Sebuah fatwa yang (silakan cari jawabannya) dari seorang Abu Berry Al-Matisyahiddy.

————————————

Apakah kalian mengikuti salah satu agama yang tidak suka dengan kekerasan ? Tidak suka dengan kebathilan namun mengajarkan gaya Mahatma Gandhi, yaitu melawan tanpa kekerasan ?

Apakah anda adalah pengikut agama yang taat kepada Tuhannya, melaksanakan kewajibannya dan menghindari setiap larangannya ? Lagi, anda tidak suka dengan kekerasan…?

Apakah anda lebih suka untuk menjauhi setiap kehidupan duniawi dan lebih suka mengurus ke-rohani-awan anda ? Namun anda tidak suka mendakwahi orang ? Malas mengajak orang lain ke jalan yang anda yakini benar…?


Maka anda tidak perlu masuk ke dalam topik ini.

Saya yakin bahwa anda adalah pengikut yang tidak mau cari masalah dengan si tukang masalah. Saya terlebih mengira – ngira kalau anda lebih suka mengambil keseluruhan dakwah dari para ulama, termasuk yang diragukan tujuannya.

Lalu seperti apakah kebiasaan pengikut agama jaman sekarang…?

1. Suka Perang, mengabaikan Tuhan dengan gelar “Maha Pemaaf”

Parang dan golok sudah berada di genggaman tangan. Begitu mereka menginjakkan kaki di tempat maksiat tersebut, mereka langsung menghajar habis – habisan bin membabi buta, tanpa ampun ke semua properti pemilik. Kebiasaan pemeluk agama jaman sekarang ? Sabetan golok menuju leher umat lain ? Rentetan peluru kepada pemuka sesat ? Atau sekedar hujatan kepada kaum kafir dan para pendukung kristenisasi ?

Lupakan permasalahan Hak kita, tak peduli apakah kita diperbolehkan oleh Tuhan untuk melakukan hal tersebut. Mungkin kita dapat menganggap apabila Tuhan sudah merestui / meridhoi apa yang kita perbuat. Atau, anggap saja Tuhan sudah menganggap perbuatan kita itu adalah sebuah jihad, dan pembimbing menuju revolusi.

2. Suka tebar fatwa, mengabaikan kebenaran, apalagi Tuhannya yang menyandang gelar “Maha Benar”

Anda ingin menyebar fatwa yang diharapkan memiliki arti sesuai yang anda inginkan ? Maka ambillah satu atau dua patah ayat yang sekiranya mendukung, lalu mutilasilah ayat yang benar – benar sesuai dengan apa yang anda ajarkan ! Apakah dengan begitu Tuhan anda lantas meridhoi apa yang anda lakukan ? Cobalah yakin apabila fatwa Tuhan anda belum sesempurna atau sebagus fatwa anda, cobalah mengilhami apabila anda ‘sekedar’ membantu fatwa Tuhan agar jelas di mata pembaca !

3. Suka teriak – teriak kepada Tuhannya, tidak menggubris sifat Tuhan yang “Maha Mendengar”

Apakah ada kurang mempercayai apabila Tuhan anda bukan Maha mendengar ? Maka tak perlu sungkan – sungkan, dengan alibi tersebut anda dapat berteriak – teriak memohon azab bagi orang – orang yang tidak menyetujui prosedur agama anda. Anda dapat meminta perlindungan atau keinginan anda kepada Tuhan dengan cara berteriak – teriak. Biarkan tetangga anda yang sedang tidur terganggu oleh doa anda, bilang saja itu adalah prosedur agama anda, atau cara yang lebih hebat untuk meminta kepada Tuhan anda !

4. Tidak peduli meski Tuhannya menyandang gelar “Maha Adil”

Sehingga anda bebas menyumpah – nyumpah orang dari ras berbeda, memberinya fatwa bahwa ‘Kutukan akan segera tiba padamu, wahai Dajjal !’ Anda tinggal membuat alibi kalau anda tidak mengetahui statemen Tuhan anda sekarang adalah Maha Adil. Lalu tolak semua fatwa orang lain yang berusaha membenarkan (Dengan cap sesat !).

5. Mendukung penyerangan, mentang – mentang tidak tahu kalau Tuhannya “Maha Perkasa”

Siapa tahu Tuhan anda tidak mampu untuk menyerang setiap bentuk yang menurut anda adalah cerminan dari kebathilan, refleksi dari kesesatan ! Maka dari itu, anda dan senjata anda (Bisa Parang atau Celurit) siap untuk adu jotos, atau sparring antara si pemuka agama dan pemuka kesesatan.

6. Tidak mempercayai kalau Tuhannya mempunyai gelar “Maha Suci”

Tuhan anda sedikit banyak agak vulgar, norak, dan tidak mendukung emansipasi perempuan (tilik poin 4). Bagi mereka yang tidak mempercayainya, silakan lemparkan sebuah dalil yang anda temukan, apabila kaum lelaki yang masuk surga akan disuguhi oleh PSK yang jumlahnya tak terkira, dan kaum perempuan tidak mendapat hal yang senikmat itu karena dalilnya, perempuan itu adalah penghuni neraka. Bayangkan saja Tuhan tidak sepintar itu sehingga dia tidak mempedulikan poin ini, dan dalilnya yang notabene masih tren di kalangan anda.

Seperti apa hobi dan ciri – ciri mereka ?

1. Maksa ! Maksa ! Maksa !

Tak memperdulikan ras, tak menggubris hak – hak, apalagi respek terhadap apa yang mestinya tidak perlu dilakukan. Selama anda menemukan satu lagi orang yang tidak sesuai dengan prosedur atau mekanisme agama anda, maka orang yang anda ‘kafirkan’ tersebut selayaknya disembuhkan dan masuk kedalam agama anda. Mereka tidak mau ? Maka paksalah orang itu ! Tak perduli meski orang tersebut adalah seorang Paus Benedictus ataupun seorang George W. Bush ! Bilang saja bahwa itu adalah keputusan atas agama anda dan Tuhan anda.

2. Memutilasi fatwa Tuhan

Tentu anda tahu poin 2, kembali anda dapat menganggap bahwa fatwa Tuhan tidak sebagus atau sehebat yang anda inginkan. Apapun itu, cara memutilasi ayat yang anda tahu tentulah dengan mengambil fatwa tersebut dan mengambil dari apa yang anda perlukan. Ah, ya. Jangan mengambil ayat yang mudah dimengerti orang. Sebaiknya anda mencomot ayat – ayat yang mutasyaabihaat, sehingga dengan mudah anda dapat membuat tafsiran a’la anda. Mudah, bukan ?

3. Sering dikait – kaitkan dengan darah, perang, barbar, d.l.l.

Yang tidak mengetahui ciri – ciri di atas tentulah dia tidak mengetahui umat anda seutuhnya. Anda diwajibkan berperang atas fatwa Tuhan anda yang menginginkan kedamaian. Bilang bahwa anda menumpahkan darah orang – orang yang dikafirkan demi menjaga stabilitas dunia dan menentramkan komunitas agama. Sebutkan fakta bahwa anda hendak mengikuti apa yang Tuhan anda katakan, sehingga mau tidak mau anda berperang dan berkelakuan barbar.

4. Kebal terhadap hukum yang berlaku

Yak, ini adalah superiority anda. Anda tidak diketahui oleh aparat pemertintah karena mereka sedang asyik di belakang layar. Peraturan di negara anda tidak mampu untuk menghalang – halangi setiap tindak – tanduk yang anda lakukan terhadap agama anda ataupun agama orang. Teman anda juga seorang koruptor, para penjahat kelas kakap, d.l.l., yang notabene juga sepaham dengan dalil anda, karena jelas itu menguntungkan mereka.

5. Suka berbaur dengan orang – orang tak berpendidikan

Mengapa ? Karena dengan cara itu anda bisa mendakwahi mereka, mengajak mereka untuk masuk ke dalam kepercayaan anda tanpa paksaan. Hanya dengan itu anda dapat membodoh – bodohi mereka dengan dalil yang sudah anda buat – buat.

——–

Dan diantara mereka – mereka, ada pula yang suka menumbuhkan jenggot atau memakai pakaian serba putih. Tentu ini tidak bisa dijadikan referensi menentukan kaum anda. Benar ?

(Silakan tambahkan menurut pendapat anda)

……….

……….

……….

……….

Apakah anda mempercayai semua hal di atas…? Ingatlah bahwa kaum diatas, boleh anda cap sebagai kaum yang sesat, atau itu adalah sebuah kefanatikan dari anda sendiri, sehingga anda dengan tak bersungkan – sungkan mengatakan bahwa anda adalah salah satu dari pengikut kaum tersebut.