang lokasi kejadiannya di mana?
kalo di indonesia sih wajar aja
kesadaran berlalu lintas masih kurang sangad
jangankan tanggung jawab ke orang laen
ke diri sendiri aja belom punya
coba tanya apa dia punya sim
trus pas kejadian pake helm ga
trus gimana perlengkapan berkendara di motor
Januari 16, 2008 at 8:43 am
Komen doank
Januari 16, 2008 at 10:33 am
dukung dech , o iya , mau ngundang nech buat baca perenungan ini
makasih
http://realylife.wordpress.com/2008/01/15/silaturahmi/
Januari 16, 2008 at 11:45 am
Harusnya ibu itu nimpuk dua bajingan itu pake pisang!
Bagus lagi kalo mereka berdua jatuh dan ‘pisang’ mereka ancur!
Januari 16, 2008 at 3:26 pm
Kamu tolong ga Ged??
Januari 16, 2008 at 7:02 pm
dua bangsat itu bajingan!!!
Januari 16, 2008 at 8:24 pm
terus, kamu cuma diam aja Ged?
Januari 16, 2008 at 9:21 pm
Saya cuma lewat sambil terbengong-bengong, lihat ke belakang walau diklakson-klakson. Setelah itu merasa seperti manusia gagal.
Januari 17, 2008 at 12:42 am
Bu Evy:::
kalo saya, mending nolong ibunya. lagian kan ke mesjidnya cuma buat numpang joging
realylife:::
dukung apanya?
Januari 19, 2008 at 1:19 am
Ah, ternyata memang serumpun. Nggak di sini, nggak di Malay, yang naik motor sama-sama aja.
*teringat waktu SMA, tiap hari lewat pasar tradisional*
@ andrew malay blogging
Halah.
Pendek tapi nggak OOT juga boleh kok. Misal:
Tuh, itu.
Januari 19, 2008 at 11:28 am
*miris*
Besok-besok kalau kejadian mirip2, Geddhoe yang nepi trus bantuin…
Januari 19, 2008 at 11:58 am
@ Cak Sagna
‘Kan pakai motor? Di Malay saya cuma jalan kaki ke mana-mana.
Itu kejadiannya di Endonesa, kok.
Januari 21, 2008 at 5:12 pm
belajar itu membutuhkan waktu…
…
…
…
…
…
Januari 22, 2008 at 8:45 am
[...] 22, 2008 oleh Evy Membaca puisi karya anak muda berbakat yang satu ini, aku jadi bete ingat dua minggu yang lalu aku bersama sejawat bedah umum bertarung dengan malaikat [...]
Januari 22, 2008 at 6:45 pm
@ Kopral Geddoe
Weh, lagi liburan toh. Saya kira masih di sono, sengaja bawa motor gitu.
*ah, tapi kan rumahnya deket Malay juga, jadi harusnya nggak beda jauh IMHO* ^^;;
Januari 23, 2008 at 9:22 am
Saatnya anak muda menjadi orang yang bertanggungjawab, perlihatkan dirimu menjadi orang yang baik, mari kita galang “Anak muda”, anak yang baik”.. yo yo yo …!!!
Januari 25, 2008 at 10:35 am
numpang kenal doang
Januari 29, 2008 at 6:47 am
mungkin baru punya motor mas… jadi belagu, salam kenal ya
Januari 29, 2008 at 4:47 pm
ck ck ck
Januari 30, 2008 at 12:24 am
@ superkecil
kamu manggil cK ngapain, mus?
Januari 30, 2008 at 9:56 pm
Wah, berani taruhan SIM-nya pasti illegal.
*ngambil pisang yang tergeletak di jalan*
Lumayan, buat makan.
Februari 5, 2008 at 11:26 pm
wah justru saya meragukan kalo orang mau ngurus SIM secara legal…
Februari 24, 2008 at 3:28 pm
hiks… hiks…. sedih ya..
tapi ga semua anak muda kaya gitu kok…
masih banyak orang2 baik ( dan muda ) di dunia ini
Februari 25, 2008 at 6:24 am
mestinya judulnya pisang tergeletak…
Februari 26, 2008 at 8:24 pm
Di dunia ini emang ada bermacam2 orang..
Tapi… kok bisa ada ya, orang macam itu!
Ampun deh!
Februari 29, 2008 at 10:01 am
selamat mas .. mesjid malah mendatangi dirimu
dan kau melihatnya sebagai pisang terbang
omaigat
Maret 26, 2008 at 5:22 pm
kenapa hayo anak2 muda (gak semuanya) bisa mpe kaya begitu
sebabnya….
jadi PR deh tuh buat semuanya
ncaci maki si anakmuda emang gampang.
pernah terbersit kah sekedar untaian do’a ba’da sholat untuk anak2 muda (do’a yg spesifik) yang mengalami kondisi sulit seperti sekarang, berkat sumbangsih orang2 sebelumnya yang tanpa sadar merusak mereka???
berpikir luas jangan parsial
just another opinion of mine
Wallahu ‘alam
April 8, 2008 at 9:43 am
Miris..
Untung ibunya gpp.
Kalo buat sy prinsipnya berkendara selayaknya slalu berhati2. Karena ketidakhati2an bkn cm mencelakai diri kt sdr tp jg org lain. Kl kt yg knp2 mgkn wajar, kt sdr yg ngebut. Tp kl kt ngebut, trs ada trus brusaha menghindar dr kita. Eh truk malah nyenggol ibu2 yg lg naik sepeda d pinggir jalan sampai meninggal.
Ini kejadian beneran. Ibu temen sy d Kebumen. Sktr 1bln hbs gempa Jogja. Sedih.
Kalo kayak gini siapa yg salah?
Maka alangkah baiknya, kt mencoba menghindarkan kejadian spt ini. Org kecelakaan krn kelalaian kt.
April 8, 2008 at 9:51 am
Eh maaf, bkn TRUS tp TRUK. Truk yg mencoba menghindar dari motor yg ngebut. Karena scr hukum fisika (belagak sok tau, pdhl nilai fisika jeblok melulu), motor yg bergerak dgn kecepatan tinggi bakal sulit u manuver (baca: menggak menggok) kalo tjd apa2 scr mendadak. Dan kalo kt smpe kena kecelakaan, bs dipastikan remuk redam. Dgn kecepatan yg tinggi tsb. Gt loh..