Tulisan dikirim oleh Danalingga
Teman, kan kuuntai kata tuk menjelaskan kebencianmu. Yah, kebencian yang kau tumpahkan siang tadi di sudut kamarku yang pengap. Kau teriakkan dengan sepenuh hati sumpah serapah itu teman. Jujur saja, sesaat tadi malah kupikir kau akan tega membunuhku teman.. Sungguh sebuah kelegaan yang luar biasa bahwa kau belum hangus oleh bara kemarahan. Dan “hanya” sebuah vonis telah tersesat yang kau hujamkan kepadaku. Yup, tersesat kau bilang teman, engkau masih ingat bukan?