Membaca pengumuman BPS kemarin, rasanya senang sekali. Rakyat miskin berkurang 2.13 juta.

Banyak yang protes. Menurut para ekonom, gak mungkin rakyat miskin berkurang, lha wong upah buruh menurun, bantuan langsung tunai diberhentikan, harga beras, minyak goreng, susu, dan banyak kebutuhan pokok naik terus, kok bisa rakyat miskin berkurang?

Jawabnya bisa! Dan inilah program pemerintah yang berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin;

– Semula rakyat miskin masih bisa makan sekali dalam sehari.. karena harga-harga makin mahal, jadi makan sekali dalam tiga hari… kemudian gak bisa makan…. lama-lama mati..
>> RAKYAT MISKIN BERKURANG

– Karena harga minyak goreng mahal, maka rakyat miskin membeli minyak jelantah yang “dimurnikan” dengan hidrogen peroksida. Akhirnya rakyat miskin keracunan dan mati
>> RAKYAT MISKIN BERKURANG

Tadinya rakyat miskin yang pada sakit masih bisa pergi berobat ke Puskesmas.. kini gak bisa lagi, karena gak punya duit buat ongkos, coba kaki jadi malah mati di jalan..
>> RAKYAT MISKIN BERKURANG

– Ada rakyat miskin yang coba berinisiatif, buat memenuhi kebutuhan dia mencuri…. ketahuan, digebukin massa…..mati juga.
>>RAKYAT MISKIN BERKURANG

– Ada rakyat miskin yang stress… mikirin harga beras dan minyak goreng yang naik, kerja keras gak bisa buat beli beras dan minyak, .akhirnya mati juga.
>> RAKYAT MISKIN BERKURANG

Para ekonom dan pengeritik itu gak tahu, betapa efektifnya program pemerintah yang bertema “percepatan pengentasan kemiskinan” itu bisa mengurangi jumlah penduduk miskin…

Tulisan dari N0vri