Oleh Bung Geddoe, pundit sepakbola kelas warung kopi.

Maaf gambarnya terlalu bias dan berbau propaganda.
Manusia tercipta berbeda-beda adanya. Warna kulit, bahasa ibu, suku, agama; ada banyak hal. Yang menyedihkan adalah ketika perbedaan-perbedaan seperti ini ditanggapi secara diskriminatif. Rasisme, misalnya. Rasanya belum seabad saudara-saudara kita yang berkulit hitam merasakan kesamaan derajat yang semantap saat ini. Suatu kemajuan yang luar biasa dalam perjalanan umat manusia. Walau tentunya belum sempurna.
Sepakbola adalah salah satu dari sedikit hal di mana perbedaan itu bisa ditipiskan sedemikian rupa. Kalau anda menonton sebuah pertandingan sepakbola, maka anda akan melihat segerombolan pria berotot dan berkeringat saling bahu membahu memasukkan bola ke dalam gawang. Ketika itu berhasil dilakukan, mereka (gerombolan pria berotot dan berkeringat tadi), yang seringkali berbeda warna kulit, daerah asal, agama dan kepercayaan, dan lain-lain itu, akan histeris meloncat-loncat bersama, dan berpeluk-pelukan sejadi-jadinya. Suatu pemandangan yang rasanya hanya sah di atas lapangan hijau.
Orang-orang macam JS Park atau Didier Drogba mungkin hanya akan menjadi penjaja bungkusan kacang goreng di stadion apabila terlahir seratus tahun yang lalu di Manchester atau London, namun kini mereka adalah bintang.
Maka dari itu, sungguh menyedihkan kalau pada akhirnya perbedaan di sepakbola akan menjadi “ajang adu perbedaan” lainnya. Bentrok antar suporter, misalnya. Menghancurkan persatuan di balik sepakbola itu sendiri. Konyol sekali apabila sampai terjadi. Marilah jadi penonton yang baik saja.
Sangat aneh kalau malah jadi ajang saling bermusuhan atau ajang menjelek-jelekkan. (Bagaimana dengan ajang taruhan?)
Kalau anda masih belum merasa, ini tentang persepakbolaan dalam negeri. Duh.
Sekarang, karena final Champions League sudah mendekat, Euro 2008 pun demikian (tidak ada yang melirik final Piala UEFA sebab Bayern dan Fiorentina justru dua-duanya KO di semifinal). Selamat menonton.
…
Sebentar, saya punya satu protes. Ada apa dengan “bola itu bundar“? “Segalanya bisa terjadi, karena bola itu bundar“. Saya paham bahwa segalanya secara teori bisa terjadi di sepakbola, tapi mengapa mengkambinghitamkan wujud geometris media permainannya? Tentunya ketidakpastian itu tidaklah berkaitan dengan apakah si bola berbentuk bundar?
Sebab setahu saya, rugby yang bolanya lonjong, tidak berarti lebih mudah diprediksi hasil pertandingannya.
.
.
.
Gambar dirampok dari [sini]
Entry sebenarnya diniatkan untuk weblog sendiri, namun direlakan untuk blog publik.
Mei 21, 2008 at 7:03 am
Ketika sesuatu menjadi agama maka memang riskan terjadi gontok-gontokan. Termasuk ketika bola telah menjadi agama, lengkap dengan mazhab-mazhabnya.
Mei 21, 2008 at 7:04 am
ehem… mengenai liga champion yang sebenar lagi maka saya teriakkan:
Hidup MU!
*memancing perang*
Mei 21, 2008 at 8:07 am
bisa dibilang sepakbola ini merupakan salah satu ajang mengumpulkan manusia dari berbagai latar belakang. dan disinilah keajaiban terjadi.
ah liga champion sudah dekat…
*bersiap-siap*
btw fotonya guanteeeng!
*ngiler liat lampard*
Mei 21, 2008 at 8:30 am
Kok rasanya saya jadi inget perayaan kemenangan sebuah tim tertentu di liga Inggris. Tim manaaa gitu…
BTW. Ganti fotonya dengan Cesc Fabregas. Nabi™ baru itu!!
Mei 21, 2008 at 1:08 pm
GANTI GAMBARNYA!! *terprovokasi*
It’s just a game, but it’s great!
Ngomongin bunder-bunder, perempuan juga tidak bulat, tapi siapa yang bisa memprediksi mereka? ha? ha? ha?
Geddooeeeee, what the fuckin took you so long?
Mei 21, 2008 at 2:41 pm
Lha…
Kalo sama tim yang didukung, mau beda agama, ras, jumlah anak, IPK atau apa pun ndak masalah.
Kalo beda tim?
Hajar!!!!
Inget pakem di Inggris, boleh ganti istri, ganti kota, ganti kerjaan, ganti agama, ganti kelamin
asal jangan ganti klub sepakbola.
Wuahahaha…………
Mei 21, 2008 at 4:06 pm
*ngakak koprol*
Mei 21, 2008 at 6:26 pm
Begini Pak. Saya sudah tidak percaya lagi dengan sepakbola Eropa. Nampaknya terlalu banyak pengaruh bwin dan bandar bandar judi lainnya yang senang mengatur skor.
Salah satunya mungkin yang bisa jadi contoh adalah ketika Munchen gagal jadi finalis UEFA Cup. KArena mungkin banyak yang pasang Munchen sehingga bandar pun di untungkan besar besaran dengan kalahnya Munchen.
Contoh lain adalah ketika Yunani jadi Juara EURO 2004. Pasti waktu itu bandar judi juga meraup banyak uang dari petaruh yang pasang buat Prancis dan Portugal…
Jadi, bola itu bundar atau tidak, nampaknya ada “tuhan” baru bernama bandar judi yang siap mengatur dan menentukan hasil pertandingan…
Mei 21, 2008 at 6:30 pm
@ Mr. Fortynine
Ah! Saya baru tahu itu.
Lumayan untuk bahan mengelak kalau jagoan saya keok.
Mei 21, 2008 at 8:40 pm
lha, link profile-nya CR7 mana? mana?
Wah, yang punya blog fans-nya Chelski, nggak asik!!!
Mei 21, 2008 at 10:46 pm
Dan saya akan menonton Final Liga Champion 2008 tanpa mendukung siapa-siapa. Ah, saya cinta Liverpool tapi lebih cinta Sepakbola.
*analogi dari “Rakyat Indonesia cinta Damai, tapi lebih cinta Kemerdekaan”
Dalam rangka 100 Tahun
KebangkrutanKebangkitan Nasional.*Tapi saya nggak terlalu setuju kalau Sepakbola bisa mewujudkan perdamaian dan persahabatan yang erat. Karena belum pernah terjadi sebuah perang/konflik berhenti gara-gara sepakbola. Misalnya Inggris dan Argentina ketemu di PD 1982, saya yakin Perang Malvinas otomatis akan berhenti karena “alasan perdamaian dlm sepakbola”.
Tapi yang pernah timbul malah konflik antar pendukung klub/tim gara-gara sepakbola. Brazil dan Uruguay pernah hampir bentrok gara-gara tragedi Maracana 1950. Juga dengan pendukung sepakbola lainnya.
*analisis pesimis*
Mei 22, 2008 at 8:50 am
ralat : maksudnya, saya yakin Perang Malvinas tidak otomatis akan berhenti….dst…
Mei 22, 2008 at 7:46 pm
Ah, ternyata MU juara.
*kompor meleduk*
Mei 26, 2008 at 10:19 am
jgn sampe bola itu kotak, apalagi dikasi titik2.Jd dadu donk
Mei 26, 2008 at 5:13 pm
yayyy…..john terry!*cium2in layar*
anw, betull itu..selama bola itu bundar, maka apapun bisa terjadi!
btw, rasanya dejavu, kaya pernah baca tulisan siapa gt…
*mikir*
Juni 4, 2008 at 7:20 pm
Jadi ingat film berjudul sama yang pernah muncul di iklan-iklan.
Sepakbola bisa memersatukan Irak?
Juni 6, 2008 at 12:39 pm
ih, salah liat!
*tersadar*
itu mas lemper.,..bukan terry…
*tutup muka menahan malu*
Juni 8, 2008 at 4:43 am
Tapi di Indonesia, sepak bola malah jadi medan perang.
BTW, Live Update EURO 2008: Portugal 2 – 0 Turkey.
November 5, 2008 at 8:25 am
seandainya sepakbola diindonesia seperti dinegara lain,aku akan selalu menonton sampai puas.
November 5, 2008 at 8:27 am
seandainya sepakbola indonesia sprt di negara lain,aku akan puas menontonnya.
Juni 11, 2009 at 11:39 am
LAMPARD MANTAP……
November 24, 2009 at 6:48 pm
Awesome, I didn’t heard about this topic till now. Thankz!