Diambil dari fatwa Abu Hintai Al-Airaa

kamilah yang paling benar,
menumbuhkan rambut dagu di sepanjang kafir yang terkapar

bongkahan neraka terukir gersang
angkatlah senjata walau telah usang
lawan mereka yang coba menentang
terus kutuk tiada kata patah arang

kepada kau, kawan, di dunia kau bisa berkoar-koar!
teruslah memuja penuh hingar bingar,
tak perlu pedulikan perutmu yang lapar!
dan kepada kau, lawan, di neraka kau akan dibakar!
diamlah dan hentikan tatapan nanar,
wahai kafir-kafir laknat lagi cemar!

mengapa kami bisa berkata lantang?
karena rambut dagu kamilah yang paling panjang,
kemudian kami dijanjikan surga di awal petang!

mengapa kami wajib dikenang?
karena kami mengikuti perintah untuk perang,
melawan kafir-kafir nista serta jalang!

sekali lagi kami yang paling benar!
dua kali lagi kami yang paling benar!
tiga kali lagi kami yang paling benar!
hingga tujuh puluh ribu bidadari menyambut dengan gairah terbakar

untuk para kafir,
hentikan menulis satir
penyeru kebatilan telah berakhir!
apa kau budak zaman mutakhir,
terus berani mempertanyakan kami yang ahli zikir?

untuk para kafir,
janganlah kau terus berpikir,
atau menuduh kami telah memelintir!
sudahlah mengoceh berbau anyir,
tuk pertanyakan seruan kami yang tidak fakir!

“terkutuklah engkau!” kami katakan demikian
“anjing kafir!” lanjut kami penuh kebanggaan
“terpangganglah di neraka!” balas kami atas perlawanan

karena kamilah yang paling benar,
terus bakar sampai ihwal kafir hancur tersebar