Rekan – rekan yg terhormat, saya ingin mencoba mengusik anda yg santai. Saya ingin mencoba memberikan sebuah susunan kata-kata untuk menciptakan suatu pergolakan dalam intelek kita, dan saya tidak akan memberikan suatu jawaban, karena saya bukan orang yg telah menyiapkan semua jawaban.

Renungkanlah ini :

Apabila seseorang benar-benar ingin berbuat jasa, ia harus membuat orang yg keenakan menjadi tidak enak, dan orang yg tenang menjadi gelisah. Ia harus menanamkan kontradiksi dan konflik pada orang-orang yg mandeg. Seseorang akan seribu kali lebih berjasa untuk menaburkan keraguan diantara beberapa orang-orang ini daripada menyebarkan kepastian, karena kepastian tersebut telah disuntikkan kepada rakyat dengan dosis yg begitu besar sehingga berlaku seperti narkotik; ini tak berguna. Kita, sekian juta kaum muslim, mempunyai suatu kepastian yg sedikit pun tidak ada nilainya. Yang muncul setelah keraguan, keresahan dan kegelisahan itulah yg mempunyai nilai : “Percaya setelah tidak percaya”.

Benar, kepastian datang setelah ketidakpercayaan, kemampuan memilihlah yg mempunyai nilai. Kita mengetahui jenis kepastian lain di sepanjang sejarah, dan itu tak berguna. Nabi diutus untuk menimbulkan kontroversi. Kalau tidak, manusia akan terus mengembara dalam kebodohan. Para Nabi selalu muncul untuk mengubah sejarah dan membuat sejarah, mengubah masyarakat dan membangun masyarakat, memulai revolusi dan membuat revolusi.

::::::::::