Sumbang Saran


Ditulis oleh Sousakiy Ibnu Mishrilliy

 

Catatan:
Post ini terutama ditujukan untuk para aktivis dakwah Islam. Pembaca dari kalangan non-muslim mungkin membutuhkan beberapa informasi latar yang tak dicantumkan di sini.

 

Ada satu logika berpikir yang cukup membuat saya tergelitik, terutama ketika berdiskusi dengan para aktivis dakwah. Tak peduli mereka itu aktivis dakwah tingkat sekolah, kampus, ataupun yang sudah senior, para aktivis ini biasanya terbawa pada pola pikir generalisasi berlebihan — yaitu mengkotak-kotakkan dan memukul rata berbagai istilah yang mereka pergunakan. Padahal, kalau mereka mau teliti, sebenarnya generalisasi mereka itu tak akurat; kalau tak boleh dibilang sebagai salah sama sekali.

Sayangnya, kesalahan macam ini biasanya justru diabaikan — dan kebanyakan malah dipercaya sebagai “kebenaran” di kalangan para aktivis tersebut. Untuk alasan apa, hanya Tuhan (dan mereka) yang tahu. 🙄

Jadi, dalam post ini, saya akan membahas tentang beberapa generalisasi mereka yang salah kaprah tersebut — sekaligus mencoba meluruskannya semampu saya. Harap diingat bahwa tulisan ini bukan ditujukan untuk menjatuhkan kegiatan aktivis dakwah pada umumnya; melainkan sebagai masukan untuk dipertimbangkan.

Anda setuju? Lanjut…

Iklan

SHARING PENYUSUNAN DRAFT RAPBD DPRD

:: :: KILAS BALIK :: ::
Pada umumnya setiap akhir tahun (kadang molor menjadi awal tahun) diadakan penyesuaian Neraca Keuangan Daerah antara Eksekutif (Pemerintah Daerah) dengan Legislatif (DPRD) melalui media Rapat Anggaran Daerah. Media ini mempertemukan Panitia Anggaran Eksekutif yang dipimpin oleh Sekretaris Kota/Kabupaten dan Panitia Anggaran Legislatif yang dibentuk dari perwakilan Fraksi-fraksi.
Ngintip di balik Gedung DPRD