oleh sora9n

 

Biasanya, saya suka membahas hal-hal yang rada umum di blog ini. Misalnya soal fundamentalisme yang tempo hari, atau soal topik-topik yang “Indonesiana”. Tapi, untuk kali ini, saya hendak membicarakan hal yang lebih membumi™ — terutama bila dibandingkan dengan post-post sebelumnya.πŸ™‚

Jadi, untuk kali ini, saya hendak membahas soal kota Bandung. Kota yang, kebetulan, saya tinggali selama beberapa waktu terakhir ini. Kota yang terkenal dengan sejarah heroik “Bandung Lautan Api” ini ternyata mempunyai sisi lain tersendiri — yang belakangan ini sering muncul di berbagai koran lokal kota tersebut.

Mas Fertob pernah membahas soal kota ini di salah satu post-nya. Waktu itu beliau bertanya, “Bandung Lautan Apa?”:mrgreen:

Sedihnya, saya punya satu jawaban yang kurang mengenakkan. Ternyata Bandung itu lautan peluru.😦

Iya, lautan peluru. Entah itu peluru nyasar, ataupun peluru yang sengaja ditembakkan untuk tujuan tertentu. Tentu saja ada korban sipil yang berjatuhan; walaupun tak semuanya harus meregang nyawa. Meskipun begitu, lebih sedih lagi, berita ‘kecelakaan’ macam inilah yang akhir-akhir ini rutin mewarnai headline berbagai koran lokal.

Seperti apa ceritanya? Here goes.πŸ˜‰

***

 
12 April 2007 — Kelompok Bersenjata Rampok Toko Emas, Dua Tewas

Sekelompok orang tak dikenal merampok toko emas ABC yang berlokasi di Jalan Pasirkoja, Bandung, sekitar pukul 19.00. Kelompok ini menembakkan peluru secara membabibuta, dan mengakibatkan tewasnya dua warga sipil. Sebanyak empat polisi dan empat warga sipil mengalami luka dalam insiden tersebut, dan terpaksa dilarikan ke RS Immanuel Bandung.

[sumber berita di ANTARA News]

 

13 Agustus 2007 — Pegawai Supermarket Tewas Tertembak; Asal peluru Misterius

Rahmat Nugraha, seorang staf personalia di sebuah toserba di Pasteur, tertembak ketika sedang menaiki motor di daerah Kiaracondong. Peluru mengenai bagian dada dan mengakibatkan terjadinya pendarahan hebat.

Rahmat kemudian meninggal dalam perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. Sejauh ini tidak diketahui siapa pelaku penembakan, atau dari mana peluru nyasar tersebut berasal.

[sumber berita di Kompas Online]

[sumber berita di Pikiran Rakyat]

 

19 Agustus 2007 — Peluru Nyasar oleh Polisi, Dua Warga Terluka

Peringatan 17 Agustus di Cileunyi diwarnai dengan acara dangdutan. Mendadak, terjadi pertikaian antara warga yang saling menghunus senjata tajam, dan memicu terjadinya kekacauan massa di arena tersebut.

Bripda Zaenal Arifin kemudian melepaskan tembakan peringatan sebanyak tiga kali. Nahas, menjelang tembakan ketiga tubuhnya terdorong oleh arus massa — sehingga arah pistol yang dipegangnya menjadi oleng. Peluru yang sedianya ditembakkan ke udara kemudian lepas dan melukai dua warga sipil yang menghadiri acara.

[sumber berita di Gatra.com]

 

14 November 2007 — Ricochet dekat Lapangan Tembak; Kepala Warga Terserempet Peluru

Kampung Cilisung, Kabupaten Bandung. Pangkalan Udara (Lanud) Sulaiman sedang mengadakan latihan tembak rutin di lapangan tembak mereka, yang lokasinya berdekatan dengan pemukiman warga.

Pada saat yang sama, Ny. Imas Kurniati (41) sedang menjemur handuk di halaman rumahnya. Mendadak ia mendengar bunyi berdesing yang melewati pelipis kirinya — sebuah peluru hampir menembus kepalanya. Mujur, peluru tersebut hanya meninggalkan luka kecil dan pendarahan ringan.

Belakangan, berdasarkan laporan warga, ditemukan bahwa (sedikitnya) terdapat tujuh titik penemuan proyektil di seluruh kampung.

Pihak Angkatan Udara menyampaikan dugaan bahwa peluru-peluru tersebut merupakan pantulan (ricochet) dari aktivitas latihan tembak, dan menyatakan bersedia menanggung biaya pengobatan korban yang terkena peluru nyasar.

[sumber berita di Pikiran Rakyat]

 

***

 

Sebetulnya masih ada lagi dua kasus yang terjadi di Jawa Barat (i.e. yang terjadi di Cianjur dan Bojong, Sumedang) — tapi biarlah post ini membahas yang sedang terjadi di Bandung saja.πŸ˜‰

Apa Bandung sedang bertransformasi menjadi kota yang kejam ya, setelah sebelumnya diresahkan oleh berbagai kelompok geng motor? (o_0)

 

 

—–

Terkait Tentang Bandung:

Mas Fertob – Bandung Lautan Apa?

Pak Agor – Bandung, Paris Van Java Vagrant City Van Java